Obat Dalam Seputung Rokok

www.kompasiana.com

Masalah hari demi hari selalu datang, wajar bagi anak remaja yang sedang masa kebimbangan, sebuah masa penentuan antara keberhasilan atau kehancuran. Masa dimana hati belum bisa teguh untuk berpijak, menghadapi segala godaan nafsu duniawi.  Sakit yang datang menimpa diri, ketika melihat orang lain bahagia sedangkan kekecewaan lah yang kuhadapi. Memang itu gak semudah apa yang aku jalani, sebisa mungkin gue tegar menghadapi masalah tersebut. Orang-orang bilang sih “Masalah dapat membuat orang menjadi dewasa” , ada benernya juga emang tapi menurut gue itu tergantung dari diri masing-masing orang. Setiap orang punya sifat yang berbeda-beda, ada yang pendirianya lemah ada juga yang kuat keteguhan hatinya. 

So, ketika dilanda masalah tiap orang punya cara yang berbeda dalam menghadapinya. Namun kebanyakan jalan yang diambil adalah mengakhiri hidupnya, tapi ada juga yang menyikapinya dengan menambah ketakwaan kepada Tuhan, itulah hal yang paling baik. Di perkotaan kalau remaja kena masalah biasanya larinya ke minuman keras, narkoba. Jangan salahkan mereka kalau mereka melakukan hal tersebut, keadaan lah yang membuat mereka menjadi seperti itu. Bagi masyarakat mungkin itu hal yang tabu, tapi itu obat buat mereka yang bisa buat mereka lupa akan segala masalahnya, makanya masyarakat harus tahu apa yang melatarbelakangi mereka berbuat seperti itu, apa karna penagaruh teman atau keinginan mereka sendiri, kalau menurut gue itu memang jalan yang salah tapi gue yakin mereka juga gak kepingin seperti itu, jadi jangan semabarangan menilai orang lain. Masalah akan lebih mudah diselesaikan kalau seseorang mempunyai sahabat kepercayaan entah itu siapa, yang jelas dapat meringankan beban tersebut.


            Berbeda dengan gue, jujur gue anaknya baik gak berani macem-macem. Ketika gue beranjak dewasa, gue jadi pengen ngerasain hal baru entah itu buruk atau enggak. Terkadang keinginan itulah yang selalu menjadi beban dalam pikiranku, selain itu hal yang menjadi beban dalam diri gue yaitu masalah pacar. Rasanya tiap kali gue ngeposting, kagak lepas dari yang namanya pacar, atau mantan pokoknya seputar hubungan anatara aku sama orang lain. Nah itu, kebanyakan remaja saat ini sudah mulai menjalani masa masa yang namanya pacaran malah ada yang bilang pacar dapat menambah motivasi belajar. Ada benarnya juga tuh, tapi coba di amati terlebih dahulu antara motivasi belajar sama pacarannya. Banyakan pacarannya kan, orang pintar kalau udah pacaran bisa jadi nganggep dirinya bodoh. Gak percaya, coba habis putus pasti bilang “ bodoh banget sih gue mau jadian sama dia” itu salah satu bukti. 

Balik lagi ke topik utama, judul diatas sengaja gue ambil dari kenyataan dalam keseharian gue. Rokok, kecil, gak bermanfaat, sumber segala penyakit, jadi pelampiasan gue ketika masalah menghampiri gue. Didalamnya terkandung nikotin, zat racun, Tar, macem-macem, tapi itu malah bisa jadi obat buat gue. Disetiap hembusan asap yang mengepul diudara, perlahan membuat masalah gue menjadi lebih ringan. Rasanya biasa aja waktu pertama kali mencoba, tapi lama kelamaan jadi makanan faforit diwaktu luang. Pahit, manis bercampur satu didalam sebatang rokok, mengibaratkan pahit manisnya hidup yang terkadang menyengsarakan hati. Orang-orang berangapan kalau merokok itu identik dengan anak nakal, dulu gue juga berpandangan seperti itu juga sih tapi sewaktu gue tau gimana rasanya rokok sadar gak sadar gue tahu kenapa banyak orang yang merokok. Jadi gue nanggepinya biasa sekarang, kalau dibilang gue itu nakal ya gak pa pa tiap orang berhak berpendapat yang penting gue gak pernah melanggar sekalipun norma yang ada di masyarakat dan aturan agama. Ini cerita bukan bermaksud untuk ngajak temen2 merokok, gue hanya ingin mencurahkan segala hal yang menurut gue perlu untuk diceritain daripada disimpan di dalam hati yang nantinya malah menyiksa diri sendiri.  Sekian, thanks udah mampir
First


EmoticonEmoticon