Potret Kehidupan Anak Kecil Jaman Sekarang

         


           Dari waktu ke waktu, perubahan sikap atau perilaku serta gaya hidup seseorang selalu terjadi. Sepuluh tahun yang lalu suasananya masih serba tradisional, anak-anak juga masih memiliki pola perilaku dan karakter yang sesuai dengan anak dizamannya.
Berbeda dengan saat ini, perkembangan zaman yang udah mulai maju membuat segala hal berubah. Jika anak kecil dizaman dulu gak ada yang tahu atau gagap teknologi, saat ini hal itu menjadi sebuah hal yang wajar dikalangan mereka. Pola pikir serta cara mereka berperilaku juga mulai berubah. Sopan santun dimasyarakat mulai pudar.
Anak kecil saat ini udah jago main gadget, para orang tua udah gak sungkan lagi memberikan anaknya gadget. Niat mereka sebenernya baik agar anak mereka tidak gagap teknologi atau kampungan, tapi sejujurnya cara mereka itu kurang tepat bila tidak diimbangi dengan penanaman sikap serta budi pekerti yang seharusnya dimiliki oleh seorang anak.
Kadang dilingkungan sekolah, anak kehilangan rasa hormat terhadap orang yang lebih tua darinya. Semua itu terjadi karena kurangnya pendidikan tentang tata krama. Kebanyakan sekolah saat ini lebih mengacu ke arah bagaimana agar siswa bisa memiliki skill dan kemampuan di era globalisasi yang kian hari kian berkembang. Terkadang lupa mengajarkan etika didalam hidup bermasyaraka.
Zaman dahulu, gak ada anak yang berani atau mengejek terhadap orang yang lebih dewasa darinya. Rasa hormat masih melekat didalam diri mereka. Anak-anak zaman dahulu tempat bermainnya juga bukanlah di warnet, telkom, atau tempat penyedia wifi. Mereka masih bermain secara tradisional, yang mengajarkan arti kebersamaan, solidaritas,serta tertawa bersama teman-teman tanpa sebab dan alasan.
Sekarang gadget mengikat diri setiap anak diusia yang belum saatnya ia memegang benda tersebut. Apalagi didalamnya berisi game-game, yang membuat anak lupa akan waktu belajar. Miris, padahal masa anak-anak adalah masa yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan agar kelak menjadi orang yang baik dan berguna untuk bangsa.
 Yang lebih gue herankan, anak-anak saat ini sudah mengenal yang namanya sosial media. Pas gue seumuran mereka, gue belum mengenal yang namanya facebook, BBM, Line, WhatsApp, macem-macemlah. Seakan itu udah melekat kuat di kehidupan mereka. Belum lagi dampak yang ditimbulkan dari hal tersebut. Bukan hal yang gak mugkin mereka bisa mengakses situs-situs terlarang yang merusak pikiran mereka seperti p0rngrafi.
Ditambah tayangan di televisi, kehidupan percintaan seorang remaja diekspos leluasa. Sedang tontonan anak kecil layaknya anime, power ranger, dilarang tayang dengan alasan mengandung unsur kekerasan. Menurut gue enggak gitu banget, anime itu pantes buat ditonton anak kecil.Unsur kekerasan yang dimaksud gak terbukti secara jelas, mungkin hanya sebagian kecil yang terjadi dimasyarakat. Gue dan temen-temen gue yang menikmati anime dari SD sampai sekarang gak pernah mempraktekkan adegan tersebut dikehidupan nyata. Gue bisa bilang masih lebih baik anime, daripada tayangan yang menonjolkan lengkuk tubuh artis seksi yang semestinya tidak ditonjolkan.
Oleh sebab itu, terkadang saya merasa sedih melihat hal seperti itu terjadi. Bolehlah kita membelikan gadget kepada anak-anak, tapi ingat apa yang terbaik dan apa yang lebih pantes di berikan kepada anak-anak diusia mereka.


Terakhir, ceritanya gue kali ini berlagak jadi bener.  Gue kesel diejekin anak kecil makanya gue nulis ini. Sekaligus pesan buat orangtua, agar lebih baik dalam mendidik anak. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dibina dan dibimbing sesuai cita-cita yang luhur dari bangsa Indonesia. Terimakasih!


EmoticonEmoticon