Idealis

       
          
Pernah dengar kata idealis/orang idealis ? gue pengen sedikit menyinggung hal tersebut dalam tulisan gue kali ini. Arti dari idealis sendiri itu bermacam-macam kalau gue lihat dan cari referensi di internet, tapi kurang lebih memiliki makna yang sama yaitu seperti pandangan hidup/prinsip yang harus dijalani seseorang.
            
Orang idealis, berbeda sudut pandang dari kebanyakan orang. Banyak hal-hal yang membuat seseorang berubah menjadi idealis, mungkin karena pengaruh orang lain, atau mengidolakan seseorang dan mengikuti cara berfikir idolanya tersebut, ada juga yang berubah jadi idealis karena pengalaman pribadi.
            
Gue kasih contoh, misalkan si Budi ia dulunya seorang lelaki normal pada umumnya, ia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita. Sebuah hubungan tak selalu berjalan lurus, ada halangan yang menanti di jalan itu. Budi sering bertengkar dengan pacarnya karena egonya yang tinggi, serta beberapa faktor lain. Pada akhirnya hubungan mereka berakhir ditengah jalan.
            
Cerita masih belum berakhir, Budi lalu patah hati. Sedikit ada penyesalan didalam hatinya, sebab ketika orang dikuasai marah dia udah gak peduli sama logika dan juga perasaan lain seperti cinta dan kasih sayang yang merupakan fitrah manusia. Makanya orang marah cenderung melakukan hal-hal anarkis dan kadang berada diluar akal manusia. Budi merasa bersalah namun hubungan yang dulu dijalani untuk saat ini tak mungkin kembali ke keadaan semula. Ia lalu mencoba mencari orang lain, dan melupakan kenangannya dimasa lalu.
            
Namun kali ini permasalahannya berbeda, Budi merasa ada yang kurang dengan hubungannya kali ini. Ia merasa jenuh dan pada akhirnya, putus lagi. Sederet kisah berakhir dengan ending yang sama seperti sebuah siklus yang nggak pernah ada habisnya. Janji-janji yang pernah dibuat tak lebih dari sekedar omong kosong yang gak ada buktinya.
            
Balik lagi ke idealisme, dari situ Budi berfikir apa artinya hubungan ini ? kalau ujung-ujungnya bakalan berakhir lalu sakit hati. Ia merasa lebih baik sendiri,ia berfikir kalau hubungan ini gak ada artinya sama sekali. Ia mencari sudut pandang lain, ingin hubungan yang memiliki sebuah arti  yang gak bakalan mungkin didapatkannya saat ini. Idealisme mulai tumbuh dalam diri Budi, dia memilih sendiri untuk menanti orang yang lebih baik dan hubungan yang lebih baik ketika waktunya telah tiba. Jadi ketika ia dekat dengan seseorang/ia mulai menyukai seseorang, balik lagi ke idealismenya sendiri.
            
Tapi jadi orang yang idealis juga gak mudah, karena kadang ia harus berjalan berlawanan dengan perasaannya. Ketika ia menginginkan sesuatu yang tidak sesuai dengan idealismenya, maka ia harus berusaha membuang jauh-jauh keinginannya tersebut. Tentu bukan hanya masalah asmara saja, kadang cara seseorang belajar, cara dia berperilaku sebagian ada yang bergantung pada idealisme masing-masing.


EmoticonEmoticon