Menulis Itu Seni





Menulis kegiatan memindah fikiran dan emosi yang ada dalam diri seseorang ke dalam goresan tinta atau keyboard berbentuk kata dan kalimat. Menulis, diantara sekian banyak penduduk yang ada didunia ini, mungkin hanya sedikit orang yang memiliki minat dalam menulis.
            
Sesuai judul diatas, kenapa gue bilang menulis itu seni ? jawabannya karena pada dasarnya menulis sama dengan seni berhubungan dengan perasaan dan emosi manusia. Bukan dengan mengabaikan logika, tergantung dari apa yang kita tulis. Kita kesampingkan dulu hal tersebut, seni itu sendiri adalah sesuatu yang indah. Dan jika kita kaji lebih dalam, seni itu memiliki cabang antara lain seni sastra/menulis. So, ketika kita menulis kita sedang menciptakan sebuah karya seni. Jangan takut tulisan itu jelek atau bagus, fokuskan terlebih dahulu terhadap minat dan kemampuan yang kita miliki sekarang. Orang ingin berkata apa, abaikan. Karena mereka belum tentu bisa seperti kita.
            
Dalam seni, faktor yang paling mempengaruhi bagus atau tidaknya adalah perasaan dan emosi. Teknik hanya berpengaruh beberapa persen saja, terkadang jika kita bergantung teknik dan teori maka kita tidak sempat menuangkan rasa yang ada dalam diri kita terhadap karya yang kita buat. Begitupun menulis, cara kita menuangkan perasaan kedalam tulisan kita itu yang akan mempengaruhi pembaca dalam menilai tulisan kita. Jika kita tulus, dan menulis dengan segenap perasaan yang kita punya, kemungkinan besar pembaca juga akan terhanyut kedalam apa yangkita tulis seakan mereka ikut merasakan apa yang kita rasakan.
            
Menurut gue sendiri, logika tak perlu digunakan terlalu dalam saat menulis. Karena itu akan mengganggu konsentrasi kita dalam menulis, abaikan dulu EYD dan kata-kata yang baku/tidak baku. Jika kita sudah mulai terbiasa menulis, coba kita baca tulisan kita dari waktu ke waktu. Kita akan tahu bagaimana rasa dari tulisan kita dari waktu ke waktu, kita akan tahu sejauh mana kita berkembang, karena hampir tidak mungkin kita terjebak dalam kondisi yang tetap, karena gue yakin semakin lama dan terbiasa orang dalam menulis maka akan ada perkembangan meskipun itu kecil. Nilai tulisan kita sendiri, apakah sudah enak dibaca ? minimal ada satu faktor yang membuat kita terkesan membacanya dipart tertentu. Jika kita masih ada yang kurang coba perbaiki, dan revisi ulang untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik.
            
Seni itu tidak ada salahnya, sama halnya apa yang kamu tulis itu tidak ada salahnya. Mau buruk atau bagus, itu tetap tulisan kamu. Orang hanya bisa membandingkan antara tulisanmu dan tulisan orang lain. Maka dari itu, agar orang lain tertarik membaca tulisan kalian cari sisi yang unik dalam tulisan kalian. Jangan pernah plagiat, lebih baik karya sendiri walau kurang memuaskan.      
            
Terakhir, menulis itu adalah sebuah seni menuangkan perasaan kedalam tulisan semisal cerpen, novel, diary. Serta seni menuangkan fikiran ke dalam tulisan semisal buki non fiksi, tajuk rencana, berita yang mencakup fakta. Atau bahkan menulis itu adalah seni menggabungkan kedua faktor tersebut kedalam sebuah tulisan.



EmoticonEmoticon