Status dan Perkembangan Sosial Media


Kali ini gue pengen membahas tentang status. Status itu ada tiga versi/pengertian. Dalam sudut pandang sosiologi, status dapat didefinisikan posisi seseorang didalam kelompok sosial, seperti agama, kekayaan, keturunan, dll. Dalam sudut pandang gue sebagai penulis, status adalah identitas yang melekat pada diri seseorang, misalkan jomblo, baru nikah, single, punya pacar, dll. Dan pengertian status yang terakhir, buat para anak alay era ini, status adalah sebutan untuk mereka yang menuliskan curahan hati mereka di media sosial. Nah ini yang pengen gue bahas.
            Jujur, gue kenal sosial media empat tahun yang lalu. Dan menurut gue, medsos yang paling banyak dipakai oleh seluruh orang didunia dan di Indonesia adalah facebook, yah meskipun ada juga medsos selain facebook yang eksis di eranya, ex: Friendstar. Tapi kebanyakan anak-anak jaman sekarang kenal medsos itu dari facebook.Terutama ketika kita bisa update status dan dilike banyak orang, itu merupakan kebanggaan tersendiri. Ada juga yang saking ketagihan dapet like dari temennya di facebook, ia rela update status kontroversial yang sebenernya gak bermanfaat untuk diposting (ngemis like).
            Tapi ada satu sisi positif, dimana kita bisa berhubungan dengan banyak orang meski jarak memisahkan (cie bahasa gue). Selain itu kita bisa berbagi kata-kata motivasi, dan kata-kata yang mengandung kebaikan, dimana ketika orang baca status kita lalu dia mengambil manfaatnya, kita dapat satu kebaikan. Dan makin kesini , makin banyak juga media sosial yang berkembang. Banyak inovasi-inovasi baru sehingga banyak masyarakat yang antri buat daftar akun di media sosial tertentu.
            Ada twitter, path, macem-macem dah. Yang paling ngetrend saat ini adalah instagram bro. Banyak orang saat ini, pamer foto di instagram  (mungkin termasuk gue), apalagi ada fitur editing foto. Muncul lagi aplikasi untuk chatting, BBM, Wechat, Whats app, Kakaotalk, Beetalk, Line, banyak lagi. Dan mungkin juga ada sebagian yang punya akun di semua aplikasi dan medsos. So, dia sering mengikuti perkembangannya dan merasakan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
            Mungkin lima tahun ke depan bakal ada aplikasi yang lebih keren lagi yang mungkin memuat ke semua aplikasi tersebut, its possible bro. Balik lagi ke status, jujur gue ini cowok dan gue paling bingung kalau pengen buat status di media sosial atau apalah. Kalau gue update status tentang cinta dan perasaan gue dikirain kagak normal bro, karena itu erat kaitannya dengan para cewek feminim.
Kalau gue nulis tentang kebiasaan sehari-hari gue, kagak enak juga bro, bagaikan sampah yang gak ada maknanya. Nah ini agak bagusan dikit, update status tentang kata-kata motivasi dan inspirasi untuk banyak orang, tapi susahnya minta ampun bro daper kata-kata kayak gitu. Mungkin hari ini dapet, tapi kemudian macet sampai berminggu-minggu. Jadi serba salah
Dan terakhir gue paling sebel, pas gue nulis status, kata-kata gue udah bagus, eh saudara gue yang komen pada absurd. Ini cuman kata-kata, gue sebel karena gue ngerasa kagak ada yang perlu di komentarin, beda kalau gue kasih pertanyaan, baru kasih komentar dibawah status gue.
Biar lebih jelas gue kasih contoh, misal
“Semacam hadir tapi tak pernah menetap, kemudian pergi bagai ilusi”, itu sekedar ungkapan buat perasaan gue, tapi komentarnya dikirain gue lagi kasmaran.
Mending, coba kalau misalkan gini
“Kamu telah menjauh, aku disini masih untukmu”, kalau difahamin lebih dalem,ini ungkapan untuk orang yang baru putus tapi masih berharap. Nah kalau misalkan ada yang komentar kayak gini “cie yang lagi kasmaran”. Gue bingung mau jelasin kayak apa, udah jelas-jelas patah hati dikatain kasmaran,buset dah.
Maka dari itu karena semakin gue nulis status yang berkelas, komennya kadang-kadang pada gak jelas. Gue sekarang lebih berhati-hati dalam menulis status dimedia sosial, terutama dalam pemilihan kata dan tema (cie, kayak mau lomba nulis cerpen aja). Wkwkwkwkwk


EmoticonEmoticon