Kuliah di Jurusan Bahasa Jerman

www.dreamstime.com
Selamat malam teman-teman, lama juga saya tidak memposting artikel. Berhubung ada pekerjaan lain yang mesti saya kerjakan. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi sedikit cerita atau pengalaman terkait jurusan kuliah saya yang sekarang. Yup, Bahasa Jerman.
  
Baca juga: Inilah Jurusan Kuliah Paling Unik dan Absurd

Mengapa memilih jurusan Bahasa Jerman?
Ini adalah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang-orang di sekitar saya. Sejujurnya tak ada alasan khusus mengapa saya memilih jurusan ini. Hanya saja setelah saya pikir matang-matang, saya tertarik dengan bahasa asing selain bahasa Inggris. Sewaktu pemilihan jurusan dulu saya memilih beragam bahasa contoh saja bahasa Perancis. Tapi takdir menempatkan saya di jurusan Bahasa Jerman, dan saya hanya bisa mengucapkan rasa syukur ketika mengetahui hal tersebut.
            
What do you feel ? Yeah, I’m so scared.
Saya pada mulanya takut karena ketika SMA saya tidak punya basic apapun terkait bahasa tersebut. Hal itu merupakan dilema tersendiri buat saya waktu itu. Sempat pesimis jika waktu kuliah nanti saya keteteran dan tidak bisa mengimbangi teman-teman lain yang lebih bisa. Memang, pada awalnya sulit sekali mencerna bahasa yang baru pertama kita pelajari. I’m swear, that’s too hard. It’s like a language from the alien’s planet. Tapi itu menjadi sebuah tantangan untuk saya, karena belajar bahasa ini ada keasyikan tersendiri.
            
Kalau lulus mau jadi apa?
Pertanyaan mainstream yang paling sering dilontarkan oleh orang-orang di sekitar saya. Ehm, saya memang tidak bisa menjamin akan menjadi apa saya di masa depan kelak. Manusia hanya bisa berencana sedang Tuhan yang menentukan. Memang, jurusan bahasa Jerman ini masih kurang diminati, tapi itu bukan berarti prospeknya tidak bagus. Minimal, kita bisa jadi seorang guru yang mendidik siswa di sekolah-sekolah. Kita juga bisa bekerja di sektor pariwisata dengan kemampuan berbahasa yang kita miliki. Dan banyak alumni dari jurusan saya yang sekarang bekerja di Jerman sekaligus menikah dengan bule di sana.
            
Sulit mana Bahasa Jerman dan Bahasa Inggris?
Saya akan jawab Bahasa Jerman. Karena setiap benda di bahasa ini memiliki artikel atau jenis kelamin. Dan itu akan berpengaruh dalam penyusunan kalimat. Tata grammatikal di bahasa ini sungguh membuat saya sakit kepala, sempat salah-salah dan ditegur oleh dosen saya. But that’s something.
            
Bagaimana tentang Pronounciation ?
Kalau ini lebih sulit bahasa Inggris. Penuturan kalimat dalam bahasa Jerman itu sesuai dengan alfabet yang tertera. Hanya saja ada berapa huruf khusus yang cara pengucapannya agak berbeda.
            
Adakah tips-tips belajar agar cepat bisa ?
Tak ada ritual khusus, yang ada hanyalah kamu giat belajar. Kerap menghafal kosakata dan sering berlatih membuat kalimat, mendengarkan percakapan agar kemampuan berbahasamu meningkat. Itu juga berlaku bukan hanya dalam bahasa Jerman saja, tapi juga bahasa-bahasa lainnya. Sekarang adalah dunia digital, kamu bisa mencari video berbahasa Jerman di Youtube dan belajar lewat blog-blog orang.
           
Sudahkah saya bisa berbahasa Jerman ?
Ya, saya sekarang sudah bisa untuk menulis kalimat dan berbicara bahasa Jerman meski masih terbata-bata. Contoh :
            
Ich bin Ogy. Jetzt bin ich einen Student an der Uni. Mein Hobby ist Schreiben. Ich mache gern eine Erzählung schreiben. Mein Lieblingsauthor ist Tere Liye. Ich finde sein Novel sehr interessant. Manchmal bin ich traurig, wenn ich sein Novel lese. Ich habe ein Traum, dass ich einen Author einen Tag werde. Das ist schönes Traum. Ich glaube mit meinem Traum.
            
Ich bin ledig. Ich habe keine Freundin. Ich finde, dass eine Freundin jetzt nicht wichtig für mich ist. Ich habe einen Scwherpunkt an meinem Studium. Manchmal denke ich aber zu einer Frau. Ich vermisse und liebe sie, aber sie liebe nicht mich. Dann ich muss sie vergessen. Das ist der beste Weg.
            
Jadi, saran saya buat kalian yang pengen mengambil jurusan Bahasa Jerman adalah jangan takut dan jangan pesimis. Semua ada jalan. Tidak semua pekerjaan ditentukan oleh jurusan. Intinya, lakukan yang terbaik dan konsisten dengan apa yang kamu pilih. Vielen dank! Auf wiedersehen!


Baca juga: Kuliah Buat Apa?            

8 comments

wah, mantap jadi manusia multi langue

Setuju min. Ane sih jurusan bahasa inggris walaupun pendidikan, tapi thanks artikelnya mantap pas bahas prospek kerjanya.

weh ekstream gan saya juga ngambil jurusan bahasa jepang tapi alhamdulillah prospek setelah lulus kayaknya banyak penawaran dihotel atau penerjemah disurabaya

Siap gan, lulusan bahasa kemungkinan kerja banyak. Insyaallah

Pernah belajar Bahasa Jerman pas SMA, agak susah nentuin maskulin feminin apalah itu hahaha. :))


EmoticonEmoticon