Hidup Itu Pilihan

sumber: kikaymommysha.wordpress.com

Hidup, sesuatu yang sangat beharga bagi semua orang. Hidup anugrah yang diberikan Tuhan kepada seluruh makhluk-Nya didunia ini. Oleh karena itu hidup tak boleh kita sia-siakan. Begitu banyak orang yang mempunyai anggapan bahwa ia menyesal telah lahir didunia dan menjalani kehidupan yang penuh cobaan ini, itu adalah anggapan orang yang putus asa. Disini gue pengen mengutarakan pendapat gue mengenai makna kehidupan.

Hidup mempunyai banyak pelajaran dan mau tak mau kita harus belajar dari kehidupan, semua yang ada didunia ini adalah pelajaran yang dapat dipelajari oleh manusia. Sama halnya kita sekolah, kita belajar berbagai macam ilmu dan juga keahlian. Dalam hidup kita juga belajar bagaimana kita tersenyum, bagaimana kita tertawa, bagaimana kita sedih, bagaimana kita menghargai orang lain, dan masih banyak hal lain yang bisa kita pelajari dari hidup.

Terkadang hidup juga sebuah pilihan. Tinggal bagaimana kita menjalani kehidupan ini. Kalau kita memilih untuk menjadi orang yang baik, maka insyaallah kita jadi orang yang baik dan disenangi banyak orang. Jika kita memilih untuk jadi orang yang buruk maka keburukanlah yang akan menyertai kita. Terkadang, seseorang bergantung dengan keadaan yang mempengaruhi kepribadiannya. Ada benarnya, namun menurut gue hal yang paling dominan adalah tergantung dari keinginan yang kuat oleh pribadi orang tersebut untuk bisa lepas dari keadaan yang menjerat dirinya. Tapi gue yakin, gak ada seorangpun didunia ini yang ingin menjadi orang yang buruk, semua ingin menjadi orang yang baik. Namun kembali lagi, tinggal bagaimana kita menjalaninya dan pilihan apa yang akan kita ikuti ?

Kebaikan atau keburukan, semua ada jalan masing-masing. Diri kita masing-masing yang menentukan, bukan orang lain. So, bersyukurlah dengan apa yang kalian miliki saat ini, karena itu akan membuat kalian selangkah menuju kebaikan. Dan yakinlah bahwa kalian bisa menjadi orang yang baik

Cerpen - Salam Manis Untuk Rindu





Hidup sungguh berarti bila dijalani dengan seorang kekasih, bukan untuk kesenangan semu namun hanya untuk saling berbagi kasih sayang. Itu adalah sebuah harapan yang selalu Fian inginkan. Mencintai seorang gadis yang bisa membuat nyaman hatinya, yang bisa membuat dia tersenyum di manapun, yang bisa membuat hari-harinya lebih berwarna.
            
Namun itu semua masih berupa khayalan belaka yang sampai saat ini belum terwujud di kehidupannya. Setiap kali ia bertemu dengan seorang gadis, tak ada satupun rasa yang begitu hebat yang mampu menggetarkan hatinya. Yang ada hanyalah perasaan semu yang sekedar singgah dan menghilang tak berbekas. Dia masih mencari seseorang yang spesial baginya, satu tahun sebelum  dia lulus dari SMA adalah waktu yang begitu singkat untuk mencari seseorang itu.
            
Siang itu dikantin sekolah ia duduk bersama sahabatnya,
            
“Eh yan, kenapa sih kamu murung terus ? senyum dong ?” ucap Daffi, sahabatnya
           
“Kamu mau tau aja, gak penting tau” jawab Fian sinis
            
“Ah jangan gaya deh, aku tau yang kamu fikirkan. Pasti masalah cewek ya, salah kamu juga yang gak mau deket-deket sama cewek. Yang ada sekarang, kamu jomblo terus”
            
“Bukan gitu permasalahannya bro, aku hanya belum menemukan seseorang yang tepat, itu aja. Aku buka tipe cowok yang suka gonta-ganti pacar kayak kamu” jawab Fian
           
“Sorry ya, aku enggak playboy. Hanya saja sedikit...wkwkwk”
            
Dari kejauhan terlihat sosok cewek yang berjalan menuju tempat duduk mereka
            
“Eh yan, liat tuh ada cewek. Cakep banget, liat tuh jangan ngelamun aja” ucap Daffy
            
“Udah buat kamu aja, males sama yang begituan” jawab Fian cuek
            
“Eh ini serius tau” ucap Daffi menyakinkan Fian
           
“Fian ya” sahut cewek tadi
            
“Iya ada apa ?” dengan nada cuek dia menjawab

Namun saat dia berbalik untuk menatap cewek tersebut. Seketika itu suasana menjadi hening, Fian tak perduli dengan sekelilingnya. Dia hanya diam dan terhanyut saat dia melihat sosok paras cantik, menyapa dia sambil tersenyum manis terhadapnya.
            
“Ehm...ehm..ehm, kamu siapa ya ? aku kok gak pernah liat kamu” Fian tersedak
            
“Aku Rindu, lupa ya sama aku ?” ucap cewek tadi
            
“Haaa, kamu beneran Rindu. Sorry aku agak lupa, udah lama aku gak ketemu kamu, sejak 8 tahun yang lalu. Kapan kamu balik dari Bandung?” tanya Fian heran
            
“Kemarin, ayahku pindah tugas kesini. Makanya aku sekarang pindah sekolah kesini. Bagaimana kabarmu sekarang ?”
            
“Eh yan aku cabut dulu aja ya, gak enak disini jadi obat nyamuk, hehehe” ucap Duffi menyela percakapan mereka berdua
            
“Ah kamu ini, bisa aja” ucap Fian ke Duffi
            
“Ehm sorry ya sama sikap temenku tadi, dia emang gitu. Aku baik-baik aja kok, tapi jujur aku gak nyangka sama sekali bisa ketemu lagi sama kamu”
            
“Hemm, aku juga kok yan. Pas SD dulu kita sering bercanda bareng, tertawa bareng, kangen banget aku masa-masa kita bareng yan” ucap Rindu
            
Akhirnya mereka ngobrol kesana kemari, sambil melepas kerinduan setelah lama gak ketemu.
            
Sepulang sekolah, Fian menghampiri Rindu di kelasnya. Tak berapa lama pun Rindu keluar dari kelasnya. Mereka berdua pulang bersama naik motor yang biasa dipakai Fian sehari-hari. Meski baru sebentar, namun mereka kini menjadi sangat akrab.

Sesampainya di rumahnya Rindu, Fian langsung pamit pulang. Hari itu adalah hari yang begitu spesial untuknya, dia merasa kalau dia sudah menemukan tambatan hatinya yang menghilang cukup lama.

Hubungan mereka dari hari ke hari ibarat seorang kekasih yang telah lama mencintai, mungkin itulah yang dirasakan oleh mereka berdua. Hingga pada suatu ketika Fian mengajak Rindu untuk pergi ke sebuah tempat.

“Eh nanti kamu mau gak ikut aku ?” tanya Fian ke Rindu

“Kemana ?” tanya Rindu heran

“Ada deh, nanti kamu pasti tau” ucap Fian

Rindu hanya menuruti apa yang dikatakan oleh Fian. Keesokan harinya, ia mengajak Rindu pergi ke tempat yang selama ini dirahasiakan oleh Fian yaitu sebuah danau dekat hutan yang cukup jauh dari pusat kota. Rindu tak menyangka sama sekali bahwa tempat spesialnya adalah tempat yang sangat indah, namun ia cukup senang bisa berdua dengan Fian.

“Kamu tau gak kenapa aku ngajak kamu kesini ?” tanya Fian

“Enggak, memangnya kenapa ?” tanya Rindu

“Disini tuh suasananya sejuk, rindang, sepi, cocok banget untuk menenangkan fikiran. Aku hanya ingin duduk bareng bersama kamu disini, dalam hatiku ini banyak banget hal yang ingin aku sampaikan ke kamu. Namun aku masih ragu” Ucap Fian

“Memangnya apa yang pengen kamu sampaikan ?” tanya Rindu sambil tersenyum sendiri

“Bukan hal penting kok, hanya saja ini memang perlu untuk aku sampaikan. Gak tau kenapa, aku nyaman banget deket kamu. Aku jadi seneng mikirin kamu, mungkin baru kali ini aku merasakan sesuatu yang sama sekali belum pernah aku rasakan” tutur Fian terus terang

“Trus ? kalau aku juga sama kayak kamu gimana ?” tanya Rindu

Fian kaget mendengar jawaban dari Rindu, dia begitu gembira saat itu. Hari itu, mereka pun jadian. Satu hal yang membuat Fian heran bahwa orang spesial yang diharapkannya selama ini adalah teman masa kecilnya sendiri.

Waktu demi waktu telah mereka lalui bersama, dua bulan rasanya begitu singkat bagi mereka. Sampai suatu ketika, Fian merasa ada hal yang aneh didalam dirinya. Kondisinya yang dulu baik-baik saja, kini mulai memburuk. Dia seringkali mengalami kesulitan bernafas, setelah diperiksakan ke dokter ternyata dia mengalami gangguan pernafasan. Menurut dokter, penyakitnya tidak begitu berbahaya apabila dilakukan pemeriksaan rutin dan juga beberapa therapy.

Namun karena dia merasa kasihan sama orangtuanya yang berpenghasilan pas-pasan yang cukup untuk membiayai pendidikannya, adik-adiknya, dan kebutuhan keluarganya yang lain. Dia memutuskan untuk merahasiakan ini dari semua orang termasuk Rindu.

Pernah juga suatu ketika Rindu bertanya kepada Fian tentang masalah pribadinya. Tetapi tetap saja, dia hanya diam tanpa menjawab satu pertanyaanpun dari Rindu.

Beberapa bulan pun telah berlalu, hari-hari yang dilewati oleh Fian penuh gejolak, menderita menahan penyakitnya, serta bahagia dengan orang yang dicintainya. Ujian akhir telah terlewati, dan semuanya berjalan lancar.

“Yan, selamat ya kamu lulus” ucap Rindu, sambil memeluknya

“Iya sama-sama, selamat juga ya buat kamu” balas Fian

“Oh iya, kamu besok ada acara atau enggak ? kamu bisa gak ketemu ditaman ?”

“Iya aku usahakan deh buat kamu”

Setibanya di taman sesuai dengan apa yang ia janjikan kepada Rindu ia menemuinya ditempat itu. Dari kejauhan terlihat sosok cantik persis dengan apa yang dialaminya pertama kali saat melihat Rindu dikantin sekolah. Sayang bila aku nanti sudah tak bisa lagi melihat sosok cantik itu , gumamnya dalam hati.

“Eh yan, sorry ya udah maksa kamu untuk datang kesini. Ada yang pengen aku omongin ke kamu ?”

“Kamu mau ngomong apa ?”

“Aku mau pindah keluar kota lagi, ayahku menyuruhku agar melanjutkan kuliah diluar kota. Jadi, mungkin kita udah gak bisa bareng-bareng lagi. Hanya itu yang ingin aku sampaikan ke kamu” tutur Rindu

“Oh gitu ya, syukurlah kalau memang begitu” jawab Fian singkat, datar

“Kamu kenapa sih ? beda banget. Udah gak sayang lagi ya sama aku”

“Rasa sayangku udah gak berarti apa-apa lagi saat ini, kamu nanti akan menemukan seseorang yang lebih dari aku disana dan yang terjadi adalah kamu nanti bakalan melupakan aku”

Mendengar jawaban dari Fian, Rindu langsung tertekan, bibirnya terbungkam, dibenaknya ia ingin membuat perpisahannya dengan Fian menjadi perpisahan yang termanis, bukan seperti ini. Dalam hatinya, tersimpan begitu banyak kekecewaan terhadap Fian, ia langsung bergegas pergi. Fian tau kalau Rindu begitu kecewa terhadapnya, namun itu mungkin hal yang terbaik untuk dilakukan saat ini.

Air mata Fian menetes pelan seiring dengan derap langkah Rindu yang mulai pergi menjauh dari dirinya. Desahan nafas yang semakin lama semakin memberat, yang menyesakkan diri Fian.

Setahun berlalu, Rindu yang saat ini tengah menjalani pendidikannya diluar kota, masih tetap memikirkan Fian. Baginya tiada hari yang indah, tanpa adanya Fian disampingnya. Tiada keceriaan, seperti saat dia tertawa bersama Fian.

Suatu saat, sepucuk surat misterius yang tidak diketahui siapa penulisnya diterima oleh Rindu.

Dear Rindu

Bagaimana kabarmu ? semoga sehat selalu. Maafkan aku yang tidak bisa memberikan kenangan terindah dihari terakhir kali kita bertemu. Memang berat bagiku, untuk bersikap acuh tak acuh kepadamu. Sedih bagiku bila membuatmu kecewa. Namun itu adalah hal yang terbaik yang bisa kulakukan agar nanti kamu bisa lupa sama aku.

Selama ini aku menyembunyikan sesuatu dari kamu, aku menderita penyakit yang cukup serius. Aku gak bisa kasih tau kamu soal ini, karena aku gak pengen membuat kamu sedih. Mungkin disaat kamu membaca surat ini, aku sudah gak melihat dunia ini lagi. Aku sudah tak bisa lagi melihat senyumanmu dan juga tawamu, aku sudah tak bisa lagi menyentuhmu. Jarak kita sudah terlalu jauh untuk ditempuh.

Hal yang paling membuatku bahagia adalah disaat aku menghabiskan waktuku bersamamu. Itu adalah kenangan terindah selama aku hidup. Sekali lagi maafkan aku jika kamu membenciku, lewat surat terakhirku ini aku ingin kamu tahu kalau aku mencintaimu......

Salam terkhir dariku untukmu cinta yang termanis, Fian.

Air mata perlahan menetes dari kedua mata Rindu, kata-kata terakhir dari Fian membuat hatinya begitu sedih. Dia teringat akan semua kenangan indah yang telah mereka lewati.

Dalam hati dia bilang “ Aku juga mencintaimu, Fian.”

Perubahan

www.youtube.com

Sebuah kata yang tak pernah bisa disangkal, yang slalu kita lihat dan bahkan kita rasakan sendiri yaitu perubahan. Siang berubah menjadi malam, pagi berubah menjadi sore, semuanya butuh perubahan. Hari ini kita makan ikan, besok kadang berubah menjadi ayam, esok lusa berubah menjadi daging. Dimanapun kita berada, selalu kita jumpai perubahan. Disaat kita disekolah dari hari ke hari pelajaran yang kita pelajari juga berubah, bulan pun juga berubah-ubah dari cembung, sabit , sampai ke bulan purnama.

Semua yang didunia ini pasti mengalami perubahan, hutan yang dulu lebat dan rindang berubah menjadi gundul dan gersang akibat ulah dari keserakahan manusia. Sungai yang airnya bening kini menjadi keruh, akibat limbah yang terbuang disepanjang sungai. Udara yang dulunya sejuk kini menjadi panas dan pengap ditengah industri besar-besaran dunia demi mencapai kemakmuran yang semu yang tiada memperdulikan resiko yang ditimbulkan oleh hal tersebut.

Langit yang biasanya cerah kadang berubah menjadi mendung pertanda akan turunnya hujan. Tumbuhan yang tadinya kecil, setelah beberapa bulan mulai berubah menjadi lebih besar dan besar. Kita yang tadinya seorang bayi, berubah menjadi seorang anak kecil, berubah lagi menjadi remaja, berubah lagi menjadi dewasa , lalu tua hingga tutup usia.

Perubahan tidak hanya terjadi pada fisik dan tubuh seseorang, terkadang mental dan sikap seseorang juga mengalami perubahan. Orang yang dulunya baik bisa juga berubah jadi orang buruk akibat pergaulan yang buruk. Sebaliknya orang jahat yang bergaul dengan orang baik, ia bisa merubah sikapnya menjadi orang yang lebih baik lagi.

Anak bodoh yang mau berusaha dan rajin belajar, dia menjadi anak yang cerdas bukan hanya pintar. Sebaliknya juga, anak pintar yang sombong yang tidak mau belajar dan malas berusaha, akan menjadi seorang pemalas dan mungkin bisa jadi orang yang bodoh.

Namun hal yang sering kita lalaikan adalah apa yang terjadi dalam diri kita sendiri. Tanpa kita tahu atau kita sadari kita sudah bukan diri kita sendiri lagi, kita sudah menjadi orang lain sehingga orang lain yang tadinya mengenal kita menjadi tidak kenal sama sekali. Kita kadang tidak peka terhadap keadaan. Sadar atau tidak perubahan itu juga terjadi dalam diri kita.

Imajinasi

masgedon.blogspot.com

Jumpa lagi, bro bro yang sedang ada dirumah, warnet, atau dimanapun anda berada. Gue lagi pengen seru-seruan daripada galau-galauan entar malah sedih. Oke gue pengen ngajak kalian semuanya buat berandai-andai atau imajinasi.
Mungkin bagi kalian sekarang berimajinasi bukanlah sesuatu yang menjadi kebiasaan. Beda sama kalian saat kecil dulu, pikiran kita berpetualang ke segala penjuru tempat didunia ini. Mengkhayalkan hal-hal yang sesuai dengan apa yang kita rasakan.
Jika anak kecil senang bernyanyi maka ia akan bermimpi jadi seorang penyanyi. Jika ia senang main dokter-dokter’an, maka ia akan bermimpi menjadi astronot (kagak nyambung).
Anak kecil berimajinasi tidak hanya berkhayal tentang masa depan mereka namun apa yang sedang mereka rasakan. Misalkan ada seorang anak kecil membawa sebatang kayu, ia serasa membawa sebuah pedang yang berhasrat ingin menebas segala hal yang ada dihadapannya, namun sayang tidak ada apa-apa didepannya jadinya dia tidak jadi menebas. Namun sebatang tongkat tadi juga bisa diibaratkan menjadi sebuah pistol mainan, bersama anak sepermainannya ia bertingkah layaknya tentara yang sedang berperang di medan tempur.
Tak hanya itu, kalian tau kardus, Itu lho yang biasa buat orang pup (itu kakus). Ketika anak kecil duduk didalam kardus, ia serasa naik sebuah mobil balap, tertawa sambil berbicara yang nyleneh-nyleneh. Ngeng....Ngeng....Ngeeeeeeng gak taunya udah sampai digaris finish (padahal dia gak kemana-mana tapi rasanya dia sudah melaju jauh).
Fantastis bukan, berkhayal bisa membuat orang ceria. Bayangin aja dari orang murung kena mencret yang gak berhenti-berhenti berkhayal kalau yang kena mencret itu orang yang ia benci. Mencret itu seakan hilang walau sementara. Contoh lain orang pendek yang berkhayal tinggi, ia merasa bangga karena didalam imajinasinya ia lebih tinggi dari orang-orang tinggi (saking tingginya dia susah mau pup dimana).
Yang paling sering terjadi disekitar kita adalah orang jelek yang berimajinasi menjadi ganteng. Wuiih, gile banyak banget dah. Dalam imajinasi mereka orang-orang ganteng udah gak ada apa-apanya karena kalah dengan kegantengannya. Karena terlalu ganteng, cewek-cewek pada gak mau pacaran sama dia karena merasa tak pantas bersanding dengan orang yang terlalu ganteng. Duuaaaaar, lampu pecah kini redup imajinasinya hilang hahahahha.
Tapi saran gue sebagai imajinator (wuis istilah gue bagi orang yang suka berimajinasi), kita itu kalau berimajinasi harus yang logis yang bisa diusahakan yang possible gitu loh. Karena apa, kalau kita berimajinasi yang gak logis itu malah akan membuat kita jadi bingung sendiri. Misal kalian pengen jadi spiderman, gak logis banget, Kalian malah bingung gimana ngeluarin jaring buat manjat dinding, mending ngeluarin jaring buat nangkap ikan buat tambah penghasilan hahahahha.
Imajinasi yang logis misal kayak gini, kita punya angan-angan buat bangun rumah. Itu bisa dilogika, karena ada beberapa cara yang mampu ditempuh untuk mewujudkannya. Lalu kalau kita berimajinasi ingin menjadi seorang presiden, bukan hal yang gak mungkin kalau kita berusaha dan berdoa agar mimpi itu terwujud.


Terakhir, bolehlah kita berandai-andai, berimajinasi, berkhayal, yang terpenting masih logis dan terdapat cara untuk mewujudkan imajinasi kita tadi. Sekian bro bro, cuy cuy , kakek nenek, entah apa panggilan yang sering lo pakai yang penting terimakasih banyak buat kalian yang udah baca postingan gue kali ini.

Kumpulan Kata-Kata Cinta



“Bila cinta hanya untuk kesenangan, maka kamu tak akan pernah dewasa. Bila cinta hanya untuk kesedihan maka kamu tak akan pernah bahagia. Cinta itu kadang senang kadang sedih, cinta pernah bilang kalau cinta itu adalah sebuah perpisahan, karena dengan perpisahan kamu akan menyadari betapa ia sangat berarti”

“Ketika kamu diam untuk menutup mata semoga malammu dipenuhi dengan cinta...Jika mimpi indah yang kamu minta jangan lupa berdoa mimpimu bersama orang yang kamu cinta...!”

“Dilangit ada banyak bintang yang indah, mengapa di hatiku tak ada satupun cinta yang indah..di langit ada rembulan yang sempurna mengapa dihatiku tak ada cinta yang sempurna..... di pagi hari ada banyak burung-burung yang bahagia, tapi mengapa cita-citaku tak sebahagia burung itu....hanyalah satu yang kuinginkan cintaku bahagia untuk selamanya”

“Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh....jika engkau mempunyai kekasih, jangan kau biarkan dia pergi dari hatimu....jagalah dia agar selalu mencintaimu”

“Jika pesona cinta melelahkanmu, dengarkanlah kata hatimu...lupakan gelisah dihati, kuatkanlah langkah, basuh lukamu..... hari masih panjang dan waktu masih setia berjalan. Esok mentari pagi pasti kan terbit menghangatkan hatimu, dan langit malam pun kan bertabur bintang menemani tidurmu..pejamkan matamu, sandarkan bebanmu, lepaskan sepimu, percayalah pasti ada yang kan\merindukanmu, rindu untuk menghiasi setiap mimpi indahmu. Bahagia untuk mencintaimu, tersenyumlah dan raihlah cintamu”

“Jika kamu adalah pohon cinta yang berbatang ketulusan, beranting kesetiaan, berdaun kedamaian dan berbuah kasih sayang.... maka jangan biarkan orang lain berteduh dihatimu selain aku”

“Jangan pernah mencintai orang yang gak pernah mencintaimu, dan jangan pernah kamu menyia-nyiakan orang yang mencintaimu, karena kesempatan gak akan datang untuk kedua kalinya”

“Pejamkan matamu bersama heningnya malam....petiklah bunga mimpi dengan jemari kelembutan, tidurlah dengan sejuta impian sampai pagi kembali datang menyapamudengan senyuman dan kebahagiaan”

“Manisnya bibir kadang salah bicara,untaian kata kadang menjadi luka, indahnya mata kadang salah memandang,baiknya hati kadang salah menduga, tapi tulusnya hati tak pernah ternilai harganya”

“Mimpi membuat kita jauh dari kenyataan, tapi kenyataan tak kan pernah ada tanpa impian... janganlah mencintai seseorang karena kesempurnaannyatapi buatlah orang itu merasa sempurna dengancinta yang kamu berikan”

“Kalau cinta bisa melihat segalanya, tunjukkan padaku apa isi hatinya..... Kalau cinta bisa menggenggam segalanya, bawalah tanganku untuk menggapai jiwanya....Kalau cinta bisa merasakan segalanya, buatlah dia mengerti akan cintanya...Dan kalau cinta bisa berbicara tentang segalanya, katakan padanya bahwa aku mencintainya...”

“Seandainya engkau lebih mengenal aku dan cintaku maka aku akan selalu tersenyum manis agar kau lebih tahu bahwa aku selalu merindukanmu..”

“Aku bukan sebutir mutiara yang indah, aku bukan setetes embun yang menyegarkan, aku bukan malaikat yang selalu bisa menjagamu, tapi aku ingin jadi seseorang yang selalu kau ingat selamanya”




*Thank You, see you again in another time*

Belajar Jadi Penulis

www.kompasiana.com
Menulis bukanlah hal yang mudah bagi setiap orang, karena terkadang setiap orang bingung apa yang harus ditulis. Sebenarnya itu bukanlah hal yang sulit dilakukan bila orang itu mau berusaha dan terus mencoba. Sehingga hal itu menjadi sebuah kebiasaan. Tangan yang tadinya kaku, otak yang awalnya beku, apabila perlahan digunakan untuk menulis rangkaian kata demi kata meski hanya satu baris akan menjadi mudah lama kelamaan. 

Dengan menulis kita juga bisa menyalurkan segala isi hati baik itu sedih,senang,bahagia, atau macem-macem asik juga lho kalau udah biasa. Gak perlu takut kalau tulisan kita jelek atau basi, biarin aja orang berfikiran kayak gitu yang jelas kita seneng ama tulisan kita. Kalau kita aja gak suka ama tulisan kita mana mungkin orang lain bisa menyukai tulisan kita. Bila seorang itu cermat, aktivitas sehari-hari bisa jadi hal yang seru kalau dibuat cerita. 10 lembar mungkin enggak cukup kalau dituangkan keadalam sebuah tulisan, namun 10 lembar itu kadang hanya bisa menjasi 2 lembar atau bahkan satu lembar. Kenapa? Karena seseorang terkadang sulit merangkai kata-kata secara runtut dan menarik padahal mudah kok sebenarnya, tapi gua juga belum bisa merealisasikanya. 

Tapi menurut gue, hal yang paling mendasar agar cerita bisa panjang menarik yaitu kita harus tahu moment penting yang akan diceritain, jadi kalau misalnya hari ini ada kejadian menarik bisa kiya ambil buat bahan tulisan. Nah untuk selanjutnya kita berfikir kreatif, disinilah otak kita bekerja. Kita rangkai kata demi kata dengan cara berfikir kita sendiri, boleh juga ditambahin kata-kata yang gak nyambung atau gak sesuai dengan kisah nyata, tujuanya sebagai pemanis cerita. Pertama memang sulit tapi kalau dilatih hari demi hari bisa jadi hobi tau bahkan menjadi profesi.

            Gak terasa udah 5 bulan ini gue belajar menulis yah walaupun gak begitu banyak yang bisa gue tulis tapi gue tetep seneng. Hal yang sering kutulis mungkin tetang pengalaman gue, kadang juga nyeritain pacar, mantan, temen, atau orang-orang yang ada disekitar gue. Harapan gue, bisa jadi penulis yang hebat dan karya gue bisa disukai oleh banyak orang apalagi bisa nerbitin buku sendiri lengkap sudah.  Namun untuk mencapai semua itu mungkin butuh waktu yang cukup lama, tergantung usaha gue juga sih. Salah satu fungsi menulis menurut gue yaitu sebagai memori dari segala kenangan masa lalu, otak manusia hanya mampu mengingat beberapa kejadian yang paling berkesan didalam diri manusia sehingga hal-hal kecil yang berharga mudah terlupakan. Sayang banget kalau hal kecil itu terbuang sia-sia lebih baik diabadikan dalam sebuah karya tulis. Yang gak kalah seru juga yaitu ngeblog, jadi tulisan kita di upload dalam sebuah situs web jadi gak bakalan bisa kehapus asalkan kita masih inget sama alamatnya. Mungkin itu aja kali ini yang bisa gue share.....makasih !!!! 
Kumpulan Kata-Kata Cinta

Kumpulan Kata-Kata Cinta


"Sedetikpun tak pernah aku menghilangkan dirimu dari dalam hatiku, karena tiap aku memejamkan mataku yang ada hanyalah senyummu."

"Hal yang paling aku ingat dari dirimu adalah ketika engkau pergi dari hatiku, karena saat itulah aku sadar kalau engkau begitu berarti. Namun hal yang paling aku sesali kenapa aku terlambat untuk bilang 'aku cinta padamu'."

"Memikirkanmu selalu membuat diriku tenang, melihatmu seakan menjadikan hati ini tentram, berada disampingmu adalah hal yang selalu aku impikan namun membiarkanmu pergi begitu saja adalah hal yang paling menyakitkan bagiku"

"Cinta seperti embun pagi yang hilang ditelan panasnya matahari, namun embun itu kan tetap ada bila terjatuh ditempat yang teduh. Begitulah cinta, datang dan pergi begitu saja bila dibiarkan ditengah sulitnya memegang kepercayaan. Namun cinta itu akan tetap ada bila sesorang saling memberikan keteduhan satu sama lain"

"Bukan aku yang mengabaikan dirimu, namun juga bukan dirimu yang mengabaikanku, hanya saja kau dan diriku tak pernah bisa terbuka sama lain sehingga kita menjadi seperti orang yang  tidak pernah mengenal satu sama lain"

"Hari ini aku masih yakin, perasaanku masih tetap untukmu. Bila esok hari perasaan itu tetap ada, aku hanya berharap kalau engkau memiliki perasaan yang sama"

"Mungkin saat ini kita ditakdirkan untuk berpisah, bukan berarti harus melupakan satu sama lain. Tapi untuk menjalani kehidupan masing-masing hinga suatu saat nanti bila waktu memang menakdirkan kita untuk bersatu pasti kita akan bertemu kembali entah kapan, dimana"

"Aku tahu hatimu sudah dimiliki orang lain, aku juga tahu kalau aku tak berarti apa-apa bagimu, aku hanyalah setitik debu yang tiada harganya dimatamu, namun ingin menjadi setetes embun yang dapat menyejukkan hatimu."

"Kala hati sudah dipenuhi dengan benci, dengan cintalah kebencian itu dapat disembuhkan. Karena cinta adalah obat dari kekecewaan seseorang."

"Kenapa aku tak bisa membuka hatiku untuk orang lain, padahal ada orang lain yang menyayangiku, kenapa aku terus mendambamu..... KENAPA?"

"Harapan dan doalah yang selalu aku ucapkan untuk dirimu, agar kebahagiaan selalu menyertaimu."



“I hope you will remember me, everytime and everywhere, because i miss you, and i’m still loving you.....My Love”

Obat Dalam Seputung Rokok

www.kompasiana.com

Masalah hari demi hari selalu datang, wajar bagi anak remaja yang sedang masa kebimbangan, sebuah masa penentuan antara keberhasilan atau kehancuran. Masa dimana hati belum bisa teguh untuk berpijak, menghadapi segala godaan nafsu duniawi.  Sakit yang datang menimpa diri, ketika melihat orang lain bahagia sedangkan kekecewaan lah yang kuhadapi. Memang itu gak semudah apa yang aku jalani, sebisa mungkin gue tegar menghadapi masalah tersebut. Orang-orang bilang sih “Masalah dapat membuat orang menjadi dewasa” , ada benernya juga emang tapi menurut gue itu tergantung dari diri masing-masing orang. Setiap orang punya sifat yang berbeda-beda, ada yang pendirianya lemah ada juga yang kuat keteguhan hatinya. 

So, ketika dilanda masalah tiap orang punya cara yang berbeda dalam menghadapinya. Namun kebanyakan jalan yang diambil adalah mengakhiri hidupnya, tapi ada juga yang menyikapinya dengan menambah ketakwaan kepada Tuhan, itulah hal yang paling baik. Di perkotaan kalau remaja kena masalah biasanya larinya ke minuman keras, narkoba. Jangan salahkan mereka kalau mereka melakukan hal tersebut, keadaan lah yang membuat mereka menjadi seperti itu. Bagi masyarakat mungkin itu hal yang tabu, tapi itu obat buat mereka yang bisa buat mereka lupa akan segala masalahnya, makanya masyarakat harus tahu apa yang melatarbelakangi mereka berbuat seperti itu, apa karna penagaruh teman atau keinginan mereka sendiri, kalau menurut gue itu memang jalan yang salah tapi gue yakin mereka juga gak kepingin seperti itu, jadi jangan semabarangan menilai orang lain. Masalah akan lebih mudah diselesaikan kalau seseorang mempunyai sahabat kepercayaan entah itu siapa, yang jelas dapat meringankan beban tersebut.


            Berbeda dengan gue, jujur gue anaknya baik gak berani macem-macem. Ketika gue beranjak dewasa, gue jadi pengen ngerasain hal baru entah itu buruk atau enggak. Terkadang keinginan itulah yang selalu menjadi beban dalam pikiranku, selain itu hal yang menjadi beban dalam diri gue yaitu masalah pacar. Rasanya tiap kali gue ngeposting, kagak lepas dari yang namanya pacar, atau mantan pokoknya seputar hubungan anatara aku sama orang lain. Nah itu, kebanyakan remaja saat ini sudah mulai menjalani masa masa yang namanya pacaran malah ada yang bilang pacar dapat menambah motivasi belajar. Ada benarnya juga tuh, tapi coba di amati terlebih dahulu antara motivasi belajar sama pacarannya. Banyakan pacarannya kan, orang pintar kalau udah pacaran bisa jadi nganggep dirinya bodoh. Gak percaya, coba habis putus pasti bilang “ bodoh banget sih gue mau jadian sama dia” itu salah satu bukti. 

Balik lagi ke topik utama, judul diatas sengaja gue ambil dari kenyataan dalam keseharian gue. Rokok, kecil, gak bermanfaat, sumber segala penyakit, jadi pelampiasan gue ketika masalah menghampiri gue. Didalamnya terkandung nikotin, zat racun, Tar, macem-macem, tapi itu malah bisa jadi obat buat gue. Disetiap hembusan asap yang mengepul diudara, perlahan membuat masalah gue menjadi lebih ringan. Rasanya biasa aja waktu pertama kali mencoba, tapi lama kelamaan jadi makanan faforit diwaktu luang. Pahit, manis bercampur satu didalam sebatang rokok, mengibaratkan pahit manisnya hidup yang terkadang menyengsarakan hati. Orang-orang berangapan kalau merokok itu identik dengan anak nakal, dulu gue juga berpandangan seperti itu juga sih tapi sewaktu gue tau gimana rasanya rokok sadar gak sadar gue tahu kenapa banyak orang yang merokok. Jadi gue nanggepinya biasa sekarang, kalau dibilang gue itu nakal ya gak pa pa tiap orang berhak berpendapat yang penting gue gak pernah melanggar sekalipun norma yang ada di masyarakat dan aturan agama. Ini cerita bukan bermaksud untuk ngajak temen2 merokok, gue hanya ingin mencurahkan segala hal yang menurut gue perlu untuk diceritain daripada disimpan di dalam hati yang nantinya malah menyiksa diri sendiri.  Sekian, thanks udah mampir