Sedekah dan Keajaiban-Keajaiban dalam Hidup


source: dream.co.id

Halo, sobat-sobat semua. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai sedekah dan hal-hal ajaib yang mengiringinya. Saya ingin membahas topik kali ini dengan bahasa yang ringan dan saya ingin menyisipkan sedikit unsur-unsur religius khususnya tentang anjuran bersedekah dalam Islam. Namun yang ingin saya tekankan kali ini adalah sedekah dan manfaat buat kita serta orang lain.

Saya percaya bahwa sobat yang membaca tulisan kali ini adalah orang-orang baik dan orang-orang yang disayang Tuhan. Karena jika sobat bukan orang baik, pasti sobat tidak akan menyempatkan diri untuk mampir sejenak di tulisan saya kali ini. Dan perlu sobat tahu juga bahwa saya menulis artikel ini karena terinspirasi dari akun Youtube Pagar Kehidupan dan saya ingin meneruskan pesan positif serta membagikan inspirasi untuk bersedekah kepada sobat semua.

Sekarang saya ingin bertanya, sudah berapa banyak sedekah yang kalian berikan kepada orang lain? Apakah itu sebanding dengan harta yang Tuhan anugerahkan kepada sobat saat ini?

Coba sobat renungkan terlebih dahulu pertanyaan tersebut. Mungkin banyak dari kita yang hidupnya berkecukupan atau bahkan memiliki rezeki yang lebih. Namun masalahnya, kita kadang lupa terhadap rezeki yang telah Tuhan berikan kepada kita. Kita lupa bahwa ada orang di bawah hidup kita yang hidupnya masih berkekurangan. Ada anak-anak di luar sana yang terlantar dan dirawat di panti asuhan. Ada banyak orang di luar sana yang menderita penyakit dan mengalami kesulitan untuk membiayai pengobatan.

Pernah nggak, terlintas di benak sobat untuk membantu mereka-mereka yang kondisi hidupnya tidak seperti sobat yang berkecukupan?

Nah, saya yakin kalian pasti pernah mendengar sebuah nasihat yang berbunyi bahwa sebagian rezeki yang kita miliki itu sejatinya adalah milik orang lain. Dan oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita menyisihkan sebagian dari rezeki kita untuk kita berikan kepada orang yang lebih membutuhkan.

Karena ada satu hal yang perlu dicatat baik-baik.
“Memberi itu tidak akan pernah merugikan kita. Justru sebaliknya, apa yang telah kita berikan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita dengan jumlah yang mungkin sama dan bahkan berkali-kali lipat.”

Dan saya termasuk percaya bahwa banyak orang di luar sana yang telah membuktikan hal tersebut. Mungkin dari perhitungan manusia, memberi itu akan mengurangi harta kita. Secara eksplisit mungkin benar, namun secara implisit kadang hal itu salah. Karena matematika manusia dengan matematika Tuhan itu berbeda.

Dalam Islam, ketika kalian menyumbangkan sebagian harta di jalan yang di ridhoi Allah, maka harta tersebut akan dilipatgandakan menjadi 700 kali. Wow, angka yang sungguh fantastis bukan. Jika diibaratkan mungkin begini, jika kalian memiliki 10.000 rupiah, kemudian kalian menginfaq-kan uang tersebut 2.000 rupiah, maka secara eksplisit uang yang kalian miliki saat ini adalah 8.000 rupiah. Namun secara implisit, uang itu sejatinya sedang dilipatgandakan oleh Allah sesuai rumus tadi menjadi 1.408.000 (8.000 + (2.000x700)). Wow, angka yang besar bukan. Itu adalah contoh kecil, jika jumlah yang kalian sumbangkan lebih besar, maka bukankah hasil yang kalian dapatkan akan lebih banyak juga.

Tapi begini mas bro, saya sudah bersedekah tapi kok uang saya gak kembali berlipat-lipat?

Ini pertanyaan yang sangat bagus dan masuk akal. Namun ketika kita tidak dapat menemukan jawaban atau esensi dari pertanyaan ini, kita malah ragu dan malas untuk bersedekah. Saya sendiri pernah berpikir demikian. Pada akhirnya, saya menemukan sebuah jawaban yang menurut saya sangat logis. Kalian perlu tahu, rezeki itu ada banyak bentuknya. Dalam hal ini, rezeki tidak hanya berupa materi. Adalah SALAH BESAR, jika sobat menganggap bahwa rezeki itu hanyalah berupa uang.

Rezeki itu ada banyak. Contoh saja adalah kesehatan, anak yang sholeh, kemudahan dalam pekerjaan, keluarga yang harmonis dan semua nikmat yang Allah berikan kepada kita itu merupakan rezeki dan kita tidak akan dapat menghitungnya. Jadi bisa jadi, kesehatan yang kalian miliki saat ini, kehidupan harmonis yang kalian miliki saat ini adalah buah dari kebaikan yang pernah kalian berikan kepada orang lain di masa lalu.

Saya ada beberapa kisah tentang keajaiban sedekah yang mungkin dapat menginspirasi sobat sekalian. Saya memiliki saudara yang merantau ke luar negeri dan membuka warung kecil-kecilan namun penghasilannya lumayan. Saudara saya ini memang ringan tangan dan suka memberi. Saya seringkali dikasih uang buat jajan atau beli rokok. Nah, pada suatu kesempatan saudara saya ini ingin membantu seorang gadis tuna netra yang hidupnya berbeda dengan orang normal pada umumnya. Saudara saya ini memberikan sejumlah uang kepada gadis itu dengan niat membantu tanpa maksud lain. Entahlah, seperti sebuah keajaiban, dagangan saudara saya hari itu diborong habis dan sangat ramai jika dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Aneh, tapi itu nyata. Sedekah yang diberikan oleh saudara saya tadi langsung dibalas oleh Allah dengan cara dagangannya habis semua.

Ada satu lagi kisah tentang sedekah yang sangat terkenal dan mungkin sudah sobat ketahui yaitu kisah tentang Tukang Bubur Naik Haji. Hingga kisah tersebut dibuat sinetron hingga mencapai ratusan episode. Nah, dalam kisah itu diceritakan bahwa Sulam yang bekerja sebagai seorang tukang bubur bercita-cita untuk menghajikan ibunya yang sudah tua. Ia pun bekerja lebih keras dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung. Selain itu, ia juga memberi sedekah dengan mengajak anak yatim beserta pengurus yayasan makan bersama. Hingga suatu ketika, Sulam menang undian di bank dan mendapatkan hadiah berupa sedan mewah. Hadiah itulah yang digunakan Sulam untuk berangkat haji bersama keluarganya. Saya percaya bahwa di luar sana masih banyak cerita tentang keajaiban sedekah.

Namun ada satu hal yang menurut saya perlu sobat ketahui juga bahwa sedekah itu tidak hanya berupa materi saja. Sedekah itu dapat berupa kebaikan atau jasa yang kalian lakukan untuk menolong orang lain yang sedang kesusahan. Suatu ketika saya pernah mengalami sebuah masalah yang saya tidak tahu solusinya. Saya buntu dan belum menemukan solusi. Nah pada saat itu ada salah satu tetangga saya yang motornya mogok di jalan. Saya pun membantu sebisa saya dan alhamdulillah motor itu bisa jalan. Entah itu ada kaitannya atau tidak, pada hari itu juga saya telah menemukan solusi atas permasalahan saya.

Lalu apa manfaat sedekah itu?

Jika benar-benar kita renungkan, manfaat sedekah itu adalah melatih empati kita terhadap orang-orang yang hidupnya masih di bawah kita serta dapat meringankan beban hidup mereka. Selain itu, sedekah juga akan memberikan pengaruh positif terhadap rohani atau hati kalian. Saya yakin kalian pernah merasakan sebuah perasaan atau kesan yang tidak bisa dijelaskan ketika seseorang yang kalian tolong mengucapkan rasa berterima kasih kepada kalian dengan tulus. Rasanya ada rasa lega, bahagia dan secara nggak langsung kita telah melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain. Selain itu, insyaallah sedekah akan membuat hidup kalian lebih berkah dan segala permasalahan dalam hidup kalian dengan seizin Allah akan dilancarkan dan dimudahkan. Dan perlu diingat juga bahwa sedekah khususnya sedekah jariyah itu pahalanya akan terus mengalir hingga kalian wafat nanti. Dan yang paling penting, dengan bersedekah hidup kalian akan terasa cukup dan segala keperluan kalian akan dipenuhi oleh Allah. Insyaallah.

Kemudian, bagaimana cara kita melatih sedekah itu sendiri?

Syarat utama dalam bersedekah itu sebenarnya satu, jangan riya’ atau memiliki rasa pamrih untuk dipuji orang karena Tuhan tidak suka terhadap orang yang riya’. Niatkan sedekah kalian itu sebagai bentuk murni kepedulian kalian terhadap orang lain. Perihal ikhlas atau tidaknya, menurut saya itu urusan belakangan. Yang penting kalian membiasakan diri terlebih dahulu untuk senantiasa bersedekah sesuai kemampuan dan kapasitas kalian. Jika kalian sanggup memberi sedikit, maka berilah yang sedikit itu daripada tidak memberi sama sekali. Karena saya yakin, meskipun itu sedikit buat kalian tapi boleh jadi itu bernilai besar bagi mereka yang kalian berikan.

Sebagai penutup dari tulisan saya kali ini, saya ingin merekomendasikan sebuah platform yang sangat bagus yaitu Kitabisa. Kitabisa adalah sebuah platform yang bergerak di bidang sosial untuk membantu orang-orang di seluruh nusantara yang membutuhkan bantuan. Kalian bisa mendonasikan sebagian harta kalian melalui Kitabisa. Selain itu, kita juga bisa menggalang dana di sini. Untuk mengakses platform Kitabisa, kalian langsung ke webnya atau bisa juga dengan aplikasi yang dapat didapatkan di Google Playstore. Dengan itu, kalian bisa dengan mudah berbagi kebaikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sekian dari saya. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata. Thanks atas kunjungannya. Semoga menginspirasi dan selamat bersedekah, Sobat.

Review Buku Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat Karya Mark Manson


source: edukasi.kompas.com

Beberapa bulan terakhir ini, sebuah buku dengan judul yang cukup clickbait tengah viral di kalangan kawan-kawan saya. Yap, buku itu adalah buku self emprovement (pengembangan diri) karya Mark Manson yang berjudul Sebuah Seni Bersikap Bodoh Amat (The Subtle Art to Not Giving A F*ck). Mark adalah seorang blogger Amerika ternama dengan jutaan pembaca. Bukunya yang satu ini juga termasuk salah satu buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail.

Dari pertama membaca judul bukunya saja saya sedikit tertawa berhubung selera humor saya rendah. Namun di satu sisi saya juga lumayan tertarik untuk membaca buku ini. Saya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk membaca buku ini setelah meminjamnya dari teman saya. Dan kali ini saya ingin mengulas buku tersebut berdasarkan opini dan perspektif saya sebagai seorang pembaca.

Mark membuka buku ini dengan sebuah kisah dari seorang pria yang bernama Charles Bukowsky. Ia menggambarkan Bukowsky sebagai sosok yang ideal untuk dijadikan sebuah pelajaran dalam kehidupan. Bukowsky adalah seorang pecandu alkohol, suka main perempuan, pejudi dan juga seorang penyair yang buruk. Ia bercita-cita sebagai seorang penulis namun banyak penerbit yang menolak karena tulisannya hancur dan berantakan. Selain itu, Bukowksy bekerja sebagai tukang pos dalam kesehariannya. Selama tiga puluh tahun, ia menghabiskan waktunya tanpa makna dan menganggap dirinya sebuah kegagalan. Namun pada usia 50 tahun, ada seorang Editor yang tertarik dengan tulisan Bukowsky dan menawarinya sebuah kesempatan. Bukowsky mengambil kesempatan itu dan menulis novel pertamanya Post Office dalam kurun waktu tiga minggu. Berkat itu, ia pun menjadi terkenal. Meskipun demikian, popularitasnya tidak membuat Bukowsky berhenti dari kebiasaan buruknya mabuk-mabukan dsb.

Melalui kisah Bukowsky ini, Mark ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa Bukowsky adalah seseorang yang bodo amat dengan kesuksesan. Ia menegaskan bahwa Bukowsky merupakan sosok yang jujur dengan dirinya sendiri. Meski banyak yang berkata bahwa kesuksesan Bukowsky adalah hasil dari kegigihan dan usahanya untuk meraih impian, fakta yang terjadi justru menunjukkan yang sebaliknya. Bukowsky dulu adalah seorang pecundang. Namun ia jujur dengan dirinya sendiri dan menerima hal tersebut. Menurut saya, kisah Bukowsky sebagai pembuka buku ini sangat epic dan cukup inspiratif.

Alasan kuat Mark terkait pentingnya sikap masa bodoh ini adalah sebagai berikut ini,

“Masyarakat modern saat ini, lewat keajaiban budaya konsumen dan media sosial yang giat dijadikan ajang amer, telah melahirkan generasi manusia yang percaya bahwa memiliki pengalaman-pengalaman negatif ini (rasa cemas, takut, bersalah, dan lain-lain) sangat tidak baik.”

Kita seringkali terjebak pada situasi yang tidak menguntungkan dan membuat kita berpikir bahwa kehidupan orang lain masih jauh lebih baik dari kehidupan kita. Hal itulah yang justru menyiksa diri kita. Bersikap masa bodoh adalah kuncinya.

Salah satu teori yang mendukung sikap masa bodoh Mark ini adalah teori filsuf Alan Watts tentang hukum kebalikan yang intinya adalah semakin kuat Anda merasa baik setiap saat, maka Anda akan merasa semakin tidak puas. Mark menjelaskan bahwa dunia kadang berjalan secara terbalik. Contoh saja ketika kita berharap sesuatu yang bagus atau terlalu fokus, terkadang hasilnya malah berantakan. Sebaliknya ketika kita kurang memedulikan sesuatu atau hanya sekadar iseng malah menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Mark pun menjelaskan definisi bodo amat dalam buku ini,
“Masa bodoh atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar rintangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan.”

Ia pun membagi seni bersikap masa bodoh ini menjadi tiga poin penting yaitu:

1. Masa bodoh bukan berarti acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda.
Dalam poin ini, Mark menjelaskan bahwa kita tidak perlu merisaukan banyak hal yang tidak penting seperti komentar orang tentang rambut baru kita dsb. Ia juga menegaskan bahwa masalah itu ada bukan untuk dihindari karena masalah pasti akan selalu ada dalam hidup. Oleh sebab itu, setiap individu harus menemukan sebuah masalah yang dapat dihadapi dan dinikmati.

2. Untuk bisa mengatakan “bodo amat”  pada kesulitan pertama-tama Anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.
Pada poin ini, Mark menjelaskan bahwa seseorang harus menemukan sesuatu yang penting dan bermakna dalam hidup, Hal ini penting agar waktu serta tenaga yang dicurahkan dapat tersalurkan dengan benar. Apabila seseorang tidak menemukan sesuatu yang penting maka perhatian mereka akan tercurahkan untuk hal-hal yang sia-sia.

3. Anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan.
Pada bagian ini, Mark memaparkan bahwa manusia selama hidupnya pasti memiliki sesuatu untuk diperhatikan. Namun semakin bertambahnya usia, seseorang harus lebih selektif dalam memilih sesuatu untuk diperhatikan. Inilah yang disebut sebagai kedewasaan. Dalam tahap ini, manusia akan mulai mengetahui identitas mereka dan menerimanya sepenuh hati dan Mark menjelaskan bahwa manusia akan merasa merdeka jika mereka menerima semua itu. Sepeti kisah Bukoswky yang jujur dengan dirinya dan menerima segala kekurangannya.

Mark sendiri menyatakan bahwa,
“Buku ini tidak berbicara bagaimana meringankan masalah atau rasa sakit. Bukan juga panduan untuk mencapai sesuatu. Namun, sebaliknya buku ini akan mengubah rasa sakit menjadi kekuatan, dan mengubah masalah menjadi masalah yang lebih baik. Khususnya buku ini mengajari untuk peduli lebih sedikit,”

Banyak dari kita yang menganggap bahwa masalah dan rasa sakit itu sudah sepatutnya dihindari. Padahal rasa sakit dan masalah adalah sesuatu yang akan selalu ada dalam kehidupan tinggal bagamana seseorang menghadapinya. Selain itu, banyak dari masyarakat kita yang terlalu banyak peduli pada hal-hal yang sepatutnya tidak dipedulikan. Contoh yang paling konkrit adalah kita terlalu peduli dengan komentar-komentar serta penilaian orang lain terhadap diri kita. Melalui buku ini, Mark ingin mencoba memberikan perspektif baru kepada kita semua.

Baiklah pemaparan di atas masihlah permulaan tentang sikap bodo amat. Buku ini terbagi ke dalam beberapa bab dan Mark membagi bab tersebut berdasarkan beberapa topik yang penting untuk dibicarakan. Meskipun saya sendiri merasa cukup susah untuk menangkap semua substansi dari buku ini tapi ada beberapa poin penting yang akan saya jadikan sebagai fokus utama dalam review buku ini. Poin-poin tersebut adalah tentang kebahagiaan dan penderitaan, nilai, proses dan komitmen.

Mark mengungkapkan beberapa nilai yang dianggapnya sebagai sampah. Ia membagi nilai tersebut ke dalam empat besar yaitu kenikmatan, kesuksesan material, selalu benar dan tetap positif. Ia menganggap nilai-nilai tersebut sangat tidak rasional dan cenderung merugikan. Contohn saja tentang kesuksesan material bahwa tidak ada relasi antara kebahagiaan dengan kesuksesan duniawi dan manusia tidak akan pernah puas jika memiliki nilai yang didasarkan pada kesuksesan material. Selain itu, Mark juga membagi nilai ini menjadi dua yaitu nilai baik dan buruk berdasarkan tolak ukur tertentu. Perbedaan antara kedua nilai tersebut adalah jika nilai baik bersumber pada kenyataan, maka nilai yang buruk itu berdasarkan pada takhayul atau imajinasi semata.

Selain itu, yang saya suka dari buku ini adalah tentang cara Mark menunjukkan kepada pembacanya untuk mencintai sebuah proses bukan mencintai hasil. Hal ini sudah menjadi sebuah paradoks dalam masyarakat kita bahwa kebanyakan dari mereka menginginkan sesuatu secara instan tanpa menempuh pengorbanan atau rasa sakit. Mark mengajak para pembaca untuk mencintai sebuah proses dan penderitaan dalam meraih sebuah tujuan. Ia juga menekankan sebuah prinsip untuk melakukan sesuatu, tidak peduli bagaimana hasil akhirnya nanti.

Hal terakhir yang ingin saya bahas di sini adalah mengenai komitmen. Rasanya Mark sangat paham betul dengan apa yang disebut komitmen. Ia bercerita bahwa dirinya telah berkunjung ke banyak tempat dan berkencan dengan banyak perempuan. Pada awalnya ia tidak ingin menjalin sebuah komitmen, tetapi pada suatu titik ia sampai pada tahap ketika ia harus memilih untuk menetapkan sebuah pilihan. Ia merasakan sebuah hal yang luar biasa ketika dia memilih untuk berkomitmen pada satu hal. Apa yang ada di sekitarnya terasa menjadi lebih berarti.

Nah, barangkali itu beberapa poin penting yang ada di dalam buku ini. Jujur memang aga susah memahami buku ini secara menyeluruh. Ketika saya membaca buku ini ada beberapa hal yang menurut saya ngambang dan bertanya-tanya apa kaitannya dengan sikap masa bodoh ini. Namun secara keseluruhan buku ini layak untuk dibaca dan dapat memberikan perspektif baru kepada kalian.

Sebagai kesimpulan, bersikap masa bodoh itu penting agar kita tidak memedulikan segala hal dalam hidup kita. Dengan bersikap bodo amat kita bisa mensortir perhatian kita terhadap hal-hal penting dan prioritas. Bersikap bodo amat juga dapat diartikan bahwa kita fokus pada satu hal.

Demikian ulasan saya. Terima kasih atas kunjungan kalian. Semoga menginspirasi.

Ngebahas Kelulusan Bayu Skak Setelah Cuti Kuliah Selama 3,5 Tahun


source: kapanlagi.com

Untuk memulai tulisan kali ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada Mas Bayu Skak karena telah lulus dan menyandang gelar S1-nya. Kelulusannya mungkin terdengar unik karena pasalnya Bayu Skak tidak pernah kuliah selama 3,5 tahun. Ia diluluskan oleh pihak Universitas Negeri Malang berkat karyanya yaitu film YOWIS BEN yang berskala nasional serta mendapat apresiasi dari Bapak Joko Widodo. Film itu ibarat Golden Ticket bagi Bayu Skak untuk memperoleh gelar sarjananya. Dan itu sangat layak untuk diapresiasi karena perjuangan untuk membuat film hingga sukses itu bukan perkara yang sederana.

Terkait dengan kelulusannya, Bayu Skak menulis sebuah caption yang menurut saya sangat menginspirasi bagi sebagian orang khususnya mereka yang tengah merintis sebuah karya dan mengikuti jalan hidup mereka. Berikut adalah caption lengkap yang ditulis Bayu Skak di akun Instagramnya:

“Tidak pernah kuliah selama 3,5 tahun saya diluluskan UM. Jika membaca kalimat tersebut akan terkesan enak sekali dan special sekali, namun baca caption ini sampai habis.

Saya adalah angkatan tahun 2011 dan tahun ini adalah tahun terakhir perkuliahan saya, jika saya tidak segera lulus saya akan di DO. UM selaku kampus saya, menghubungi saya dan menawari saya agar bisa lulus. Yang menjadi pertimbangan UM agar saya lulus adalah , karya film saya YOWIS BEN. UM mengapresiasi kerja keras saya merealisasikan film Yowis Ben, mereka melihat bahwa ini adalah prestasi yang gemilang. Seorang mahasiswa UM yang sering bolos dan bahkan cuti agar bisa merealisasikan projectnya tapi bolos dan cuti itu tidak digunakan untuk hal-hal negatif melainkan untuk project ini. Akhirnya pun Film ini sukses dengan mengangkat Bahasa Daerah, mendapat jumlah penonto 935.000 dan diapresiasi oleh Presiden.

Sebenarnya ketika berbicara mengenai kelulusan saya ini saya agak takut jika ke depan ada banyak orang yang tidak terima dengan ini, namun Pak Rektor dan Pak Wakil Rektor bilang ke saya,
‘jika ke depan ada yang gak terima dengan jalan yang diberikan UM ke kamu ya silahkan mereka bisa cuti kuliah trus bikin karya yang sampai berhasil di Nasional dan diminati masyarakat nanti juga akan kami luluskan.’

Oke jadi dari sini yang bisa kita ambil adalah kita bisa memilih jalan kita sendiri, tidak harus memilih jalan yang membosankan. Saya mahasiswa UM, semester 1-4 saya dapat mata kuliah tentang Videografi, Sinematografi saya gali dengan maximal. Setelah itu saya pingin merealisasikan project saya sendiri yaitu karya flm besar layar lebar Nasional. Jadi saya memberanikan diri untuk cuti dan terjun maksimal di project yang saya kerjakan. Yang saya lakukan ini adalah gambling, benar-benar nekat dan hanya bermodal berani dan yakin. Tapi saya maksimal di sini dan akhirnya apa yang saya kerjakan ini menghasilkan buah yang manis yang bisa saya nikmati. MAKARYO TERUS REK!tulis Bayu Skak.

Saya yakin hampir semua orang yang membaca tulisan Bayu Skak itu akan terinspirasi dan salut dengan perjuangan Bayu Skak. Keberaniannya untuk mengambil resiko demi mengejar impiannya mungkin tidak mudah dilakukan bagi kebanyakan orang. Namun Bayu Skak berani melakukan hal itu dan tidak peduli terhadap konsekuensi-konsekuensi yang akan ia peroleh. Ia hanya percaya dengan jalan yang telah dipilihnya dan mendedikasikan segalanya untuk merealisaskan project-nya. Dan yang paling patut diapresiasi adalah Bayu Skak mampu mewujudkan itu semua.

Selain itu, saya sebagai mahasiswa juga sangat senang dengan keputusan pihak Universitas Negeri Malang karena ini merupakan salah satu bukti dukungan terhadap kreatifitas para mahasiswa yang agar bisa berprestasi dan berkarya di luar dunia akademik. Semoga dengan hal ini, banyak para pemuda khususnya mahasiswa yang termotivasi untuk membuat sebuah karya dan mampu mendapatkan apresiasi berskala Nasional.

Dari  Bayu Skak kita juga dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa kita tidak perlu takut untuk mengambil sebuah pilihan dalam hidup karena boleh jadi pilihan itulah yang akan menuntun kita menuju kesuksesan.

Sebagai penutup, pesan dari Bayu Skak di akhir caption untuk terus berkarya sudah sepatutnya kita tancapkan dalam benak dan kita jadikan acuan untuk memulai langkah kita masing-masing dalam berkarya. Dengan berkarya, kita akan dikenal oleh orang-orang di luar sana dan  itu akan menjadi sebuah kebanggaan untuk kita.

6 Alasan Mengapa Luffy Harus Mengalahkan Kaido


source: youtube.com

Selamat malam sobat sekalian. Arc Wano saat ini tengah memasuki cerita yang cukup panas dan kompleks berhubung bos besar yaitu Kaido telah diperlihatkan oleh Oda dalam wujud seekora Naga buas. Hal ini memicu berbagai perdebatan sekaligus diskusi hebat mengenai bagaimana cara Luffy mengalahkan makhluk yang tidak terkalahkan tersebut. Nobody know. Hanya Tuhan dan Oda (walaupun Oda beberapa waktu lalu pernah bilang bahwa dia bingung mengenai cara mengalahkan Kaido) yang tahu nanti?

Nah, kali ini saya tidak ingin mengulas mengenai teknik atau cara yang akan digunakan Luffy untuk mengalahkan Kaido, tetapi saya ingin membahas mengenai alasan-alasan yang mengharuskan Luffy untuk mengalahkan Kaido dengan tangannya sendiri. Saya sendiri melihat ada banyak fans yang meragukan kapasitas Luffy dan berasumsi bahwa Kaido akan dikalahkan oleh gabungan kekuatan para Supernova seperti Kid, Law, Hawkins, Apoo dan bahkan Zoro.

Baik, langsung saja kita ulas bersama ini dia beberapa alasan Luffy yan harus mengalahkan Kaido.

1. Janji kepada Momonosuke

Janji adalah sesuatu yang harus kau tepati tak peduli apapun yang terjadi. Sebagai seoang pria sejati kau tidak boleh mengingkari janji yang telah dibuat. Barangkali itu adalah kata-kata yang dipegang teguh oleh Luffy. Ia bukanlah tipe pria yang suka mengingkari janji. Konsep mengenai janji semacam ini telah kita lihat pada arc-arc sebelumnya. Contoh paling konkrit adalah janji Luffy kepada Vivi untuk mengalahkan Crocodile yang telah menyebabkan penderitaan kepada rakyata Arabasta. Meskipun pada awalnya mustahil bagi Luffy mengalahkan Crocodile yang berstatus Sichibukai, pada akhirnya Luffy mampu mengalahkannya dan membuktikan janjinya kepada Vivi.

Hal serupa diperlihatkan Luffy ketika berada di Dressrosa. Ia berjanji kepada Rebecca untuk mengalahkan Doflamingo dan menjatuhkan kekuasaannya demi membalas hutang budi makanan kepada Rebecca. Sekali lagi, Luffy membuktikan janjinya dengan menumbangkan Doflamingo dan kedamaian pun kembali diraih oleh masyarakat Dressrosa. Meskipun pada waktu itu Luffy dibantu oleh Law, tetapi Luffy tetaplah yang memiliki kendali penuh terhadap pertarungannya. 

Nah, dari dua contoh kasus di atas, secara tidak langsung menyiratkan bahwa Luffy memiliki kewajiban untuk menuntaskan janjinya terhadap Momonosuke untuk mengalahkan Kaido.

2. 3D2Y

Latihan Luffy selama dua tahun penuh melawan binatang-binatang buas tentu memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan kekuatannya. Selain menguasai haki, Luffy juga terbukti telah mengembangkan kemampuan Gear 4th dengan berbagai macam variasi seperti Boundman, Tankman dan Snakeman. Saya yakin, kekuatan itu masih belum maksimal karena ada banyak potensi-potensi Luffy yang kemungkinan masih dikeluarkan secara penuh dalam cerita. Apalagi konsep Awakening yang masih belum dikuasai oleh Luffy.

Jika kita lihat, kekuatan Luffy akan meningkat seiring dengan kesulitan-kesulitan yang ditemuinya dalam pertarungan. Bukan hal yang mustahil juga jika Luffy akan mengeluarkan kemampuan penuhnya saat melawan Kaido. Latihan yang dilakukan bersama Rayleigh akan ditunjukkan sepenuhnya dalam pertarungan nanti.

3. Kekuatan Luffy sudah di atas tingkat Komandan Yonkou

Tumbangnya dua komandan Yonkou, Cracker dan Katakuri merupakan sebuah babak baru bagi Luffy. Dalam hal ini, Oda tidak terburu-buru untuk menghadapkan Luffy dengan Yonkou secara langsung. Oda dengan cerdas membuat sebuah plot yang rapi. Luffy harus menaiki tangga sepijak demi sepijak sebelum menuju puncak. Sebelum merasakan kekuatan Yonkou, Luffy harus dihadapkan terlebih dahulu kepada para komandan Yonkou. Hal ini penting bagi perkembangan kekuatan Luffy sehingga ia tidak langsung shock jika bertarung dengan Yonkou.

Pada awalnya, Luffy mengalami kesulitan melawan komandan Yonkou. Dalam pertarungannya melawan Cracker, ia harus dibantu oleh Nami dan mengalami beberapa kesulitan. Namun kesulitan-kesulitan itu dapat ia atasi dan Cracker pun berhasil dikalahkan. Selanjutnya, Luffy harus berhadapan dengan Katakuri yang memiliki bounty lebih dari 1 Milyar berry. Seperti yang kita lihat, Luffy pada mulanya seperti tidak ada apa-apanya di hadapan Katakuri. Ia harus bersusah payah untuk mengalahkan Katakuri. Setelah melewati pertarungan yang sengit, Luffy akhirnya mampu menumbangkan Katakuri. Dan pertarungan mereka berdua hampir dikatakan seimbang. Pertarungannya melawan Katakuri sangat berdampak besar pada Kenbunshoku no haki miliknya. Luffy juga mampu melihat sedikit masa depan.

Dari pemaparan di atas, tingkat Luffy saat ini bukanlah bajak laut biasa dan setingkat di atas komandan Yonkou dan bahkan hampir setara dengan Yonkou. Apalagi terdapat deklarasi sepihak dari pihak Morgan News yang mengatkan bahwa Luffy adalah kaisar kelima. So, Luffy saat ini sangat worth it untuk face to face melawan Kaido.

4. Menyakiti Warga Wano, Klan Kouzuki dan Suku Mink

Luffy adalah orang yang sangat membenci penindasan. Ketika ada orang yang menderita, Luffy sebisa mungkin berusaha untuk membantu orang tersebut. Ia adalah tipe orang yang selalu mengikuti kata hatinya. Seperti yang kita tahu, Kaido merupakan bajak laut kejam yang menindas serta merampas kebebasan masyarakat Wano. Terlebih, Kaido juga telah membunuh ayah serta ibu Momonosuke.

Kejahatan-kejahatan Kaido sudah tidak dapat dimaafkan lagi oleh Luffy. Semakin kuat kebencian Luffy terhadap musuhnya dan semakin berat beban dan harapan yang ditanggung Luffy, maka semakin kuat pula kekuatannya. Saat ini, Luffy tengah menanggung harapan dari suku Mink, klan Kouzuki dan teman-temannya sendiri.

5. Syarat untuk Menemui Shanks

Mengalahkan Kaido adalah salah satu syarat utama Luffy untuk menemui Shanks. Ia telah berjanji kepada Shanks untuk mengembalikan topi jerami itu setelah menjadi bajak laut yang hebat. Lalu, apa standar atau tolak ukur bahwa Luffy dapat dikatakan sebagai bajak laut hebat?

Jawaban yang paling tepat adalah Luffy harus setingkat dengan Shanks. Untuk itu, ia harus bisa mengalahkan seorang Yonkou dan berada di tingkat yang sama dengan Shanks. Kita tahu sendiri bahwa Shanks merupakan orang yang pernah berhadapan dengan Kaido sebelum perang besar di Marineford dimulai. Meskipun tidak diperlihatkan secara langsung, dapat dikatakan bahwa pertarungan antara Kaido dan Shanks waktu itu imbang.

6. Untuk Mewujudkan Impiannya Menjadi Raja Bajak Laut

Mengalahkan seorang Yonkou adalah syarat utama untuk menjadi penguasa di lautan. Siapa yang berdiri di atas puncak, ialah yang berhak menyandang gelar Raja Bajak Laut. Luffy sendiri pernah bilang bahwa dia sudah muak terus-terusan berlari dan menghindari musuh yang kuat. Ia bertekad untuk mengalahkan musuh-musunya baik itu admiral atau seorang Yonkou. Karena tanpa melakukan hal itu, Luffy tidak akan pernah bisa menjadi seorang Raja Bajak Laut.

****

Baiklah, mungkin itu saja kawan-kawan beberapa alasan logis mengapa harus Luffy yang mengalahkan Kaido. Pendapat ini tidaklah mutlak namun dapat dijadikan acuan untuk pertarungan ke depan. Karena jalan cerita One Piece sangatlah sulit untuk ditebak. Semoga tulisan ini dapat menghibur sobat sekalian.

Euforia Masa Maba dan Ironi Semester Tua


source: mamikos.com


“Capek kuliah, pengen nikah aja.”

Salah satu celetukan yang beberapa waktu lalu kerap digaung-gaungkan oleh kawan-kawan saya khususnya yang perempuan. Memang, pada semester kelima ini tugas-tugas kian memusingkan dan bisa membuat mata berkunang-kunang karena begadang semalaman. Saya menulis tulisan ini berangkat dari permasalahan tersebut karena saya sendiri juga sedang mencapai titik yang paling menjenuhkan dalam dunia perkuliahan.

Apabila dilihat kembali, sudah dua tahun ini saya duduk di bangku perkuliahan dan telah melalui banyak hal. Namun tak dapat dipungkiri bahwa di semester yang sudah memasuki semester tua ini, tugas-tugas kian banyak dan semakin berbobot (susah). Apalagi ditambah pikiran-pikiran lain di luar akademis seperti cari kerja, orgnasisasi atau masalah nikah hehe.

Nuansa di semester tua memang sangat jauh berbeda dengan masa-masa maba yang penuh kenangan manis karena bisa bersantai ria dan tekanan yang tak terlalu banyak. Ibarat sungai alirannya masih tenang-tenang saja. Walaupun ada gejolak, paling-paling hanya beberapa saat saja.

Masa maba memang adalah masa yang paling menyenangkan. Kita masih dipenuhi semangat yang berapi-api. Seperti lagu dari Haji Rhoma Irama. Darah muda kita pada masa maba tengah bersemangat dan menggebu-gebu dan mungkin berada pada puncaknya. Sewaktu maba, rasanya kita sangat rajin datang ke kelas. Semangat berdiskusi dan berbagai pemikiran-pemikiran baru.

Ketika teman presentasi rasanya kita ingin jadi yang pertama kali mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan nilai plus dari dosen, pertanda kita aktif di dalam perkuliahan. Walaupun jujur dapat dikatakan bahwa bertanya setelah teman selesai presentasi itu terkadang sifatnya formalitas belaka dan substansinya hampir tidak ada (karena biasanya itu hanya digunakan untuk menguji bukan benar-benar bahan untuk diskusi).

Pada masa maba, kita juga masih bisa tersenyum terutama ketika melihat si doi yang cantik. Atau mungkin melihat kating-kating yang aduhai. Semua ini sudah hampir hilang sensasinya dan tidak terlalu terasa di semester-semester tua. Karena yang ada di pikiran kita para mahasiswa yang beranjak tua adalah tugas, tugas dan kapan lulus?.

Euforia-euforia pada masa maba itu akan mulai hilang seiring dengan meningkatnya semester kita. Berganti dengan ironi-ironi yang terkadang menyesakkan hati. Jadi mungkin itu sedikit curahan saya pada tulisan kali ini.

Lalu apa substansi dari artikel ini?

Mungkin jika pada sesi ini saya hanya curhat semata, rasanya akan sia-sia. Oleh sebab itu, paling tidak saya ingin menitipkan pesan moral kepada kalian semua. Pesan moral yang ingin saya sampaikan adalah hidup tidak akan berjalan lempeng-lempeng saja. Seperti aliran sungai yang pada mulanya tenang akan berubah bergejolak ketika sampai pada titik tertentu. Tinggal bagaimana cara kita menghadapi gejolak tersebut. Lari atau hadapi dengan kapasitas kita masing-masing. Dan yang paling penting, saya ingin menyampaikan bahwa nikah bukan solusi ketika kita tengah capek dengan tugas-tugas kuliah karena realita hidup yang sesungguhnya itu adalah masa-masa setelah kuliah dan itu jauh lebih berat dari tugas-tugas kuliah.

Selain itu, tulisan ini juga sebagai salah satu cara saya untuk mengenang masa-masa nostalgia sewaktu masih maba dan masih berwajah sumringah ketika hidup masih baik-baik saja. Dan untuk ke depan mungkin saya juga akan lebih sering menulis artikel-artikel curhat semacam ini karena itu cukup menjadi obat dari kesuntukan saya terhadap dunia perkuliahan.

Semoga tulisan ini menghibur dan terima kasih atas kunjungannya.


25 Kata-Kata Motivasi Youth Ideal untuk Kaum Muda

Selamat sore, sobat. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan beberapa quotes inspiratif dari Youth Ideal yang akan memberikan motivasi kepada sobat sekalian. Nah, kata-kata dari Youth Ideal ini berisi tentang semangat meraih mimpi, tentang makna kegagalan dan hal-hal lain seperti cinta yang pas buat kalian para generasi muda. Kalian juga dapat mengikuti akun Instagram-nya @youthideal untuk mendapatkan quotes-quotes lebih banyak.

Nah, kali MogiMogy sudah memilih beberapa quotes keren dari Youth Ideal. Langsung saja ini dia.

1. Selama kita tetap percaya kepada Tuhan, pasti selalu ada jalan.

2. Selalu menjadi pribadi yang arif dan rendah hati kapanpun.

3. Kita selalu perlu tujuan

4. Jangan lupa mengingat Tuhan

5. Dewasa itu perlu proses

6. Kita terkadang perlu istirahat sejenak ketika lelah

7. Selalu ingat mereka yang mendukungmu.

8. Jangan pernah melupakan arah tujuanmu

9. Sesekali kita harus belajar memberi lebih.

10. Terus semangat untuk mewujudkan impian itu.

11. Selalu sederhana dalam hidup

12. Bertumbuh itu proses

13. Kita perlu lebih peka

14. Tak perlu peduli dengan omongan orang lain

15. Menanam untuk memanen

16. Harapan tidak akan pernah hilang selama kita berusaha dan berdoa 
17. Mungkin saja

18. Selalu ringan tangan


19. Sukseslah dan buat orang tuamu bangga

20. Jangan pernah takut dengan kegagalan

21. Selalu berusaha lebih baik

22. Langkah masih tetap terjaga meski tak bersamamu

23. Yang hilang pasti diganti

24. Tekan egomu

25. Di atas langit masih ada langit

source: Instagram/@youthideal