Perubahan

www.youtube.com

Sebuah kata yang tak pernah bisa disangkal, yang slalu kita lihat dan bahkan kita rasakan sendiri yaitu perubahan. Siang berubah menjadi malam, pagi berubah menjadi sore, semuanya butuh perubahan. Hari ini kita makan ikan, besok kadang berubah menjadi ayam, esok lusa berubah menjadi daging. Dimanapun kita berada, selalu kita jumpai perubahan. Disaat kita disekolah dari hari ke hari pelajaran yang kita pelajari juga berubah, bulan pun juga berubah-ubah dari cembung, sabit , sampai ke bulan purnama.

Semua yang didunia ini pasti mengalami perubahan, hutan yang dulu lebat dan rindang berubah menjadi gundul dan gersang akibat ulah dari keserakahan manusia. Sungai yang airnya bening kini menjadi keruh, akibat limbah yang terbuang disepanjang sungai. Udara yang dulunya sejuk kini menjadi panas dan pengap ditengah industri besar-besaran dunia demi mencapai kemakmuran yang semu yang tiada memperdulikan resiko yang ditimbulkan oleh hal tersebut.

Langit yang biasanya cerah kadang berubah menjadi mendung pertanda akan turunnya hujan. Tumbuhan yang tadinya kecil, setelah beberapa bulan mulai berubah menjadi lebih besar dan besar. Kita yang tadinya seorang bayi, berubah menjadi seorang anak kecil, berubah lagi menjadi remaja, berubah lagi menjadi dewasa , lalu tua hingga tutup usia.

Perubahan tidak hanya terjadi pada fisik dan tubuh seseorang, terkadang mental dan sikap seseorang juga mengalami perubahan. Orang yang dulunya baik bisa juga berubah jadi orang buruk akibat pergaulan yang buruk. Sebaliknya orang jahat yang bergaul dengan orang baik, ia bisa merubah sikapnya menjadi orang yang lebih baik lagi.

Anak bodoh yang mau berusaha dan rajin belajar, dia menjadi anak yang cerdas bukan hanya pintar. Sebaliknya juga, anak pintar yang sombong yang tidak mau belajar dan malas berusaha, akan menjadi seorang pemalas dan mungkin bisa jadi orang yang bodoh.

Namun hal yang sering kita lalaikan adalah apa yang terjadi dalam diri kita sendiri. Tanpa kita tahu atau kita sadari kita sudah bukan diri kita sendiri lagi, kita sudah menjadi orang lain sehingga orang lain yang tadinya mengenal kita menjadi tidak kenal sama sekali. Kita kadang tidak peka terhadap keadaan. Sadar atau tidak perubahan itu juga terjadi dalam diri kita.

Imajinasi

masgedon.blogspot.com

Jumpa lagi, bro bro yang sedang ada dirumah, warnet, atau dimanapun anda berada. Gue lagi pengen seru-seruan daripada galau-galauan entar malah sedih. Oke gue pengen ngajak kalian semuanya buat berandai-andai atau imajinasi.
Mungkin bagi kalian sekarang berimajinasi bukanlah sesuatu yang menjadi kebiasaan. Beda sama kalian saat kecil dulu, pikiran kita berpetualang ke segala penjuru tempat didunia ini. Mengkhayalkan hal-hal yang sesuai dengan apa yang kita rasakan.
Jika anak kecil senang bernyanyi maka ia akan bermimpi jadi seorang penyanyi. Jika ia senang main dokter-dokter’an, maka ia akan bermimpi menjadi astronot (kagak nyambung).
Anak kecil berimajinasi tidak hanya berkhayal tentang masa depan mereka namun apa yang sedang mereka rasakan. Misalkan ada seorang anak kecil membawa sebatang kayu, ia serasa membawa sebuah pedang yang berhasrat ingin menebas segala hal yang ada dihadapannya, namun sayang tidak ada apa-apa didepannya jadinya dia tidak jadi menebas. Namun sebatang tongkat tadi juga bisa diibaratkan menjadi sebuah pistol mainan, bersama anak sepermainannya ia bertingkah layaknya tentara yang sedang berperang di medan tempur.
Tak hanya itu, kalian tau kardus, Itu lho yang biasa buat orang pup (itu kakus). Ketika anak kecil duduk didalam kardus, ia serasa naik sebuah mobil balap, tertawa sambil berbicara yang nyleneh-nyleneh. Ngeng....Ngeng....Ngeeeeeeng gak taunya udah sampai digaris finish (padahal dia gak kemana-mana tapi rasanya dia sudah melaju jauh).
Fantastis bukan, berkhayal bisa membuat orang ceria. Bayangin aja dari orang murung kena mencret yang gak berhenti-berhenti berkhayal kalau yang kena mencret itu orang yang ia benci. Mencret itu seakan hilang walau sementara. Contoh lain orang pendek yang berkhayal tinggi, ia merasa bangga karena didalam imajinasinya ia lebih tinggi dari orang-orang tinggi (saking tingginya dia susah mau pup dimana).
Yang paling sering terjadi disekitar kita adalah orang jelek yang berimajinasi menjadi ganteng. Wuiih, gile banyak banget dah. Dalam imajinasi mereka orang-orang ganteng udah gak ada apa-apanya karena kalah dengan kegantengannya. Karena terlalu ganteng, cewek-cewek pada gak mau pacaran sama dia karena merasa tak pantas bersanding dengan orang yang terlalu ganteng. Duuaaaaar, lampu pecah kini redup imajinasinya hilang hahahahha.
Tapi saran gue sebagai imajinator (wuis istilah gue bagi orang yang suka berimajinasi), kita itu kalau berimajinasi harus yang logis yang bisa diusahakan yang possible gitu loh. Karena apa, kalau kita berimajinasi yang gak logis itu malah akan membuat kita jadi bingung sendiri. Misal kalian pengen jadi spiderman, gak logis banget, Kalian malah bingung gimana ngeluarin jaring buat manjat dinding, mending ngeluarin jaring buat nangkap ikan buat tambah penghasilan hahahahha.
Imajinasi yang logis misal kayak gini, kita punya angan-angan buat bangun rumah. Itu bisa dilogika, karena ada beberapa cara yang mampu ditempuh untuk mewujudkannya. Lalu kalau kita berimajinasi ingin menjadi seorang presiden, bukan hal yang gak mungkin kalau kita berusaha dan berdoa agar mimpi itu terwujud.


Terakhir, bolehlah kita berandai-andai, berimajinasi, berkhayal, yang terpenting masih logis dan terdapat cara untuk mewujudkan imajinasi kita tadi. Sekian bro bro, cuy cuy , kakek nenek, entah apa panggilan yang sering lo pakai yang penting terimakasih banyak buat kalian yang udah baca postingan gue kali ini.