20 Puisi Setjangkir Kopi Yang Romantis Untuk Seseorang

Selamat malam gaes, kali ini saya ingin membagikan kumpulan puisi karya Setjangkir Kopi yang romantis dan juga membuat baper. Puisi-puisi di bawah ini ditulis dengan kata-kata yang sangat bagus dan tentunya tidak berlebihan. Kalian juga bisa menemukan kumpulan puisi-puisi menarik lainnya di akun Instagram-nya. Baik, langsung saja ini dia puisi-puisi yang menurut saya paling menarik juga menyentuh.



1. Dengan menulis puisi, kita serasa lebih bersenyawa

2. Puisi untuk kamu dan dia yang sudah saling tidak memberi kabar

3. Melupakan kebiasaan lama memang sulit, terutama tentangmu

4. Harapan semoga kamu masih mengingatku

5. Kamu bisa mencintai segala tentangku

6. Puisi yang menyedihkan untuk dia yang berduka

7. Ini tentang mimpi kita yang tak sampai

8. Semoga kamu bisa menjadi apa yang aku harapkan

9. Tentang kamu yang sebatas singgah

10. Hujan sarat tentangmu dan aku

11. Sungguh sulit dimengerti

12. Sejatinya, aku masih selalu mengenangmu

13. Ungkapkan perasaanmu dengan puisi ini

14. Intinya selalu menyatu dan bersama

15. Maka dari itu, tulislah puisi agar ia abadi

16. Karena melupakanmu tak memerlukan jeda

17. Aku tak ingin melepasmu, karena kita saling membutuhkan

18. Bagi penikmat kopi tentu mengerti

19. Munajatku untukmu ketika sore tiba

20. Sangat sakit melihatmu dengan dia

Sumber: Instagram/@setjangkir.kopi

Baca juga: Kopi dan Penulis

Cerpen - Penjelma Pingkan

source: id.tubgit.com

Dia terlihat cantik hari ini. Sungguh sangat cantik. Aku duduk di sudut ruangan, menatap layar ponselku lamat-lamat. Tanpa kuduga, ia telah berdiri di hadapanku. Kulihat samar gincunya yang merah jambu pada bibirnya yang tipis, lalu kudengar suaranya yang ramah. Kemudian, dengan lugas, ia pun mulai bercerita kepadaku tentang novel yang kupinjamkan kisaran dua minggu yang lalu.
        
Aku menyimaknya bercerita, sembari kusela terkadang. Ia terpukau dengan kisah cinta Pingkan dan Sarwono. Kawan, kau tahu siapa mereka, bukan? Adalah sepasang kekasih, yang menjalin kasih dalam sebuah novel yang diadaptasi dari puisi karya Sapardi. “Hujan Bulan Juni” judul novel yang membuat kami berdua saling tertarik untuk membacanya kisaran seratus lembar halaman.

Senyumnya membuncah ketika ia dengan lugas bercerita. Tentang sosok Pingkan dan Sarwono yang punya latar berbeda, agama yang tak seiman, dan suku yang tak sama pula. Tetapi, mereka bisa membuat kisah cinta yang menarik untuk para pembaca. Terutama, kata-kata Sapardi yang terkadang tidak kami mengerti namun mampu membius kami. Kata-kata yang sarat akan sastra dengan beragam diksi yang membingungkan namun mengesankan.
            
“Sayangnya, cerita dari novel itu menggantung,” katanya kepadaku sedikit kecewa. Aku tersenyum menatapnya. Pendapatku sejalan dengan pikirannya. Novel itu memang memberikan tanda tanya besar di akhir cerita, seolah ada lanjutan dari kisah cinta mereka berdua.
            
“Kupikir, Sarwono mati di akhir cerita,” kataku pelan. Aku menjelaskan beberapa kata-kata yang mengindikasikan kemungkinan tersebut. Ia sedikit kecewa dengan penuturanku, seolah menyesalkan jika memang Sarwono harus mati. Nyatanya, dalam novel itu Sarwono mengidap paru-paru basah di akhir halaman. Tak ada lanjutan, atau ketegasan pasti. Akan tetapi, dari raut wajahnya aku mampu menangkap bahwa ia mengharapkan akhir yang indah di akhir cerita.
            
Dia masih di hadapanku untuk sementara waktu. Lalu, ia tersenyum lagi sebelum meninggalkan tempatnya. Sempat, aku pernah mendapatinya berkata-kata, tentang anggapan gilanya yang mengumpamakan dirinya seolah Pingkan. Ia menjelma dan mencoba merasuk ke dalam alur cerita. Aku sempat tertawa dalam hati, tapi aku tidak menyangkalnya. Dia memang cantik, barangkali serupa Pingkan. Kupikir, aku bisa menjadikannya naungan hati.
            
Aku terlempar ke masa lalu lagi, ketika pertama kali aku mengenalnya. Kupikir, tak ada yang spesial dari pertemuan itu. Dia hanya perempuan biasa, yang tanpa terduga membuat aku sesaat jatuh cinta. Aku ingat, ia pernah tertawa kecil menatapku dengan tatapan yang berbeda. Di sebuah kali kecil di pedesaan tempat awal perkenalan kami. Namun, aku tak melarutkan perasaan kala itu. Kupikir dia tidak menyukaiku. Aku masih ingat pula, ia sempat memintaku menyanyikan lagu untuknya. Aku tertawa, menatap wajah polosnya. Lalu ia memanahkan senyumannya yang membuat aku kian yakin kepadanya dalam waktu singkat.

Baca juga: Lara Si Gaun Merah
           
Sejalan kemudian, aku baru tahu kalau dia suka menulis puisi. Kata-kata yang indah, menurutku. Ia menciptakan puisi yang terkadang tidak aku mengerti satu pun makna dari puisi-puisi itu. Tapi, kata-kata itu indah, seolah memiliki daya magis yang luar biasa yang membawaku masuk ke dunianya. Barangkali, akan menjadi suatu mahakarya yang menakjubkan jika aku membuat sebuah cerita bersamanya. Bagaimana tidak? Tentu, hidupku akan dipenuhi oleh kata-kata. Tentu saja, ia akan selalu berpuisi tanpa kenal lelah.  

Satu lagi yang paling kuingat adalah ketika aku berjalan berdua dengan dia malam itu. Malam setelah acara pentas seni yang di adakan jurusan. Hembusan angin malam kala itu seolah menusuk kulit, juga bintang yang tak tampak karena kalah dengan cahaya lampu perkotaan. Sejatinya, aku berharap malam itu rembulan menyala terang ditemani bintang gemintang yang berpendar. Barangkali, akan terlihat romantis jika waktu itu aku mengungkapkan kata cinta untuknya.  Karena kupikir, dia juga mencintaiku waktu itu. Sungguh, anggapan yang konyol tapi juga membuatku tersenyum sendiri ketika mengingatnya.

Baca juga: Melankolia Senja

Sayangnya, perasaanku untuknya tidak nyata. Perasaan itu sementara, tidak kujadikan ketetapan. Perasaan yang pernah tumbuh itu nyatanya tak bertahan lama. Seperti ada musim lain yang harus merenggutnya.

Dan pada akhirnya, dia bukanlah perempuan yang mampu membuatku menjatuhkan pilihan. Dia hanyalah perempuan ke sekian yang pernah kutemui dan sebatas singgah lalu pergi. Namun, dia harus tahu, jika aku senang mengenalnya dan aku mengagumi kepiawaiannya dalam menulis kata-kata.


Teruntuk dia, perempuan yang menjelma seolah Pingkan.
Malang, 30 Oktober 2017


27 Nama-Nama Warung Ini Sungguh Absurd dan Mengundang Tawa

Hai gaes, orang Indonesia adalah orang-orang yang sangat kreatif dalam hal apapun. Tak terkecuali dalam memberikan nama-nama pada warung. Berikut ini adalah berbagai nama warung yang kocak-kocak dan bikin perut sakit. Cek dimari gaes:

1. Namanya biasa, slogannya yang ngeselin

2. Jadi penasaran dengan makanan yang disajikan

3. Pemiliknya pasti anak-anak Reggae

4. Nama warung ini sungguh Jancuk

5. Jadi takut mau makan di sini

6. Barangkali pemiliknya terinspirasi dari film kartun


7. Semoga memang rasa makanannya sangat uenak


8. Pemiliknya kemungkinan cewek

9. Semoga habis makan di tempat ini hati jadi tentrem


10. Nama satenya ngeri hihi


11. Bayarnya tetap tunai, ya


12. Warung yang mengandung nilai filosofis

13. Sekilas teringat sosial media haha


14. Pemiliknya pasti penggemar MU

15. Paling dia ngefans sama istrinya Ahmad Dhani

16. Asli penggemar Masashi Kishimoto


17. Paling dia habis patah hati lalu membuka warung ini


18. Anjir, pakai bawa-bawa Power Ranger

19. Ya kalau marah pulang

20. Nama Baksonya bikin kesel

21. Penggemarnya Liverpool nih

22. Paling menu disini pedasnya bukan main

23. Ngeri, pelanggannya paling makhluk ghaib

24. Terinspirasi dari teknologi haha

25. Terlalu malas berpikir abangnya

26. Kedai Kopi lokal rasa Internasional kayaknya

27. Singkatannya boleh juga 

Sumber: idntimes, Instagram

24 Status Lucu Anak-Anak SD yang Mengocok Perut

Selamat malam gaes, kali ini ane pengen nge-share kumpulan status-status lucu anak-anak SD yang masih bau kencur tapi udah sok-sokan dewasa. Status-status ini sumpah bikin ngakak dan di satu sisi membuat hati miris. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat degradasi moral di dalam generasi sesudah kita gaess. Mungkin memang ini salah satu dampak buruk dari sinetron dan tayangan salah yang mereka lihat di internet. Penasaran! cek dimari status-status alaz mereka:


1. Sunat aja belom dek, udah berani mengikat janji


2. Sabar dek, kagak usah cemburuan gitu. Belajar yang rajin sono



3. So sweet dek, bikin iri kakak yang udah gede



4. Rayuan gombalmu leh ugha, Dek



5. Semoga cepet laku dan jangan lupa berkaca dulu ya, dek.



6. Sabar dek, putus cinta udah biasa. Curhat sama mamamu biar tenang



7.  Kagak usah terburu-buru dek, belajar matematika dulu biar pinter




8. Kok jijay ya ngeliatnya, wkwkwk

9.Terserah kau lah dek.



10. Micin emang paling yahut wkwkwk



11. Barokah sekali panggilanmu, mending cepetan akad nikah aja



12. Jangan terlalu vulgar lah bahasamu



13. Dapet ijazah aja belum udah ngomongin kerja



14. Iya, barbie yang terlalu banyak gizi



15. Mantap dek kata-katamu, nilai bahasa Indonesiamu kayaknya bagus



16. Sabar dek, ngaji dulu biar kagak emosi



17. Ceritanya lagi LDR nih



18. Dia sepertinya belum merasakan patah hati 



19. Maksudmu kurang jelas dek



20. Kisah cintamu masih panjang dek di depan.



21. Keyakinanmu sungguh menggelikan, dek.



22. Ngakak dek membaca pemikiran absurdmu



23. Aku turut prihatin dek sama kisah cinta kau



24. Ah, kids jaman now. Korban anak jalanan












Sumber gambar: Instaram, brillio.net, Facebook