10 Alasan Pacaran Itu Tidak Penting



Pacaran di jaman sekarang itu merupakan sebuah hal yang sangat lazim di sekitar. Hampir kebanyakan remaja atau mungkin anak-anak yang baru gede sudah pernah berpacaran dengan anak seusia mereka. Saya sendiri pun juga pernah berpacaran dengan seseorang, tetapi itu di masa lalu. Karena sebuah alasan, saya saat ini memilih untuk sendiri terlebih dahulu. Sekarang saya memiliki pemikiran bahwa pacaran itu sebenarnya tidak penting. Sekali lagi saya tegaskan bahwa pacaran itu tidak penting.

Kawan, saya yakin ada banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya di atas. Tetapi, saya juga percaya bahwa beberapa di antara kalian juga sependapat. Nah, saya ingin mengajak kalian untuk merenung dan berpikir sejenak dengan membaca tulisan saya kali ini.

Berikut adalah alasan-alasan mengapa pacaran itu tidak penting:

1. Buang-Buang Waktu

Percaya atau tidak, pacaran itu hanya membuang-buang waktu. Alasannya sederhana karena terkadang orang yang sekarang kita ajak pacaran, belum tentu akan menjadi jodoh kita kelak di masa depan. Di luar sana, ada banyak orang yang bertahun-tahun pacaran tetapi mereka tidak ditakdirkan bertemu di pelaminan. Kalaupun bertemu, kadang yang satu menjadi pengantin dan yang satunya menjadi hadirin resepsi. Kita tahu, bahwa kita telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan orang yang salah. Memang hal itu tidak sepenuhnya sia-sia, karena minimal kita telah menjaga jodoh orang dengan sebaik-baiknya.

2. Penghambat Cita-Cita

Kadang, ada orang yang menganggap bahwa hobi dan pacar sama-sama prioritas. Akan tetapi, tak semua pasangan mau bersikap dewasa dan mau mengerti tentang hobi kita. Ketika kita ingin menghabiskan waktu untuk dunia kita sendiri, kadang kita harus mengorbankan waktu untuk pasangan kita. Boleh jadi dia akan marah dan menuntut kita untuk memperhatikan dia secara lebih. Padahal, hobi yang kita tekuni adalah salah satu prioritas dalam hidup kita untuk mengejar cita-cita hidup yang lebih baik. Pacaran itu kadang justru malah menghambat proses kita dalam menggapai cita-cita.

3. Rentan Sakit Hati

Ini adalah salah satu alasan yang cukup logis mengapa pacaran itu tidak penting. Kebanyakan akhir dari orang-orang yang berpacaran adalah sakit hati. Karena apa? Barangkali, karena seseorang dikhianati oleh pasangannya. Sakit hati yang tak kunjung diobati kadang menjadi virus bagi seseorang. Sudah banyak kasus dimana orang-orang nekat bunuh diri hanya karena putus cinta. Padahal, masih ada banyak penyelesaian yang lebih baik setelah putus cinta selain bunuh diri.


Baca juga: Menjadi Versi yang Terbaik dari Diri Sendiri

4. Penambah Dosa

Tak dapat dinafikkan bahwa pacaran itu menambah pundi-pundi dosa kita. Hal ini sangat jelas disinggung di dalam kitab suci bahwa pacaran itu haram karena cenderung mendekatkan diri kepada zina. Pacaran itu mengundang syahwat dan sangat dekat dengan kemaksiatan. Saya tidak ingin membahas hal ini lebih mendalam karena bukan bidang saya dalam hal ini.

5. Perempuan Cenderung Dirugikan

Kita tahu bahwa di jaman sekarang ini sudah banyak kasus-kasus seks pra nikah. Seks di luar nikah dapat menyebabkan hamil di luar nikah dan parahnya lagi dapat memaksa perempuan untuk melakukan aborsi demi menutupi aib. Hal ini dapat terjadi karena gaya pacaran yang tidak sehat. Mereka dengan penasaran mencoba-coba hal terlarang tanpa memikirkan konsekuensi ke depan. Tentu, dari kasus-kasus ini pihak perempuan yang lebih banyak dirugikan. Karena keperawanan bagi seorang perempuan adalah simbol mahkota. Ketika mahkota itu hilang, dapat dibayangkan bagaimana tekanan psikologis yang akan diterima perempuan itu, terutama dari segi sosial.

6. Mengganggu Proses Belajar

Hal ini berlaku untuk anak-anak yang masih berada dalam lingkup pendidikan baik di SMP atau SMA. Pacaran itu dapat mengganggu aktifitas belajar baik itu di dalam kelas atau di luar kelas, baik itu langsung atau tidak. Ketika mereka di dalam kelas, bukannya belajar mereka kadang malah sering melamun memikirkan pacarnya. Selain itu, ketika mereka galau karena suatu sebab bisa jadi menurunkan semangat belajar mereka dan berimbas terhadap prestasi mereka di sekolah.

7. Menguras Dompet

Memang, sesekali pacaran itu harus mengeluarkan modal sedikit demi kebaikan mereka. Karena nggak mungkin orang pacaran hanya saling memikirkan saja. Minimal modal pulsa atau kuota untuk bisa berkomunikasi jarak jauh. Atau modal duit agak banyak untuk mengajak jalan atau bertemu di sebuah tempat. Untuk kita yang sudah punya penghasilan mungkin bukan suatu masalah, tapi bagi mereka yang masih minta sama orang tua tentu hal itu merupakan sebuah masalah serius karena akan mengurangi uang jajan mereka. Terutama pas pacar ulang tahun, paling tidak diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk membeli hadiah atau surprise kecil-kecilan.

8. Minim Komitmen

Salah satu alasan pacaran itu nggak penting adalah minimnya komitmen. Pacaran itu merupakan sebuah bentuk ketidakseriusan dalam sebuah hubungan. Ketika berpacaran, kadangkala hubungan itu tidak memiliki arah. Mereka hanya berdiam diri di satu titik yang itu-itu saja hingga bosan. Hubungan semacam ini tentu tidak memberikan feedback yang positif untuk kita. Karena hubungan yang serius itu adalah hubungan yang menjurus ke jenjang pernikahan. Dan komitmen itu penting dalam sebuah hubungan.

9. Pengekangan Sosial

Salah satu hal yang tidak mengenakkan adalah ketika kita dikekang oleh pasangan kita. Kita menjadi terikat dan tidak bebas bergaul dengan teman-teman kita terutama teman lawan jenis. Selain itu, ketika kita memiliki pasangan secara nggak langsung kita akan berhati-hati dalam menjaga perasaan pasangan kita dengan cara membatasi pergaulan kita. Memang, hal ini tidak seratus persen terjadi dalam sebuah hubungan. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka yang pernah berpacaran pasti mengalami hal ini. Karena cemburu itu datang tanpa melihat situasi dan kondisi.

10. KARMA

Dalam berpacaran ada sebuah hukum timbal balik yang lambat laun akan kembali ke diri. Hukum itu adalah KARMA. Jadi apa yang kita lakukan terhadap pasangan kita akan kembali ke diri kita ke suatu saat nanti. Percaya atau tidak, ketika kita menyakiti seseorang maka suatu saat kelak ada orang yang dikirimkan Tuhan untuk menyakiti kita. Sebaliknya, ketika kita memperlakukan seseorang baik kepada seseorang maka kebaikan itu akan kembali ke diri kita pula. Dalam berpacaran, kadangkala terdapat kekhilafan baik yang kita sengaja atau tidak. Kekhilafan itulah yang bisa jadi menjadi karma untuk kita di masa depan sebagai balasan untuk kita.

***


Barangkali, itu saja alasan-alasan mengapa pacaran itu tidak penting. Saya menulis ini bukan perkara saya anti sama orang yang pacaran, melainkan karena saya hanya ingin menyampaikan pendapat yang barangkali memberikan perspektif baru untuk para pembaca. Karena sebuah hubungan itu tidak harus dilalui dengan berpacaran. Ketika kita sudah serius dengan seseorang, lebih baik kita menjalin komitmen untuk mengajaknya ke jenjang pernikahan yang sah dari segi agama dan negara. Terimakasih untuk kawan-kawan yang sudah mampir. Semoga artikel ini bermanfaat. 
Previous Post Next Post

Contact Form