Review Buku Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat Karya Mark Manson


source: edukasi.kompas.com

Beberapa bulan terakhir ini, sebuah buku dengan judul yang cukup clickbait tengah viral di kalangan kawan-kawan saya. Yap, buku itu adalah buku self emprovement (pengembangan diri) karya Mark Manson yang berjudul Sebuah Seni Bersikap Bodoh Amat (The Subtle Art to Not Giving A F*ck). Mark adalah seorang blogger Amerika ternama dengan jutaan pembaca. Bukunya yang satu ini juga termasuk salah satu buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail.

Dari pertama membaca judul bukunya saja saya sedikit tertawa berhubung selera humor saya rendah. Namun di satu sisi saya juga lumayan tertarik untuk membaca buku ini. Saya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk membaca buku ini setelah meminjamnya dari teman saya. Dan kali ini saya ingin mengulas buku tersebut berdasarkan opini dan perspektif saya sebagai seorang pembaca.

Mark membuka buku ini dengan sebuah kisah dari seorang pria yang bernama Charles Bukowsky. Ia menggambarkan Bukowsky sebagai sosok yang ideal untuk dijadikan sebuah pelajaran dalam kehidupan. Bukowsky adalah seorang pecandu alkohol, suka main perempuan, pejudi dan juga seorang penyair yang buruk. Ia bercita-cita sebagai seorang penulis namun banyak penerbit yang menolak karena tulisannya hancur dan berantakan. Selain itu, Bukowksy bekerja sebagai tukang pos dalam kesehariannya. Selama tiga puluh tahun, ia menghabiskan waktunya tanpa makna dan menganggap dirinya sebuah kegagalan. Namun pada usia 50 tahun, ada seorang Editor yang tertarik dengan tulisan Bukowsky dan menawarinya sebuah kesempatan. Bukowsky mengambil kesempatan itu dan menulis novel pertamanya Post Office dalam kurun waktu tiga minggu. Berkat itu, ia pun menjadi terkenal. Meskipun demikian, popularitasnya tidak membuat Bukowsky berhenti dari kebiasaan buruknya mabuk-mabukan dsb.

Melalui kisah Bukowsky ini, Mark ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa Bukowsky adalah seseorang yang bodo amat dengan kesuksesan. Ia menegaskan bahwa Bukowsky merupakan sosok yang jujur dengan dirinya sendiri. Meski banyak yang berkata bahwa kesuksesan Bukowsky adalah hasil dari kegigihan dan usahanya untuk meraih impian, fakta yang terjadi justru menunjukkan yang sebaliknya. Bukowsky dulu adalah seorang pecundang. Namun ia jujur dengan dirinya sendiri dan menerima hal tersebut. Menurut saya, kisah Bukowsky sebagai pembuka buku ini sangat epic dan cukup inspiratif.

Alasan kuat Mark terkait pentingnya sikap masa bodoh ini adalah sebagai berikut ini,

“Masyarakat modern saat ini, lewat keajaiban budaya konsumen dan media sosial yang giat dijadikan ajang amer, telah melahirkan generasi manusia yang percaya bahwa memiliki pengalaman-pengalaman negatif ini (rasa cemas, takut, bersalah, dan lain-lain) sangat tidak baik.”

Kita seringkali terjebak pada situasi yang tidak menguntungkan dan membuat kita berpikir bahwa kehidupan orang lain masih jauh lebih baik dari kehidupan kita. Hal itulah yang justru menyiksa diri kita. Bersikap masa bodoh adalah kuncinya.

Salah satu teori yang mendukung sikap masa bodoh Mark ini adalah teori filsuf Alan Watts tentang hukum kebalikan yang intinya adalah semakin kuat Anda merasa baik setiap saat, maka Anda akan merasa semakin tidak puas. Mark menjelaskan bahwa dunia kadang berjalan secara terbalik. Contoh saja ketika kita berharap sesuatu yang bagus atau terlalu fokus, terkadang hasilnya malah berantakan. Sebaliknya ketika kita kurang memedulikan sesuatu atau hanya sekadar iseng malah menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Mark pun menjelaskan definisi bodo amat dalam buku ini,
“Masa bodoh atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar rintangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan.”

Ia pun membagi seni bersikap masa bodoh ini menjadi tiga poin penting yaitu:

1. Masa bodoh bukan berarti acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda.
Dalam poin ini, Mark menjelaskan bahwa kita tidak perlu merisaukan banyak hal yang tidak penting seperti komentar orang tentang rambut baru kita dsb. Ia juga menegaskan bahwa masalah itu ada bukan untuk dihindari karena masalah pasti akan selalu ada dalam hidup. Oleh sebab itu, setiap individu harus menemukan sebuah masalah yang dapat dihadapi dan dinikmati.

2. Untuk bisa mengatakan “bodo amat”  pada kesulitan pertama-tama Anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.
Pada poin ini, Mark menjelaskan bahwa seseorang harus menemukan sesuatu yang penting dan bermakna dalam hidup, Hal ini penting agar waktu serta tenaga yang dicurahkan dapat tersalurkan dengan benar. Apabila seseorang tidak menemukan sesuatu yang penting maka perhatian mereka akan tercurahkan untuk hal-hal yang sia-sia.

Baca juga: Menulis di Blog Sendiri atau Platform Lain?

3. Anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan.
Pada bagian ini, Mark memaparkan bahwa manusia selama hidupnya pasti memiliki sesuatu untuk diperhatikan. Namun semakin bertambahnya usia, seseorang harus lebih selektif dalam memilih sesuatu untuk diperhatikan. Inilah yang disebut sebagai kedewasaan. Dalam tahap ini, manusia akan mulai mengetahui identitas mereka dan menerimanya sepenuh hati dan Mark menjelaskan bahwa manusia akan merasa merdeka jika mereka menerima semua itu. Sepeti kisah Bukoswky yang jujur dengan dirinya dan menerima segala kekurangannya.

Mark sendiri menyatakan bahwa,
“Buku ini tidak berbicara bagaimana meringankan masalah atau rasa sakit. Bukan juga panduan untuk mencapai sesuatu. Namun, sebaliknya buku ini akan mengubah rasa sakit menjadi kekuatan, dan mengubah masalah menjadi masalah yang lebih baik. Khususnya buku ini mengajari untuk peduli lebih sedikit,”

Banyak dari kita yang menganggap bahwa masalah dan rasa sakit itu sudah sepatutnya dihindari. Padahal rasa sakit dan masalah adalah sesuatu yang akan selalu ada dalam kehidupan tinggal bagamana seseorang menghadapinya. Selain itu, banyak dari masyarakat kita yang terlalu banyak peduli pada hal-hal yang sepatutnya tidak dipedulikan. Contoh yang paling konkrit adalah kita terlalu peduli dengan komentar-komentar serta penilaian orang lain terhadap diri kita. Melalui buku ini, Mark ingin mencoba memberikan perspektif baru kepada kita semua.

Baiklah pemaparan di atas masihlah permulaan tentang sikap bodo amat. Buku ini terbagi ke dalam beberapa bab dan Mark membagi bab tersebut berdasarkan beberapa topik yang penting untuk dibicarakan. Meskipun saya sendiri merasa cukup susah untuk menangkap semua substansi dari buku ini tapi ada beberapa poin penting yang akan saya jadikan sebagai fokus utama dalam review buku ini. Poin-poin tersebut adalah tentang kebahagiaan dan penderitaan, nilai, proses dan komitmen.

Mark mengungkapkan beberapa nilai yang dianggapnya sebagai sampah. Ia membagi nilai tersebut ke dalam empat besar yaitu kenikmatan, kesuksesan material, selalu benar dan tetap positif. Ia menganggap nilai-nilai tersebut sangat tidak rasional dan cenderung merugikan. Contohn saja tentang kesuksesan material bahwa tidak ada relasi antara kebahagiaan dengan kesuksesan duniawi dan manusia tidak akan pernah puas jika memiliki nilai yang didasarkan pada kesuksesan material. Selain itu, Mark juga membagi nilai ini menjadi dua yaitu nilai baik dan buruk berdasarkan tolak ukur tertentu. Perbedaan antara kedua nilai tersebut adalah jika nilai baik bersumber pada kenyataan, maka nilai yang buruk itu berdasarkan pada takhayul atau imajinasi semata.

Selain itu, yang saya suka dari buku ini adalah tentang cara Mark menunjukkan kepada pembacanya untuk mencintai sebuah proses bukan mencintai hasil. Hal ini sudah menjadi sebuah paradoks dalam masyarakat kita bahwa kebanyakan dari mereka menginginkan sesuatu secara instan tanpa menempuh pengorbanan atau rasa sakit. Mark mengajak para pembaca untuk mencintai sebuah proses dan penderitaan dalam meraih sebuah tujuan. Ia juga menekankan sebuah prinsip untuk melakukan sesuatu, tidak peduli bagaimana hasil akhirnya nanti.

Hal terakhir yang ingin saya bahas di sini adalah mengenai komitmen. Rasanya Mark sangat paham betul dengan apa yang disebut komitmen. Ia bercerita bahwa dirinya telah berkunjung ke banyak tempat dan berkencan dengan banyak perempuan. Pada awalnya ia tidak ingin menjalin sebuah komitmen, tetapi pada suatu titik ia sampai pada tahap ketika ia harus memilih untuk menetapkan sebuah pilihan. Ia merasakan sebuah hal yang luar biasa ketika dia memilih untuk berkomitmen pada satu hal. Apa yang ada di sekitarnya terasa menjadi lebih berarti.

Nah, barangkali itu beberapa poin penting yang ada di dalam buku ini. Jujur memang aga susah memahami buku ini secara menyeluruh. Ketika saya membaca buku ini ada beberapa hal yang menurut saya ngambang dan bertanya-tanya apa kaitannya dengan sikap masa bodoh ini. Namun secara keseluruhan buku ini layak untuk dibaca dan dapat memberikan perspektif baru kepada kalian.

Sebagai kesimpulan, bersikap masa bodoh itu penting agar kita tidak memedulikan segala hal dalam hidup kita. Dengan bersikap bodo amat kita bisa mensortir perhatian kita terhadap hal-hal penting dan prioritas. Bersikap bodo amat juga dapat diartikan bahwa kita fokus pada satu hal.

Demikian ulasan saya. Terima kasih atas kunjungan kalian. Semoga menginspirasi.

Ngebahas Kelulusan Bayu Skak Setelah Cuti Kuliah Selama 3,5 Tahun


source: kapanlagi.com

Untuk memulai tulisan kali ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada Mas Bayu Skak karena telah lulus dan menyandang gelar S1-nya. Kelulusannya mungkin terdengar unik karena pasalnya Bayu Skak tidak pernah kuliah selama 3,5 tahun. Ia diluluskan oleh pihak Universitas Negeri Malang berkat karyanya yaitu film YOWIS BEN yang berskala nasional serta mendapat apresiasi dari Bapak Joko Widodo. Film itu ibarat Golden Ticket bagi Bayu Skak untuk memperoleh gelar sarjananya. Dan itu sangat layak untuk diapresiasi karena perjuangan untuk membuat film hingga sukses itu bukan perkara yang sederana.

Terkait dengan kelulusannya, Bayu Skak menulis sebuah caption yang menurut saya sangat menginspirasi bagi sebagian orang khususnya mereka yang tengah merintis sebuah karya dan mengikuti jalan hidup mereka. Berikut adalah caption lengkap yang ditulis Bayu Skak di akun Instagramnya:

“Tidak pernah kuliah selama 3,5 tahun saya diluluskan UM. Jika membaca kalimat tersebut akan terkesan enak sekali dan special sekali, namun baca caption ini sampai habis.

Saya adalah angkatan tahun 2011 dan tahun ini adalah tahun terakhir perkuliahan saya, jika saya tidak segera lulus saya akan di DO. UM selaku kampus saya, menghubungi saya dan menawari saya agar bisa lulus. Yang menjadi pertimbangan UM agar saya lulus adalah , karya film saya YOWIS BEN. UM mengapresiasi kerja keras saya merealisasikan film Yowis Ben, mereka melihat bahwa ini adalah prestasi yang gemilang. Seorang mahasiswa UM yang sering bolos dan bahkan cuti agar bisa merealisasikan projectnya tapi bolos dan cuti itu tidak digunakan untuk hal-hal negatif melainkan untuk project ini. Akhirnya pun Film ini sukses dengan mengangkat Bahasa Daerah, mendapat jumlah penonto 935.000 dan diapresiasi oleh Presiden.

Sebenarnya ketika berbicara mengenai kelulusan saya ini saya agak takut jika ke depan ada banyak orang yang tidak terima dengan ini, namun Pak Rektor dan Pak Wakil Rektor bilang ke saya,
‘jika ke depan ada yang gak terima dengan jalan yang diberikan UM ke kamu ya silahkan mereka bisa cuti kuliah trus bikin karya yang sampai berhasil di Nasional dan diminati masyarakat nanti juga akan kami luluskan.’

Oke jadi dari sini yang bisa kita ambil adalah kita bisa memilih jalan kita sendiri, tidak harus memilih jalan yang membosankan. Saya mahasiswa UM, semester 1-4 saya dapat mata kuliah tentang Videografi, Sinematografi saya gali dengan maximal. Setelah itu saya pingin merealisasikan project saya sendiri yaitu karya flm besar layar lebar Nasional. Jadi saya memberanikan diri untuk cuti dan terjun maksimal di project yang saya kerjakan. Yang saya lakukan ini adalah gambling, benar-benar nekat dan hanya bermodal berani dan yakin. Tapi saya maksimal di sini dan akhirnya apa yang saya kerjakan ini menghasilkan buah yang manis yang bisa saya nikmati. MAKARYO TERUS REK!tulis Bayu Skak.

Saya yakin hampir semua orang yang membaca tulisan Bayu Skak itu akan terinspirasi dan salut dengan perjuangan Bayu Skak. Keberaniannya untuk mengambil resiko demi mengejar impiannya mungkin tidak mudah dilakukan bagi kebanyakan orang. Namun Bayu Skak berani melakukan hal itu dan tidak peduli terhadap konsekuensi-konsekuensi yang akan ia peroleh. Ia hanya percaya dengan jalan yang telah dipilihnya dan mendedikasikan segalanya untuk merealisaskan project-nya. Dan yang paling patut diapresiasi adalah Bayu Skak mampu mewujudkan itu semua.

Selain itu, saya sebagai mahasiswa juga sangat senang dengan keputusan pihak Universitas Negeri Malang karena ini merupakan salah satu bukti dukungan terhadap kreatifitas para mahasiswa yang agar bisa berprestasi dan berkarya di luar dunia akademik. Semoga dengan hal ini, banyak para pemuda khususnya mahasiswa yang termotivasi untuk membuat sebuah karya dan mampu mendapatkan apresiasi berskala Nasional.

Dari  Bayu Skak kita juga dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa kita tidak perlu takut untuk mengambil sebuah pilihan dalam hidup karena boleh jadi pilihan itulah yang akan menuntun kita menuju kesuksesan.

Sebagai penutup, pesan dari Bayu Skak di akhir caption untuk terus berkarya sudah sepatutnya kita tancapkan dalam benak dan kita jadikan acuan untuk memulai langkah kita masing-masing dalam berkarya. Dengan berkarya, kita akan dikenal oleh orang-orang di luar sana dan  itu akan menjadi sebuah kebanggaan untuk kita.

6 Alasan Mengapa Luffy Harus Mengalahkan Kaido


source: youtube.com

Selamat malam sobat sekalian. Arc Wano saat ini tengah memasuki cerita yang cukup panas dan kompleks berhubung bos besar yaitu Kaido telah diperlihatkan oleh Oda dalam wujud seekora Naga buas. Hal ini memicu berbagai perdebatan sekaligus diskusi hebat mengenai bagaimana cara Luffy mengalahkan makhluk yang tidak terkalahkan tersebut. Nobody know. Hanya Tuhan dan Oda (walaupun Oda beberapa waktu lalu pernah bilang bahwa dia bingung mengenai cara mengalahkan Kaido) yang tahu nanti?

Nah, kali ini saya tidak ingin mengulas mengenai teknik atau cara yang akan digunakan Luffy untuk mengalahkan Kaido, tetapi saya ingin membahas mengenai alasan-alasan yang mengharuskan Luffy untuk mengalahkan Kaido dengan tangannya sendiri. Saya sendiri melihat ada banyak fans yang meragukan kapasitas Luffy dan berasumsi bahwa Kaido akan dikalahkan oleh gabungan kekuatan para Supernova seperti Kid, Law, Hawkins, Apoo dan bahkan Zoro.

Baik, langsung saja kita ulas bersama ini dia beberapa alasan Luffy yan harus mengalahkan Kaido.

1. Janji kepada Momonosuke



Janji adalah sesuatu yang harus kau tepati tak peduli apapun yang terjadi. Sebagai seoang pria sejati kau tidak boleh mengingkari janji yang telah dibuat. Barangkali itu adalah kata-kata yang dipegang teguh oleh Luffy. Ia bukanlah tipe pria yang suka mengingkari janji. Konsep mengenai janji semacam ini telah kita lihat pada arc-arc sebelumnya. Contoh paling konkrit adalah janji Luffy kepada Vivi untuk mengalahkan Crocodile yang telah menyebabkan penderitaan kepada rakyata Arabasta. Meskipun pada awalnya mustahil bagi Luffy mengalahkan Crocodile yang berstatus Sichibukai, pada akhirnya Luffy mampu mengalahkannya dan membuktikan janjinya kepada Vivi.

Hal serupa diperlihatkan Luffy ketika berada di Dressrosa. Ia berjanji kepada Rebecca untuk mengalahkan Doflamingo dan menjatuhkan kekuasaannya demi membalas hutang budi makanan kepada Rebecca. Sekali lagi, Luffy membuktikan janjinya dengan menumbangkan Doflamingo dan kedamaian pun kembali diraih oleh masyarakat Dressrosa. Meskipun pada waktu itu Luffy dibantu oleh Law, tetapi Luffy tetaplah yang memiliki kendali penuh terhadap pertarungannya. 

Nah, dari dua contoh kasus di atas, secara tidak langsung menyiratkan bahwa Luffy memiliki kewajiban untuk menuntaskan janjinya terhadap Momonosuke untuk mengalahkan Kaido.

2. 3D2Y



Latihan Luffy selama dua tahun penuh melawan binatang-binatang buas tentu memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan kekuatannya. Selain menguasai haki, Luffy juga terbukti telah mengembangkan kemampuan Gear 4th dengan berbagai macam variasi seperti Boundman, Tankman dan Snakeman. Saya yakin, kekuatan itu masih belum maksimal karena ada banyak potensi-potensi Luffy yang kemungkinan masih dikeluarkan secara penuh dalam cerita. Apalagi konsep Awakening yang masih belum dikuasai oleh Luffy.

Jika kita lihat, kekuatan Luffy akan meningkat seiring dengan kesulitan-kesulitan yang ditemuinya dalam pertarungan. Bukan hal yang mustahil juga jika Luffy akan mengeluarkan kemampuan penuhnya saat melawan Kaido. Latihan yang dilakukan bersama Rayleigh akan ditunjukkan sepenuhnya dalam pertarungan nanti.

3. Kekuatan Luffy sudah di atas tingkat Komandan Yonkou



Tumbangnya dua komandan Yonkou, Cracker dan Katakuri merupakan sebuah babak baru bagi Luffy. Dalam hal ini, Oda tidak terburu-buru untuk menghadapkan Luffy dengan Yonkou secara langsung. Oda dengan cerdas membuat sebuah plot yang rapi. Luffy harus menaiki tangga sepijak demi sepijak sebelum menuju puncak. Sebelum merasakan kekuatan Yonkou, Luffy harus dihadapkan terlebih dahulu kepada para komandan Yonkou. Hal ini penting bagi perkembangan kekuatan Luffy sehingga ia tidak langsung shock jika bertarung dengan Yonkou.

Pada awalnya, Luffy mengalami kesulitan melawan komandan Yonkou. Dalam pertarungannya melawan Cracker, ia harus dibantu oleh Nami dan mengalami beberapa kesulitan. Namun kesulitan-kesulitan itu dapat ia atasi dan Cracker pun berhasil dikalahkan. Selanjutnya, Luffy harus berhadapan dengan Katakuri yang memiliki bounty lebih dari 1 Milyar berry. Seperti yang kita lihat, Luffy pada mulanya seperti tidak ada apa-apanya di hadapan Katakuri. Ia harus bersusah payah untuk mengalahkan Katakuri. Setelah melewati pertarungan yang sengit, Luffy akhirnya mampu menumbangkan Katakuri. Dan pertarungan mereka berdua hampir dikatakan seimbang. Pertarungannya melawan Katakuri sangat berdampak besar pada Kenbunshoku no haki miliknya. Luffy juga mampu melihat sedikit masa depan.

Dari pemaparan di atas, tingkat Luffy saat ini bukanlah bajak laut biasa dan setingkat di atas komandan Yonkou dan bahkan hampir setara dengan Yonkou. Apalagi terdapat deklarasi sepihak dari pihak Morgan News yang mengatkan bahwa Luffy adalah kaisar kelima. So, Luffy saat ini sangat worth it untuk face to face melawan Kaido.


Baca juga: Mengenal Anggota Bajak Laut Shirohige

4. Menyakiti Warga Wano, Klan Kouzuki dan Suku Mink



Luffy adalah orang yang sangat membenci penindasan. Ketika ada orang yang menderita, Luffy sebisa mungkin berusaha untuk membantu orang tersebut. Ia adalah tipe orang yang selalu mengikuti kata hatinya. Seperti yang kita tahu, Kaido merupakan bajak laut kejam yang menindas serta merampas kebebasan masyarakat Wano. Terlebih, Kaido juga telah membunuh ayah serta ibu Momonosuke.

Kejahatan-kejahatan Kaido sudah tidak dapat dimaafkan lagi oleh Luffy. Semakin kuat kebencian Luffy terhadap musuhnya dan semakin berat beban dan harapan yang ditanggung Luffy, maka semakin kuat pula kekuatannya. Saat ini, Luffy tengah menanggung harapan dari suku Mink, klan Kouzuki dan teman-temannya sendiri.

5. Syarat untuk Menemui Shanks



Mengalahkan Kaido adalah salah satu syarat utama Luffy untuk menemui Shanks. Ia telah berjanji kepada Shanks untuk mengembalikan topi jerami itu setelah menjadi bajak laut yang hebat. Lalu, apa standar atau tolak ukur bahwa Luffy dapat dikatakan sebagai bajak laut hebat?

Jawaban yang paling tepat adalah Luffy harus setingkat dengan Shanks. Untuk itu, ia harus bisa mengalahkan seorang Yonkou dan berada di tingkat yang sama dengan Shanks. Kita tahu sendiri bahwa Shanks merupakan orang yang pernah berhadapan dengan Kaido sebelum perang besar di Marineford dimulai. Meskipun tidak diperlihatkan secara langsung, dapat dikatakan bahwa pertarungan antara Kaido dan Shanks waktu itu imbang.

6. Untuk Mewujudkan Impiannya Menjadi Raja Bajak Laut



Mengalahkan seorang Yonkou adalah syarat utama untuk menjadi penguasa di lautan. Siapa yang berdiri di atas puncak, ialah yang berhak menyandang gelar Raja Bajak Laut. Luffy sendiri pernah bilang bahwa dia sudah muak terus-terusan berlari dan menghindari musuh yang kuat. Ia bertekad untuk mengalahkan musuh-musunya baik itu admiral atau seorang Yonkou. Karena tanpa melakukan hal itu, Luffy tidak akan pernah bisa menjadi seorang Raja Bajak Laut.

****

Baiklah, mungkin itu saja kawan-kawan beberapa alasan logis mengapa harus Luffy yang mengalahkan Kaido. Pendapat ini tidaklah mutlak namun dapat dijadikan acuan untuk pertarungan ke depan. Karena jalan cerita One Piece sangatlah sulit untuk ditebak. Semoga tulisan ini dapat menghibur sobat sekalian.

Baca juga: 24 Nama-Nama Pedang Hebat yang Muncul di One Piece

Euforia Masa Maba dan Ironi Semester Tua


source: mamikos.com


“Capek kuliah, pengen nikah aja.”

Salah satu celetukan yang beberapa waktu lalu kerap digaung-gaungkan oleh kawan-kawan saya khususnya yang perempuan. Memang, pada semester kelima ini tugas-tugas kian memusingkan dan bisa membuat mata berkunang-kunang karena begadang semalaman. Saya menulis tulisan ini berangkat dari permasalahan tersebut karena saya sendiri juga sedang mencapai titik yang paling menjenuhkan dalam dunia perkuliahan.

Apabila dilihat kembali, sudah dua tahun ini saya duduk di bangku perkuliahan dan telah melalui banyak hal. Namun tak dapat dipungkiri bahwa di semester yang sudah memasuki semester tua ini, tugas-tugas kian banyak dan semakin berbobot (susah). Apalagi ditambah pikiran-pikiran lain di luar akademis seperti cari kerja, orgnasisasi atau masalah nikah hehe.

Nuansa di semester tua memang sangat jauh berbeda dengan masa-masa maba yang penuh kenangan manis karena bisa bersantai ria dan tekanan yang tak terlalu banyak. Ibarat sungai alirannya masih tenang-tenang saja. Walaupun ada gejolak, paling-paling hanya beberapa saat saja.

Masa maba memang adalah masa yang paling menyenangkan. Kita masih dipenuhi semangat yang berapi-api. Seperti lagu dari Haji Rhoma Irama. Darah muda kita pada masa maba tengah bersemangat dan menggebu-gebu dan mungkin berada pada puncaknya. Sewaktu maba, rasanya kita sangat rajin datang ke kelas. Semangat berdiskusi dan berbagai pemikiran-pemikiran baru.

Ketika teman presentasi rasanya kita ingin jadi yang pertama kali mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan nilai plus dari dosen, pertanda kita aktif di dalam perkuliahan. Walaupun jujur dapat dikatakan bahwa bertanya setelah teman selesai presentasi itu terkadang sifatnya formalitas belaka dan substansinya hampir tidak ada (karena biasanya itu hanya digunakan untuk menguji bukan benar-benar bahan untuk diskusi).

Pada masa maba, kita juga masih bisa tersenyum terutama ketika melihat si doi yang cantik. Atau mungkin melihat kating-kating yang aduhai. Semua ini sudah hampir hilang sensasinya dan tidak terlalu terasa di semester-semester tua. Karena yang ada di pikiran kita para mahasiswa yang beranjak tua adalah tugas, tugas dan kapan lulus?.

Euforia-euforia pada masa maba itu akan mulai hilang seiring dengan meningkatnya semester kita. Berganti dengan ironi-ironi yang terkadang menyesakkan hati. Jadi mungkin itu sedikit curahan saya pada tulisan kali ini.

Lalu apa substansi dari artikel ini?

Mungkin jika pada sesi ini saya hanya curhat semata, rasanya akan sia-sia. Oleh sebab itu, paling tidak saya ingin menitipkan pesan moral kepada kalian semua. Pesan moral yang ingin saya sampaikan adalah hidup tidak akan berjalan lempeng-lempeng saja. Seperti aliran sungai yang pada mulanya tenang akan berubah bergejolak ketika sampai pada titik tertentu. Tinggal bagaimana cara kita menghadapi gejolak tersebut. Lari atau hadapi dengan kapasitas kita masing-masing. Dan yang paling penting, saya ingin menyampaikan bahwa nikah bukan solusi ketika kita tengah capek dengan tugas-tugas kuliah karena realita hidup yang sesungguhnya itu adalah masa-masa setelah kuliah dan itu jauh lebih berat dari tugas-tugas kuliah.

Selain itu, tulisan ini juga sebagai salah satu cara saya untuk mengenang masa-masa nostalgia sewaktu masih maba dan masih berwajah sumringah ketika hidup masih baik-baik saja. Dan untuk ke depan mungkin saya juga akan lebih sering menulis artikel-artikel curhat semacam ini karena itu cukup menjadi obat dari kesuntukan saya terhadap dunia perkuliahan.

Semoga tulisan ini menghibur dan terima kasih atas kunjungannya.


Baca juga: 8 Penyebab Utama Mahasiswa Malas Kuliah

25 Kata-Kata Motivasi Youth Ideal untuk Kaum Muda

Selamat sore, sobat. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan beberapa quotes inspiratif dari Youth Ideal yang akan memberikan motivasi kepada sobat sekalian. Nah, kata-kata dari Youth Ideal ini berisi tentang semangat meraih mimpi, tentang makna kegagalan dan hal-hal lain seperti cinta yang pas buat kalian para generasi muda. Kalian juga dapat mengikuti akun Instagram-nya @youthideal untuk mendapatkan quotes-quotes lebih banyak.

Nah, kali MogiMogy sudah memilih beberapa quotes keren dari Youth Ideal. Langsung saja ini dia.

1. Selama kita tetap percaya kepada Tuhan, pasti selalu ada jalan.

2. Selalu menjadi pribadi yang arif dan rendah hati kapanpun.

3. Kita selalu perlu tujuan

4. Jangan lupa mengingat Tuhan

5. Dewasa itu perlu proses

6. Kita terkadang perlu istirahat sejenak ketika lelah

7. Selalu ingat mereka yang mendukungmu.

8. Jangan pernah melupakan arah tujuanmu

9. Sesekali kita harus belajar memberi lebih.

10. Terus semangat untuk mewujudkan impian itu.

11. Selalu sederhana dalam hidup

12. Bertumbuh itu proses

13. Kita perlu lebih peka

14. Tak perlu peduli dengan omongan orang lain

15. Menanam untuk memanen

16. Harapan tidak akan pernah hilang selama kita berusaha dan berdoa 
17. Mungkin saja

18. Selalu ringan tangan


19. Sukseslah dan buat orang tuamu bangga

20. Jangan pernah takut dengan kegagalan

21. Selalu berusaha lebih baik

22. Langkah masih tetap terjaga meski tak bersamamu

23. Yang hilang pasti diganti

24. Tekan egomu

25. Di atas langit masih ada langit

source: Instagram/@youthideal

Kiat-Kiat Berkarya Untuk Anak Muda


banten.co

Masa muda adalah sebuah masa ketika seseorang dipenuhi semangat yang menggebu-gebu. Dalam masa ini, kebanyakan dari mereka mencari jati diri serta identitas untuk menunjukkan eksistensi mereka kepada orang-orang baik dengan prestasi ataupun sensasi. Nah, saya yakin sobat-sobat yang membaca tulisan saya kali ini adalah para pemuda yang ingin dikenal dengan berbagai macam prestasi bukan hanya karena sensasi.

Jika sobat memang punya perspektif demikian, maka berkarya adalah suatu kewajiban bagi sobat sekalian. Definisi berkarya itu ada banyak tergantung pemahaman dari sobat. Kalau buat saya sendiri, berkarya adalah menciptakan sebuah karya yang bisa dilihat dan dinikmati banyak orang dan kalau bisa memiliki nilai manfaat untuk orang lain.

Mungkin sobat bertanya-tanya, apakah karya saya atau apa yang sudah saya buat?

Saya akan dengan sangat bangga menjawab blog. Yap, blog ini adalah karya terbesar saya sejauh ini. Di mata orang lain mungkin karya saya masih belum seberapa dan terkesan nggak penting buat mereka. Namun bagi saya sendiri, sebuah kebanggaan karena saya telah mampu mengelola sebuah blog dengan trafik ribuan per hari serta sudah diterima Adsense. Saya merasa bangga karena saya percaya tidak semua orang mampu berada di titik yang tengah saya rasakan saat ini.  Namun saya juga percaya banyak orang di luar sana yang lebih hebat dari saya.

Namun itu bukan poin penting yang ingin saya bahas di sini. Bagi saya pribadi standar tolak ukur kebanggaan atas segala pencapaian dalam hidup ada pada diri kita sendiri. Dan saya ingin mengajak sobat sekalian untuk berpikir demikian pula. Saya pernah menulis tentang definisi sukses orang itu berbeda-beda dan adalah hal yang sia-sia ketika kita membandingkan karya kita dengan karya orang lain karena proses yang kita lalui serta standar tolak ukur masing-masing basic-nya berbeda.

Dan perlu saya beritahu juga bahwa selain blog, saya juga seorang admin di salah satu akun Instagram dengan followers sekitar 10k. Selain itu, saya juga masih belajar menulis novel dan mencoba menerbitkannya meskipun belum membuahkan hasil. Akan tetapi saya tidak ingin berhenti di situ karena bagi saya itu bukanlah garis finish. Gagal di percobaan pertama bukan berarti gagal di percobaan-percobaan selanjutnya.


Baca juga: Kegagalan Hanyalah Tanda Koma

Lalu, apa tujuan serta manfaat berkarya?

Pertama-tama saya ingin bilang, “Berkaryalah untuk dirimu sendiri sebelum berkarya untuk orang lain.” Berkarya untuk diri sendiri di sini berarti bahwa kita menciptakan sebuah karya demi diri kita, demi kebahagiaan kita serta demi kebanggaan kita sendiri. Ketika kita sudah mencintai karya kita, maka secara otomatis kita akan nyaman dan akan terus berkarya.

Persetan dengan omongan orang lain yang mengatakan bahwa karya kita jelek, karya kita sampah dan nggak ada gunanya. Meskipun buat mereka karya kita itu sampah, namun kita perlu percaya bahwa kita masih lebih baik dari mereka yang hanya bisa bicara namun tidak memiliki karya satupun. Sesampah-sampahnya sampah masih ada nilainya jika kita pintar-pintar mengolahnya. Betul atau tidak? Selama kita mau berbenah dan belajar, maka karya yang pada mulanya buruk akan berkembang menjadi lebih baik.

Nah, itu tadi sedikit prolog dari saya tentang berkarya menurut saya sendiri. Kali ini saya ingin membagikan kiat-kiat yang bisa sobat lakukan untuk memulai perjalanan dalam berkarya. Atau mungkin sobat saat ini sudah dalam tahap merintis, semoga dengan membaca tulisan ini sobat dapat termotivasi dan terinspirasi serta lebih bersemangat alam berkarya.

1. Tentukan Minat dan Kekuatan

Hal yang harus sobat lakukan ketika ingin memulai berkarya adalah menentukan minat serta kekuatan sobat. Kalian harus menanyakan pada diri kalian sendiri, pada bidang apa kalian nyaman dan merasa memiliki kekuatan di sana. Hal ini penting juga untuk membangun passion kalian ke depan.

Apapun yang menjadi panggilan jiwamu, ikutilah. Jika sobat suka membaca dan terinspirasi untuk menulis, maka menulislah. Jika sobat suka fotografi, maka pergilah untuk memotret hal-hal menarik bagi sobat. Jika sobat hobi menyanyi atau bermain musik, maka nikmatilah. Dan jika sobat tertarik di dunia akting maka cobalah menjadi seorang content creator. Dan ada banyak lagi keahlian-keahlian di luar sana yang mungkin sesuai dengan minat sobat. Cari dan temukan!

2. Pilih Media atau Tempat untuk Berkarya

Internet dan media sosial saat ini telah berkembang sangat pesat. Zaman sekarang banyak yang memanfaatkan kedua hal itu sebagai media untuk berkarya serta menyalurkan kreatifitas. Kalian harus menentukan media yang menurut sobat paling tepat untuk mempublish atau memperkenalkan karya kalian.

Jika kalian hobi menulis, berkaryalah melalui blog dan jadilah seorang blogger. Kalau kalian suka menulis novel atau cerita-cerita pendek, cobalah menulis di Wattpad atau di Kaskus serta platform-plattform lain yang relevan. Jika kalian hobi bermain musik, maka kalian bisa memanfaatkan Instagram atau Youtube untuk mempublish video-video keren kalian saat mengcover sebuah lagu. Atau kalian yang pengen jadi Content Creator, kalian bisa memanfaatkan Instagram juga sebagai media dalam berkarya.

3. Melangkah dari Garis Start

Setelah kalian menemukan bidang serta media yang ingin kalian gunakan untuk berkarya. Sekarang waktunya untuk memulai. Let’s begin our journey. Jangan pernah menunda-nunda waktu untuk berkarya karena ketika kalian melakukan hal itu maka boleh jadi keinginan kalian untuk berkarya hanya akan menjadi sebuah wacana semata.

Dalam hidup, terkadang tidak ada kata “lain kali”. Sekarang atau tidak sama sekali. Perlu diingat juga bahwa memulai itu bukan proses yang mudah. Jangan terlalu mengharapkan hasil yang signifikan pada percobaan pertama. Bolah jadi karya kalian tidak mendapat apresiasi atau dikomentarin buruk oleh orang lain. Itu bukan masalah. Jadikan itu sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik. Namun, jika karya kalian langsung mendapatkan sambutan hangat dari orang lain. You should proud about it.

Baca juga: Menulis di Blog Sendiri atau Platform Lain?

4. Terus Mengumpulkan Ide-Ide Kreatif

Pada awal-awal merintis, jangan hanya terfokus pada satu ide saja. Kalian harus mengembangkan ide-ide tersebut hingga bercabang-cabang sehingga kalian memiliki banyak pilihan. Garap ide-ide sebaik mungkin dengan gaya serta kemampuan kalian. Pengembangan ide ini juga berpengaruh pada intensitas semangat kalian dalam berkarya. Apabila kalian terfokus pada satu ide saja, maka kalian akan segera menemui titik jenuh dan itu akan sangat membahayakan. Oleh sebab itu, kalian harus mencari ide-ide baru yang segar agar kalian terus terpacu untuk menghasilkan banyak karya.

5. Melihat Peluang Pasar

Setelah beberapa waktu berlalu, dalam perjalanan kalian pasti akan menemukan berbagai kalangan yang menikmati karya kalian. Dari beragam ide atau konsep dari karya kalian, akan ada satu atau dua ide yang paling diminati banyak pihak. Kalian juga akan tahu ide-ide yang kurang segar dan jarang mendapat sambutan hangat. Pada tahap ini kalian harus membuat keputusan yang paling tepat agar kalian bisa survive dengan karya kalian. Kalian juga akan lebih fokus pada satu ide atau tema yang akan menjadi kekuatan dari karya kalian.

6. Temukan Ciri Khas

Dalam situasi apapun, ciri khas adalah hal yang sangat penting dan wajib dimiliki jika kalian ingin berbeda dan gampang diingat orang. Dengan ciri khas kalian, secara otomatis orang akan gampang tertarik karena kalian berbeda. Memang, proses dalam menemukan ciri khas ini bukanlah waktu yang sangat singkat. Namun patut kalian usahakan. Hal ini sangat penting karena di luar sana pasti ada banyak konten atau karya yang serupa dengan milik kalian. Bisa dikatakan ciri khas dalam karya kalian sama dengan merk dari sebuah produk. Semakin terkenal merk tersebut maka akan semakin dinikmati oleh masyarakat.

7. Mencari Komunitas

Sebenarnya tahap ini bersifat opsional. Namun memiliki sebuah komunitas baik di dunia nyata atau dunia maya memiliki banyak manfaat bagi kalian. Kalian dapat belajar dari teman-teman yang lebih mahir dalam komuntas tersebut. Selain itu, dengan bergabung ke dalam sebuah komunitas kalian akan mendapat pengetahuan-pengetahuan baru serta dapat menemukan teman curhat yang mungkin bisa memberikan saran yang bagus untuk perkembangan karya kalian. Kalian mungkin juga dapat membuat sebuah proyek bersama atau kolaborasi. Namun, kalian juga harus mempertahankan identitas serta ciri khas kalian dalam berkarya meskipun kalian bertemu dengan banyak orang dengan latar dan ciri khas yang berbeda-beda.

8. Konsistensi dan Dedikasi

Konsistensi dan dedikasi adalah sikap yang harus kalian miliki jika ingin berkarya. Kalian harus konsisten dan rutin dalam berkarya. Ketika kalian berkarya, kalian mencurahkan waktu, tenaga, pikiran bahkan biaya untuk mencapai hasil yang maksimal. Hal ini harus kalian miliki karena dalam berkarya itu akan ada banyak tantangan dan bukan hal yang nggak mungkin kalian akan sampai pada titik jenuh dan berpikir untuk menyerah saja. No, itu salah besar. Lelah serta jenuh itu bukan alasan untuk berhenti berkarya. Kalian hanya butuh jeda sebentar sebelum meneruskan perjuangan kalian. Jika kalian konsisten dan punya dedikasi tinggi, saya yakin hal itu bukan menjadi masalah besar buat kalian.

9. Tingkatkan dan Kembangkan Kualitas Karyamu

Poin ini termasuk salah satu poin penting. Ketika berkarya, selalu belajar dan meningkatkan kualitas itu diperlukan agar penggemar kalian tidak kecewa. Menjaga kualitas sebuah karya atau bahkan meningkatkan karya itu sendiri akan menjadi nilai tambah untuk kalian. Jangan pernah cepat puas dengan hasil yang dimiliki. Karena boleh jadi penggemar karya kalian akan menuntut lebih dari yang kalian buat saat ini.

10. Nikmati dan Apresiasi Karyamu

Dari cerita yang panjang serta perjalanan yang melelahkan, akan ada saatnya ketika kalian mampu menikmati buah manis dari karyamu tersebut. Entah itu dalam bentuk penghargaan atau bahkan materi, saya yakin cepat atau lambat kalian akan menikmatinya. Ibarat benih yang dulu kalian tanam dan kalian rawat dengan baik, akhirnya bisa berbuah dan dapat kalian panen. Dalam tahap ini, perbanyaklah rasa syukur dan bila perlu salurkan sebagian hasil yang kalian peroleh ke orang-orang yang lebih membutuhkan agar itu bernilai berkah.
*****
Baiklah, mungkin itu saja teman-teman kiat-kiat berkarya dari saya selaku admin blog MogiMogy. Mungkin suatu saat saya akan bercerita tentang perjalanan saya di dunia blogging dari titik nol hingga sampai di titik ini. Sekian dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan atau khilaf kata. Terima kasih dan semoga menginspirasi sobat untuk berkarya