11 Channel Youtube yang Dapat Memotivasi Kamu untuk Hidup dengan Lebih Baik


source: yourstory.com

Halo, sobat semua. Pada kesempatan kali ini, saya pengen membahas beberapa channel Youtube yang menyajikan konten edukatif sekaligus inspiratif yang dapat merubah hidup kamu. Tidak bisa kita pungkiri bahwa Youtube merupakan media sosial yang sangat populer saat ini. Sayangnya, tidak semua konten Youtube itu bermanfaat. Ada juga konten yang sifatnya hanya hiburan dan kadang juga tidak ada manfaatnya. Konten semacam itu malah membuang-buang waktu kita.

Nah, buat sobat sekalian, tentu kalian ingin memanfaatkan waktu kalian dengan bijak, kan. Maka dari itu, alangkah baiknya kalau kita menonton konten-konten positif yang ada di Youtube.  Berikut adalah channel-channel Youtube yang saya rekomendasikan buat kalian semua sobat. Langsung kita bahas bareng-bareng aja kuy.

1. TEDx Talks



TED merupakan sebuah organisasi media dari Amerika yang sering memposting konferensi keren yang bertujuan untuk membagikan ide segar yang layak dibagikan sekaligus menginspirasi orang lain. Mereka memiliki sebuah slogan yang berbunyi “ideas worth spreading”.

Melalui channel Youtube mereka yang bernama TEDx Talks, mereka menyajikan berbagai macam konferensi dengan beragam topik, seperti teknologi, bisnis, motivasi, dan ide-ide brilian. Di channel ini, kalian akan mendapatkan banyak ilmu baru serta ide segar dari para tokoh hebat yang mungkin belum kalian ketahui. Tokoh dari Indonesia seperti Ridwan Kamil, Sudjiwo Tedjo, Anies Baswedan, dan juga Ade Rai pernah menjadi pembicara di Tedx Talks.

Oleh sebab itu, buat kalian yang belum subscribe channel ini, langsung aja kalian subscribe sekarang dan temukan banyak motivasi di channel TEDx Talks.

2. School of Life



School of Life merupakan sebuah organisasi yang memiliki dedikasi untuk membantu perkembangan diri seseorang dan mendorong orang lain agar hidup mereka terasa lengkap. Ada banyak hal dalam hidup yang tidak dipelajari di sekolah atau universitas. Hal-hal tersebut justru malah kita dapatkan ketika kita menjalani kehidupan.

Oleh sebab itu, School of Life memiliki misi untuk membantu seseorang memahami dirinya sendiri, meningkatkan relasi, karir, dan juga kehidupan sosial ke arah yang lebih baik. Untuk memfokuskan hal tersebut, mereka menyajikan enam tema utama, yaitu hubungan atau relasi, pekerjaan, self knowledge, lingkungan sosial, sikap atau kepribadian, dan juga gaya hidup dan juga budaya. Mereka juga memanfaatkan beragam media untuk menyebarkan pemikiran positif mereka, seperti blog, buku, workshop, dan juga video yang mereka sebarkan melalui Youtube.

3. Deddy Corbuzier



Siapa yang tidak tahu Deddy Corbuzier? Pria yang merupakan mentalis terkenal sekaligus pembawa acara Hitam Putih ini juga melakoni profesi sebagai seorang Youtuber. Melalui channel Youtube-nya, Deddy Corbuzier membawakan opini-opini segar dan juga cerdas terhadap banyak hal, seperti tentang kesuksesan, dunia pendidikan, masalah politik, dan juga hal-hal yang tengah menjadi topik hangat di masyarakat.

Deddy Corbuzier selalu mengungkapkan opininya dengan penyampaian yang cerdas sekaligus logis sehingga memberikan perspektif baru terhadap para penonton video Youtube-nya. Di samping itu, Deddy Corbuzier juga termasuk orang yang senang belajar hal baru dan konten-konten yang ia sajikan juga ikut berkembang.

Sekarang, terdapat konten podcast di channel Youtube-nya yang berisi percakapan menarik antara Deddy Corbuzier dan publik figur atau para Youtuber, seperti Uya Kuya, Andhika Kangen Band, Candra Liow, Om Indro, Sandiaga Uno, dll. Topik yang mereka perbincangkan pun menarik dan juga penuh inspirasi.

4. Succesbefore30



Succesbefore30 merupakan channel yang dikelola oleh Candra Putra Negara, seorang enterpreneur sekaligus penulis buku Badai Pasti Berlalu. Melalui channel itu, dia membagikan pemikiran positif sekaligus pengalaman-pengalaman dia dalam meraih kesuksesan.

Channel ini juga merupakan wadah bagi orang-orang yang ingin belajar bisnis dan juga aspek-aspek yang diperlukan orang untuk sukses. Channel ini bertujuan untuk mengedukasi orang lain. Di channel ini, kalian akan menemukan beragam topik positif yang menarik dan dapat membantu meningkatkan kualitas diri kalian, seperti karir, motivasi kehidupan, bisnis, kisah-kisah inspirasi, mindset, keluarga, dan juga relasi.

5. Pagar Kehidupan



Pagar Kehidupan adalah sebuah channel motivasi yang didirikan oleh Arian Surya, seorang motivator muda asal Indonesia. Kalian yang saat ini tengah berada di fase galau, gak ada semangat, atau butuh inspirasi, sangat dianjurkan untuk mendengarkan video-video motivasi di channel ini.

Dengan penyampaiannya yang gampang dipahami, Arian Surya mampu mengajak kita untuk tetap berpikir positif dan juga bersemangat kembali dalam menjalani pahit manisnya kehidupan. Di channel ini, Arian Surya seringkali membagikan tips-tips untuk mengejar kesuksesan sekaligus kebahagiaan dalam hidup.

6. Merry Riana



MerryRiana merupakan seorang motivator, direktur, dan penusaha dari Indonesia yang dikenal dengan julukan “wanita sejuta dolar”. Bukunya yang berjudul “Mimpi Sejuta Dolar” sukses di pasar, bahkan sampai diangkat menjadi film.

Melalui channel Youtube-nya, Merry Riana membagikan berbagai macam konten motivasi serta edukasi yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain. Merry Riana juga memiliki resolusi untuk memberikan dampak positif dalam kehidupan jutaan orang Indonesia. Konten yang dia sajikan pun juga beragam, yaitu Spoken Word, Motivasi Merry, Merry Riana Show, dan juga Vlog Merry Riana.

7. Thomas Frank



ThomasFrank merupakan seorang penulis, Youtuber, dan juga podcaster di @CollegeInfoGeek. Melalui channel ini, Thomas Frank membagikan tips dan trik yang bagus untuk belajar. Channel wajib banget ditonton oleh kita yang saat ini berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa di universitas.

Thomas Frank akan mengajari kita bagaimana cara mengatur jadwal belajar, cara membaca cepat, cara presetasi, cara mencatat yang baik, dan beragam tema lain seputar belajar yang menarik untuk ditonton. Kalian juga akan mendapatkan wawasan baru dan juga membangun mindset kalian setelah menonton video dari Thomas Frank.

8. Fightmediocrity



Sesuai dengan nama channel ini, tujuan dari channel ini adalah membuat kita sebagai kaum medioker (biasa-biasa aja) menjadi lebih hebat dengan ide-ide yang kreatif dan luar biasa. Ada beragam konten dari Fightmediocrity yang mengajak kita untuk merenung sekaligus memikirkan cara memaknai waktu yang kita miliki selama masih hidup dan bagaimana memanfaatkannya sebaik mungkin.

Selain itu, kita juga akan belajar bagaimana mencari kesempatan yang tepat dan juga menjadi pribadi yang semakin berkualitas setiap harinya. Semua video dalam channel ini dikemas dengan animasi dan ilustrasi yang menarik sehingga tidak membosankan.

9. Absolute Motivation



Absolute Motivation merupakan channel Youtube yang membahas video-video motivasi serta beragam ide menarik yang dapat membangkitkan semangat seseorang. Channel ini juga memiliki misi untuk meningkatkan pengalaman seseorang dengan merangsang pemikiran yang akan membuka wawasan serta meningkatkan pemikiran kita melalui praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Video-video yang ada di channel ini dikemas dengan memadukan remix sekaligus mash-up video yang menarik untuk ditonton. Tema yang diangkat pun juga sangat memotivasi, seperti cara memecahkan persoalan hidup, cara melawan rasa takut dan orang-orang yang meragukan diri kita, serta konten positif yang mendorong kita ke arah perubahan yang lebih baik.

10. Big Think



Big Think ialah channel yang menyediakan beragam informasi yang sangat penting tentang pendidikan, bisnis, kehidupan, relasi, dan juga teori-teori sains yang mampu membuka wawasan kita. Tujuan dari channel ini adalah membantu orang-orang untuk mendapatkan ide, pengalaman, skill, dan solusi sebuah permasalahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Dalam menyajikan video, Big Think juga menggandeng para ahli seperti Bill Nye dan para ahli lain yang akan menjelaskan berbagai macam ide-ide besar. Maka dari itu, buat kalian yang belum tahu channel ini, segera cek di Youtube dan dapatkan beragam ide-ide menarik yang belum kalian ketahui.

11. Menjadi Manusia



Menjadi Manusia adalah sebuah platform sosial yang membagikan cerita-cerita inspiratif tentang kehidupan dari beragam sudut pandang. Harapan dari channel ini adalah menjadi sebuah tangga untuk mendapatkan setitik harapan bagi orang-orang yang memiliki persoalan-persoalan dalam kehidupan.

Kita terkadang tidak tahu menahu soal kehidupan orang-orang yang memiliki kekurangan atau bahkan pernah mengalami fase sulit dalam kehidupan, seperti dikucilkan dan sebagainya. Channel ini mengajak kita untuk bisa memahami orang-orang yang hidupnya pernah mengalami kesulitan, seperti orang-orang yang menderita penyakit mental, kisah orang yang pernah di penjara, dan pengalaman-pengalaman inspiratif lainnya. Channel ini akan membuka pandangan kita untuk memandang orang lain dengan pandangan positif. Sesuai nama channel ini, kita akan belajar menjadi manusia seutuhnya yang mampu menghargai sesama manusia.
****
Nah, mungkin itu saja ya teman-teman, beberapa channel Youtube yang dapat memotivasi kalian. Saya yakin, masih ada banyak channel-channel motivasi serta inspiratif lainnya selain yang saya sebutkan di atas. Paling tidak, artikel ini bisa memotivasi kalian untuk lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, khususnya Youtube. Pesan saya, gunakan waktu kalian dengan bijak serta tontonlah hal-hal yang baik untuk perkembangan diri Sobat sekalian.

Akhir kata, mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata atau kalimat dalam penulisan artikel kali ini. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga menginspirasi.

18 Kata-Kata Fahri Skroepp yang Sendu Nan Puitis

Beberapa waktu yang lalu, dunia maya digemparkan oleh seorang penyair cilik yang bernama Fahri Skroepp. Puisi-puisi cintanya yang galau dan acapkali sendu menyayat hati membuat warganet tersentuh. Di samping itu, puisinya kadang mengandung nilai komedi yang mengundang tawa.

Nah, MogiMogy sudah mengumpulkan beberapa kata-kata cinta Fahri Skroepp dari fanpage Facebook miliknya. Kira-kira, seperti apa kesenduan dari kata-kata penyair cilik ini? Langsung saja yuk, kita baca satu per satu berikut ini.


1. Tak apa, bro. Yang penting kau ikhlas.

2. Intinya, jangan nyerah sama rindu, Bro.


3. Tawamu kini hanya tinggal kenangan

4. Langitnya masih biru, ya.

5. Melupakan itu memang sulit, Bro.

6. Barang bagus memang banyak yang minat, Bro.

7. Sakit juga rasanya, Bro.

8.  Rindu memang sering menyusahkan

9. Yah ending-nya hanya sebatas teman

10. Sayang, kamu tidak pernah menghargai aku

11. Yang penting kita sama-sama yakin

12. Bangkit itu memang perlu proses, Bro.

13.  Berjuang memang susah, Bro.

14. Seakan, kita ini sia-sia

15. Kelak, kau akan jadi penulis hebat, Bro.

16.  Kenangan tentangmu memang sakit yak.

17. Dengan doa, semoga saja sudah cukup

18. Semoga saja masih mungkin, Bro.

Kalian suka dengan quotes Fahri Skroepp yang mana, Gaes? Ketik di kolom komentar ya. 

Mei, Komik Juki, dan Film Joker


source: duniaku.idntimes.com

Hari itu saya ada janji dengan Mei. Dia mengundang saya untuk datang ke sempro-nya (seminar presentasi proposal skripsi). Saya sudah membawakan sesuatu yang  memang ingin saya berikan kepada Mei sebagai hadiah, yaitu komik Juki.

Awalnya, saya bingung hendak memberikan apa ke dia. Saya malas memberikan cokelat atau makanan yang sifatnya hanya sementara. Saya ingin benda itu selalu ada kapanpun dan tak lekang oleh waktu. Mei bukan tipikal perempuan yang romantis, dia lebih cenderung absurd dan gokil. Setelah berpikir keras, komik Juki yang bikin ngakak saya rasa cocok untuk karakter dia yang konyol. Di satu sisi, saya juga ingin dia ketawa terus.

Sayangnya, hari ketika saya bertemu dengan Mei waktu itu adalah hari ketika saya patah hati dengan seseorang. Harapan yang saya bangun dengan seseorang waktu itu kandas di tengah jalan dan saya berantakan. Keinginan saya untuk bertemu Mei pun menjadi berkurang. Saya hopeless dan muak dengan diri saya waktu itu. Namun, saya telah berjanji dengan Mei dan saya terlanjur membeli sesuatu untuk dia. Mau tidak mau saya harus datang.

Saya datang bersama teman saya dari jurusan Sejarah yang juga akrab dengan Mei. Anggap saja namanya Ayun. Dia ini orangnya juga konyol dan humoris sama seperti Mei. Bersama dengan Ayun, saya pun menunggu Mei keluar dari ruangan tempat dia sempro. Karena itu baru pertama kalinya kami datang ke fakultas Mei, saya dan Ayun agak kikuk dan bingung.

“Yun, caci maki aku coba,” ujar saya yang masih kacau. Dia sendiri bingung dan heran ketika melihat saya ngomong gitu. Jujur, saya sedang stress dan dia bisa melihat hal itu dari ekspresi wajah saya yang bikin dia ngakak.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Mei keluar. Mendadak, saya jadi canggung dan bingung mau ngomong apa. Pasalnya, sudah sebulan berlalu sejak terakhir kalinya saya ketemu dengan Mei. Dia terlihat tak banyak berubah. Paling, hanya wajahnya yang agak lesu karena berpikir keras untuk sempro-nya.

“Selamat, Mei,” ujar saya sembari menguarkan senyum palsu. Dia tersenyum dan menuju ke arah kami berdua. Saya menyalaminya sambil memberikan komik yang sudah saya bingkis rapi dengan kertas kado. Berbeda dengan saya, Ayun malah membawa semangka untuk Mei. Saya sendiri sampai ngakak ketika melihat hal itu. Yang paling gokil adalah Mei yang sengaja meminta Ayun untuk membawakan semangka.

Meski belum sepenuhnya hilang, kesedihan saya waktu itu berkurang ketika melihat Mei. Senyuman dan mata itu masih sama. Dia masih sama gokilnya. Seperti Mei yang saya kenal dulu.

Pasca kami berfoto-foto ria, kami bertiga duduk di sebuah bangku sembari ngobrol ringan seputar skripsi dan tetek bengeknya. Spontan, Mei mengajak kami untuk menonton film Joker yang masih hangat. Saya yang tadinya enggan pun mengiyakan keinginan Mei. Lagipula, saya butuh melupakan segala penat dan kegelisahan hati saya. Paling tidak, hal itu bisa menjadi obat yang mujarab nantinya.

***
“Mei, aku baru patah hati lagi. Dia sama orang lain. Caci maki aku, Mei,” ucap saya sama Mei ketika berjalan menuju ke bioskop bersamaan dengan Ayun. “Semangat, Mog. Intinya, self talk yang positif. Jangan membegokan dirimu sendiri,” jawab Mei. Ah, saya hanya tersenyum kecut. Tetap saja, saya menganggap diri saya goblok karena gagal lagi dalam menjalin sebuah hubungan.

Mei dan Ayun terus mencoba menghibur saya dengan tingkah konyol mereka. Meskipun tidak seratus persen ampuh, kesedihan saya waktu itu berkurang.

Usai memesan tiket, kami duduk-duduk sejenak di bangku depan teater sembari menunggu jadwal pemutaran film. Kami berbincang-bincang ringan sambil meng-ghibah macam-macam.

Tak lama, kami pun beranjak memasuki teater bioskop. Kami duduk di kursi belakang sebelah pojok kanan.
“Mog, jangan nangis lho,” sahut Ayun. “Iya, Mog. Awas, lho,” sahut Mei. Saya hanya ketawa ngakak.

source: metro.co.uk

Sebelum film Joker dimulai, trailer-trailer film baru ditayangkan terlebih dahulu. Anjir-nya, di salah satu trailer terbaru terputarlah lagu Pupus karya Dewa 19 yang seketika membuat hati saya kembali sedih.

Ayun refleks menatap saya yang hanya diam. Saya cuman bisa berkata anjir dan ngomong gak jelas pasca mendengar lagu itu. Lagunya enak, tetapi momennya sungguh tidak tepat. Mei pun malah ngakak gak jelas.

Yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Film Joker itupun dimulai dan saya mencoba menikmatinya. Awal cerita, saya kurang terlalu menikmati dan agak bingung dengan arah cerita. Namun, akting Joaquin Phoenix yang totalitas membuat saya cukup terhibur.

Lambat laun, akhirnya saya bisa menikmati alur cerita Joker. Namun, yang menjadi fokus perhatian saya bukan hanya filmnya saja, tetapi saya kadang sering menatap Mei. Saya suka menatapnya yang terlihat serius ketika menonton film, meski nuansanya agak remang karena hanya cahaya dari layar film yang memenuhi ruangan.

Entahlah, detik saya bersyukur karena bisa menikmati momen bersama Mei. Seperti sebuah kebetulan, dia datang di saat yang tepat. Tanpa Mei, mungkin saya masih terlarut dengan kesedihan saya.

Hari sudah memasuki waktu Maghrib ketika film itu selesai. Saya sejenak mengajak Mei berfoto berdua. Saya tidak tahu mengapa saya menginginkan hal itu. Saya selalu takut kalau hari itu adalah hari terakhir saya bisa menikmati momen bersama Mei karena kami berdua jarang bertemu. Saya ingin foto itu menjadi kenang-kenangan untuk saya sendiri.

Namun, dugaan saya nyatanya masih keliru. Ada satu lagi momen sederhana yang bermakna bagi saya di sebuah sore. Akan saya ceritakan di lain kesempatan.

Malamnya, Mei mengucapkan terima kasih atas hadiah yang sudah saya berikan. Katanya, komik Juki itu menyindir dia sebagai anak kos dengan segala keluh kesahnya haha.

Sederhana saja, saya ingin kamu selalu tersenyum dan tertawa, Mei.

Malang, 23 Oktober 2019

Hal-Hal yang Menjadi Dilema Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir


pic from pixabay.com

Selamat malam sobat sekalian. Pada artikel kali ini, saya ingin curhat tentang hal-hal yang menjadi dilema bagi mahasiswa tingkat akhir. Kebetulan, saya saat ini adalah mahasiswa semester tujuh dan saya tengah dilema dengan hal-hal berikut ini. Mungkin bukan hanya saya saja yang merasa demikian, saya yakin banyak teman-teman seperjuangan saya yang juga turut mengalami hal serupa.

Nah, langsung saja yuk kita kita bahas apa saja hal-hal yang menjadi dilema mahasiswa tingkat akhir.

1. Banyak Waktu Luang

pic from pixabay.com

Di semester akhir, mahasiswa memiliki banyak waktu luang karena mereka hanya tinggal menempuh beberapa matkul (mata kuliah) saja. Kalaupun mengulang matkul yang dulu tidak lulus, mungkin hanya beberapa sks saja dan tidak menyita banyak waktu. Alhasil, banyak waktu luang yang kadang kita sendiri sebagai mahasiswa bingung bagaimana memanfaatkannya.

Malah yang sering terjadi, kita lebih suka males-malesan di kos dan melakukan aktivitas yang kurang bermanfaat. Waktu luang yang berlebih memang godaan terberat bagi mahasiswa jika kita sendiri tidak pintar-pintar memanfaatkannya. Hal itu yang kadang menjadi dilema bagi kita mahasiswa tingkat akhir.

2. Pusing Mikirin Skripsi

pic from pixabay.com

Saya yakin hampir semua mahasiswa tingkat akhir pasti stress ketika memikirkan skripsi. Semua itu tergantung dari kesiapan mental kita aja karena mau tidak mau kia harus melalui proses tersebut. Skripsi merupakan tanggung jawab kita sebagai mahasiswa sebagai prasyarat kelulusan.

Namun, kadangkala menggarap skripsi itu menjadi sebuah dilema tersendiri. Apalagi selama mengerjakan skripsi terdapat banyak rintangan, seperti susahnya mencari referensi, dapat kritik pedas dari dosen pembimbing, revisi yang kadang bikin spaneng, dll. Angan-angan kita sih semua berjalan mulus-mulus aja, tetapi ya hidup kadang tidak semudah itu fergusso haha.

Baca juga: 8 Pekerjaan yang Tidak Memerlukan Gelar Sarjana

3. Kerja Dimana, Ya?

pic from pixabay.com

Selain mikirin skripsi, mahasiswa tingkat akhir juga sudah mulai mikirin planning ke depan. Kita mulai berpikir kalau lulus nanti bakal ngapain, ya? Nanti kerja dimana, ya? Hal-hal semacam seringkali mengganggu konsentrasi kita dan membuat kita merasakan dilema, apalagi kalau teman seangkatan kita sudah ada yang punya kerja tetap atau bisnis yang cukup sukses.

Kita sendiri juga tahu bahwa mencari pekerjaan di era sekarang susah-susah gampang. Banyak sarjana yang menganggur karena lowongan kerja terbatas, sedangkan jumlah pelamar kerja ada banyak di luar sana. Di satu sisi, kita sendiri juga kurang enak kalau minta uang terus ke orang tua. Hal itulah yang kadang bikin kita dilema.

4. Kapan Nikah?

pic from pixabay.com

Masalah nikah mungkin bukan hal yang terlalu penting untuk dipikirkan mahasiswa semester tingkat akhir, tetapi kadangkala perihal nikah seringkali terlintas di kepala. Buat yang sudah punya pacar atau calon mah mungkin tenang-tenang aja tinggal atur kapan tanggalnya. Namun, buat yang masih dalam proses pencarian kadang hal itu menjadi dilema tersendiri, apalagi kalau ada saudara atau tetangga yang nanya macem-macem, semisal terkait calon kita atau pertanyaan kapan nikah.

***
Nah, mungkin itu saja ya sobat beberapa dilema yang sering dialami oleh mahasiswa tingkat akhir. Meskipun hal-hal semacam itu sering mengganggu kita, saya yakin kita pasti bisa melewati semua rintangan tersebut selama kita mau berusaha dan juga diiringi dengan doa.
Akhir kata, semoga artikel ini menghibur dan memberikan inspirasi bagi sobat sekalian. Thanks atas kunjungannya.

Cerita Tentang Pelangi pada Sepasang Mata yang Cantik


source: pixabay.com

Kali ini, saya ingin bercerita tentang seorang perempuan yang spesial bagi saya. Anggap saja namanya Mei. Dia merupakan teman kuliah saya dari jurusan lain. Kebetulan, kami bertemu dalam sebuah kesempatan. Waktu itu, saya dan dia tengah melaksanakan kegiatan praktik mengajar di salah satu SMA di kota kami.

Terus terang, saya tidak pernah menduga bahwa saya akan jatuh cinta dengan dia, apalagi saya tahu bahwa kami berdua menganut keyakinan yang berbeda. Pertama kali bertemu dia, saya rasa dia perempuan yang jutek dan judes. Saya pun juga sangat jarang berinteraksi dengan dia pada minggu-minggu pertama.

Namun, awal minggu ketiga semua terasa begitu berbeda. Entah sebuah kesengajaan atau tidak, saya kebetulan duduk persis di samping dia. Karena saya ini senang berbasa-basi dengan orang lain yang belum saya kenal, maka saya pun mencoba berbincang ringan dengan dia. Dari basa-basi ringan, lambat laun pembicaraan kami mulai melebar kemana-mana. Perbincangan itu membuat saya sadar bahwa persepsi saya tentang Mei salah. Dia orangnya humble dan sangat nyambung ketika diajak ngobrol. Kalau boleh jujur, saya jarang sekali bertemu dengan perempuan se-humble dia.

Satu lagi yang membuat saya betah ngobrol dengan Mei adalah dia memiliki mata yang susah saya definisikan. Saya suka matanya. Mata itu cantik dan dalam ketika saya tatap. Mata itu seolah memaksa saya masuk ke dunia dia.

Berhubung saya suka bercanda dengan gombalan-gombalan basi, saya menggoda dia waktu itu.
“Matamu kenapa, Mei?” tanya saya serius. Dia heran. Mencoba meraba di sekitar pelipisnya dengan ekspresi heran.
“Kenapa emangnya?” tanya dia polos.
“Enggak ada apa-apa. Aku lihat ada pelangi di matamu,” jawab saya sambil tertawa sembari menunjuk kedua matanya. Tawanya pun pecah dan dia tidak menyangka sama sekali dengan candaan saya.

Namun, dari situ kisah saya dimulai.

Selain dari matanya, saya juga suka cara dia berbicara, khususnya cara dia membawa saya masuk ke dunia dia. Bagi saya, dia memiliki dunia sendiri yang mungkin unik dan absurd. Dia juga humoris dan selalu menawarkan keceriaan. Tetapi, di balik sisi ceria itu, ada satu kesedihan yang selama ini dia pendam. Dan saya baru mengetahui kesedihan itu di kemudian hari.

Perbincangan itu memang tak berlangsung lama, tapi bagi saya cukup bermakna. Entah mengapa, saya mulai merasa dekat dengan dia, padahal beberapa minggu yang lalu kami masih cukup berjarak sebagai sesama teman yang dipertemukan dalam suatu peristiwa. Kami juga mulai saling mengenal lebih dalam. Dia tahu saya suka menulis puisi atau cerita-cerita yang sering saya unggah di blog saya.

“Buatin aku puisi, Mog,” katanya waktu itu. Saya cuman ketawa dan berkilah bahwa membuat puisi itu tidak semudah yang dikira. Sampai saat ini pun, saya masih berhutang puisi kepada dia.

Saya awalnya menganggap perbincangan itu biasa. Namun, saya tidak bisa menafikkan bahwa saya merasakan nuansa yang berbeda. Mungkin, waktu itu saya mulai menyukai Mei.  Dan yang paling saya herankan juga adalah dia datang pada momen yang tepat.

Malamnya, saya terus kepikiran Mei. Ah, jatuh cinta memang absurd dan membuat saya suka senyum-senyum sendiri seperti orang yang kurang waras. Tapi, jatuh cinta dengan Mei adalah jatuh cinta paling selow yang pernah saya rasakan. Saya tahu, kecil kemungkinan jika saya bisa bersama dengan dia karena alasan kami sangat prinsipil.

Meski saya tahu kenyataan itu, saya tidak mau membunuh perasaan saya terlalu dini. Saya suka Mei dan saya ingin menikmati waktu bersama dengan dia selagi kami masih bisa bertemu.
***
Di lain waktu, saya seringkali duduk di dekat Mei. Ketika dia tidak ada ruangan, saya selalu bertanya kepada salah satu temannya hingga membuat temannya curiga bahwa saya ada sesuatu dengan Mei. Saya mungkin bisa mengelak dan berkilah, tetapi gerak-gerik saya terlalu jujur dan saya tidak pandai bersandiwara.

Pernah juga, saya terlibat dalam pembicaraan yang menurut saya cukup absurd dengan dia. Kami duduk berhadap-hadapan dan seperti biasa dia menguarkan candaan absurd yang membuat saya tak henti-hentinya ketawa. Yang paling membuat saya heran, saya selalu nyambung kalau ngomong sama dia. Selalu ada aja topik yang asik untuk diperbincangkan.

“Mog, kamu kok aneh ya?” tanyanya heran waktu itu.
“Aneh kenapa? Kamu lho juga aneh, Mei? Nggak ada cewek seaneh kamu di dunia ini,” balas saya balik. Kami berdua tertawa lagi.
“Aku aneh kenapa emangnya?”
“Kamu punya dunia sendiri yang menurutku gak banyak orang punya. Dan kamu mampu membawa orang lain masuk ke duniamu,”

Kemudian, tanpa sadar saya mulai bercerita tentang cerita rumit saya dengan seorang perempuan. Anggap saja namanya Rara, dia teman SMA saya yang kuliah di Jogja. Selama tiga tahun ini, saya merasa stuck dengan dia. Saya ragu hendak bertahan atau melepaskan. Kadang, saya merasa bahwa dia hanya mempermainkan perasaan saya saja. Sampai akhirnya, dia memberikan sebuah jawaban yang cukup menjadi alasan bagi saya untuk pergi. Dia ternyata masih mengharapkan seseorang yang merupakan teman sebangku saya sewaktu masih SMA. Saya tak terlalu sakit mengetahui hal itu karena sudah terlalu banyak kekecewaan yang saya alami selama berhubungan dengan Rara.

“Kasihan, Mog. Bagus kali kalau ceritamu dibuat film,” ujarnya pelan.

Saya hanya tertawa ketika mendengar respons dari Mei.

Ketika melihat Mei, saya jadi teringat sosok Kugy di novel “Perahu Kertas” karya Dee Lestari. Kugy memiliki karakter yang unik dan ceria, terutama tentang hobinya menulis dongeng dan mengirimkan surat kepada Neptunus melalui perahu kertas.

Saya pikir, Mei juga seperti Kugy. Kadangkala, ia juga terlihat kekanak-kanakan. Suka cemberut gak jelas, lalu kembali ceria lagi. Tapi, di balik sosoknya yang seperti itu, Mei orang yang pintar dan banyak sisi lain dari dirinya yang tidak ia tunjukkan ke orang lain.

****
Tiga puluh hari pun berlalu tanpa terasa.

Kegiatan praktik mengajar kami sudah selesai dan itu artinya saya akan kehilangan momen-momen kebersamaan dengan Mei. Karena saya takut hari itu adalah terakhir kalinya saya bisa bertemu dengan Mei, saya meminta foto dengan dia. Dan anjir-nya, dia malah menertawakan saya.

Saya tahu itu adalah hal konyol, tetapi paling tidak hanya itulah yang saya harapkan. Saya juga memberikan Mei sebuah gantungan kunci yang juga saya berikan ke murid-murid saya sebagai kenang-kenangan selama mengajar. Paling tidak, gantungan kunci itu bisa bertahan lama dan Mei semoga selalu teringat kepada saya ketika melihat gantungan kunci itu, bahwa ada pernah cowok absurd yang pernah menjadi temannya bercerita.

Jujur, hari itu saya merasa kosong. Saya merasa ada yang kurang dan mungkin bisa dikatakan saya juga sedih karena saya akan sangat jarang bertemu dengan Mei. Saya merasa ada kepingan hati saya yang hilang dibawa oleh Mei. Tanpa sadar, dia telah menjadi seseorang yang spesial di hati saya. Seseorang yang mampu memberikan saya inspirasi.

Saya mendadak merasa rindu dengan dia padahal saya bukan siapa-siapa dia haha. Jika ada satu lagu yang mampu memahami perasaan saya waktu itu adalah lagu Kahitna yang berjudul Soulmate. Saya terus menerus memutar lagu itu karena saya merasa bahwa si Mei sudah ibarat soulmate bagi saya, walaupun saya sekali lagi harus menerima kenyataan pahit bahwa saya tidak mungkin bisa bersama dengan dia.

Baca juga: Mei, Komik Juki, dan Film Joker

****
Di lain waktu, tepatnya mendekati tengah malam. Saya menelpon Mei. Ia belum tidur karena baru menghadiri sebuah acara di gereja.

Ada banyak kisah tentang saya yang belum saya ceritakan kepada Mei, tentang perempuan-perempuan yang membuat saya patah hati di masa lalu juga tentang mantan pertama saya. Saya sendiri juga heran, Mei waktu itu tertarik mendengarkan cerita-cerita saya. Padahal, saya waktu itu sedang ngantuk-ngantuknya. Tapi ketika mendengar suara Mei, kantuk saya mendadak sirna.

Malam itu, saya bicara panjang lebar. Saya menceritakan tentang sosok bernama Dinda (nama samaran) yang pernah membuat saya patah hati dan hampir nekat bunuh diri ketika saya masih SMA. Ceritanya waktu itu dia berjalan bersama dengan orang lain tepat di depan kedua mata saya. Hal itu yang membuat dunia saya hancur waktu itu dan itu adalah patah hati terhebat dalam hidup saya.

Lalu, saya kembali bercerita tentang mantan pertama saya yang sampai saat ini masih sering saya kenang, meskipun tak ada niat lagi untuk balikan. Tentang permasalahan yang menimpa kami berdua di masa lalu. Tentang kegoblokan saya dan keegoisan saya yang memberinya luka di masa lalu.

Dari jauh seberang, suara Mei kadang terdengar lirih seperti ikut prihatin dengan kisah kandas saya. Tak jarang juga dia malah ketawa keras.

Usai saya bercerita, ganti dia yang menceritakan pengalaman cintanya yang traumatis dengan sesosok pria bernama Dori (nama samaran). Saya tidak bisa cerita terlalu banyak karena ini menyangkut privasinya. Intinya, dia terjebak dalam sebuah hubungan yang rumit dengan Dori. Sementara itu, Dori memiliki hobi balapan dan juga memiliki sifat yang keras. Ia juga posesif dan suka mengekang Mei. Hal itu yang membuat Mei tidak betah dengan dia dan terpaksa mengakhiri hubungannya dengan Dori. Semenjak itulah, ia trauma dengan cowok dan tidak mau terbawa perasaan lagi.

Sepanjang Mei bercerita, kadang saya tidak berhenti ngakak karena ada banyak part konyol tentang Dori. Tetapi dari cerita Mei, saya jadi salut dengan dia. Di balik wajah dan senyumannya yang ceria terdapat kesedihan yang mungkin masih menghantuinya.

Di akhir pembicaraan itu, saya mencoba menguatkan diri untuk mengungkapkan hal yang selama ini masih saya pendam. Mei harus tahu, walau saya sendiri ragu bahwa dia sendiri sudah mengerti apa yang saya rasakan selama ini.

“Mei, jujur aku selama ini seneng sama kamu. Tapi ya kamu tahu sendiri kalau aku nggak mungkin sama kamu,” kata saya waktu itu dengan agak gagap.
“Iya, aku sudah ngerti, Mog. Aku hargai kejujuranmu,” balasnya.
“Aku sendiri heran, Mei. Nggak tahu kenapa kok aku bisa suka sama kamu, padahal pertama kali ketemu kamu, aku merasa kamu judes dan gak asik lah pokoknya haha,”

Dia hanya tertawa ketika saya bercanda seperti itu. Berhubung tak ada lagi yang bisa kami perbincangkan, saya menutup telepon tersebut. Tak terasa, kami sudah berbincang satu jam lamanya.

Malam itu saya merasa plong dan tak ada beban karena Mei sudah tahu apa yang selama ini saya rasakan. Kami juga saling mendoakan kebahagiaan kami masing-masing. Saya berdoa untuk dia agar dia segera bertemu dengan lelaki yang sesuai dengan harapannya.

Dan saya kira, itu adalah cerita terakhir saya dengan Mei. Namun dugaan saya keliru, cerita kami masih berlanjut. Walaupun itu hanyalah cerita-cerita sederhana, tetapi bagi saya cukup bermakna.

Nanti, akan saya ceritakan kembali di tulisan saya di lain waktu.

Malang, 20/10/2019