10 Alasan Pacaran Itu Tidak Penting



Pacaran di jaman sekarang itu merupakan sebuah hal yang sangat lazim di sekitar. Hampir kebanyakan remaja atau mungkin anak-anak yang baru gede sudah pernah berpacaran dengan anak seusia mereka. Saya sendiri pun juga pernah berpacaran dengan seseorang, tetapi itu di masa lalu. Karena sebuah alasan, saya saat ini memilih untuk sendiri terlebih dahulu. Sekarang saya memiliki pemikiran bahwa pacaran itu sebenarnya tidak penting. Sekali lagi saya tegaskan bahwa pacaran itu tidak penting.

Kawan, saya yakin ada banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya di atas. Tetapi, saya juga percaya bahwa beberapa di antara kalian juga sependapat. Nah, saya ingin mengajak kalian untuk merenung dan berpikir sejenak dengan membaca tulisan saya kali ini.

Berikut adalah alasan-alasan mengapa pacaran itu tidak penting:

1. Buang-Buang Waktu

Percaya atau tidak, pacaran itu hanya membuang-buang waktu. Alasannya sederhana karena terkadang orang yang sekarang kita ajak pacaran, belum tentu akan menjadi jodoh kita kelak di masa depan. Di luar sana, ada banyak orang yang bertahun-tahun pacaran tetapi mereka tidak ditakdirkan bertemu di pelaminan. Kalaupun bertemu, kadang yang satu menjadi pengantin dan yang satunya menjadi hadirin resepsi. Kita tahu, bahwa kita telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan orang yang salah. Memang hal itu tidak sepenuhnya sia-sia, karena minimal kita telah menjaga jodoh orang dengan sebaik-baiknya.

2. Penghambat Cita-Cita

Kadang, ada orang yang menganggap bahwa hobi dan pacar sama-sama prioritas. Akan tetapi, tak semua pasangan mau bersikap dewasa dan mau mengerti tentang hobi kita. Ketika kita ingin menghabiskan waktu untuk dunia kita sendiri, kadang kita harus mengorbankan waktu untuk pasangan kita. Boleh jadi dia akan marah dan menuntut kita untuk memperhatikan dia secara lebih. Padahal, hobi yang kita tekuni adalah salah satu prioritas dalam hidup kita untuk mengejar cita-cita hidup yang lebih baik. Pacaran itu kadang justru malah menghambat proses kita dalam menggapai cita-cita.

3. Rentan Sakit Hati

Ini adalah salah satu alasan yang cukup logis mengapa pacaran itu tidak penting. Kebanyakan akhir dari orang-orang yang berpacaran adalah sakit hati. Karena apa? Barangkali, karena seseorang dikhianati oleh pasangannya. Sakit hati yang tak kunjung diobati kadang menjadi virus bagi seseorang. Sudah banyak kasus dimana orang-orang nekat bunuh diri hanya karena putus cinta. Padahal, masih ada banyak penyelesaian yang lebih baik setelah putus cinta selain bunuh diri.

4. Penambah Dosa

Tak dapat dinafikkan bahwa pacaran itu menambah pundi-pundi dosa kita. Hal ini sangat jelas disinggung di dalam kitab suci bahwa pacaran itu haram karena cenderung mendekatkan diri kepada zina. Pacaran itu mengundang syahwat dan sangat dekat dengan kemaksiatan. Saya tidak ingin membahas hal ini lebih mendalam karena bukan bidang saya dalam hal ini.

5. Perempuan Cenderung Dirugikan

Kita tahu bahwa di jaman sekarang ini sudah banyak kasus-kasus seks pra nikah. Seks di luar nikah dapat menyebabkan hamil di luar nikah dan parahnya lagi dapat memaksa perempuan untuk melakukan aborsi demi menutupi aib. Hal ini dapat terjadi karena gaya pacaran yang tidak sehat. Mereka dengan penasaran mencoba-coba hal terlarang tanpa memikirkan konsekuensi ke depan. Tentu, dari kasus-kasus ini pihak perempuan yang lebih banyak dirugikan. Karena keperawanan bagi seorang perempuan adalah simbol mahkota. Ketika mahkota itu hilang, dapat dibayangkan bagaimana tekanan psikologis yang akan diterima perempuan itu, terutama dari segi sosial.

6. Mengganggu Proses Belajar

Hal ini berlaku untuk anak-anak yang masih berada dalam lingkup pendidikan baik di SMP atau SMA. Pacaran itu dapat mengganggu aktifitas belajar baik itu di dalam kelas atau di luar kelas, baik itu langsung atau tidak. Ketika mereka di dalam kelas, bukannya belajar mereka kadang malah sering melamun memikirkan pacarnya. Selain itu, ketika mereka galau karena suatu sebab bisa jadi menurunkan semangat belajar mereka dan berimbas terhadap prestasi mereka di sekolah.

7. Menguras Dompet

Memang, sesekali pacaran itu harus mengeluarkan modal sedikit demi kebaikan mereka. Karena nggak mungkin orang pacaran hanya saling memikirkan saja. Minimal modal pulsa atau kuota untuk bisa berkomunikasi jarak jauh. Atau modal duit agak banyak untuk mengajak jalan atau bertemu di sebuah tempat. Untuk kita yang sudah punya penghasilan mungkin bukan suatu masalah, tapi bagi mereka yang masih minta sama orang tua tentu hal itu merupakan sebuah masalah serius karena akan mengurangi uang jajan mereka. Terutama pas pacar ulang tahun, paling tidak diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk membeli hadiah atau surprise kecil-kecilan.

8. Minim Komitmen

Salah satu alasan pacaran itu nggak penting adalah minimnya komitmen. Pacaran itu merupakan sebuah bentuk ketidakseriusan dalam sebuah hubungan. Ketika berpacaran, kadangkala hubungan itu tidak memiliki arah. Mereka hanya berdiam diri di satu titik yang itu-itu saja hingga bosan. Hubungan semacam ini tentu tidak memberikan feedback yang positif untuk kita. Karena hubungan yang serius itu adalah hubungan yang menjurus ke jenjang pernikahan. Dan komitmen itu penting dalam sebuah hubungan.

9. Pengekangan Sosial

Salah satu hal yang tidak mengenakkan adalah ketika kita dikekang oleh pasangan kita. Kita menjadi terikat dan tidak bebas bergaul dengan teman-teman kita terutama teman lawan jenis. Selain itu, ketika kita memiliki pasangan secara nggak langsung kita akan berhati-hati dalam menjaga perasaan pasangan kita dengan cara membatasi pergaulan kita. Memang, hal ini tidak seratus persen terjadi dalam sebuah hubungan. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka yang pernah berpacaran pasti mengalami hal ini. Karena cemburu itu datang tanpa melihat situasi dan kondisi.

10. KARMA

Dalam berpacaran ada sebuah hukum timbal balik yang lambat laun akan kembali ke diri. Hukum itu adalah KARMA. Jadi apa yang kita lakukan terhadap pasangan kita akan kembali ke diri kita ke suatu saat nanti. Percaya atau tidak, ketika kita menyakiti seseorang maka suatu saat kelak ada orang yang dikirimkan Tuhan untuk menyakiti kita. Sebaliknya, ketika kita memperlakukan seseorang baik kepada seseorang maka kebaikan itu akan kembali ke diri kita pula. Dalam berpacaran, kadangkala terdapat kekhilafan baik yang kita sengaja atau tidak. Kekhilafan itulah yang bisa jadi menjadi karma untuk kita di masa depan sebagai balasan untuk kita.

***


Barangkali, itu saja alasan-alasan mengapa pacaran itu tidak penting. Saya menulis ini bukan perkara saya anti sama orang yang pacaran, melainkan karena saya hanya ingin menyampaikan pendapat yang barangkali memberikan perspektif baru untuk para pembaca. Karena sebuah hubungan itu tidak harus dilalui dengan berpacaran. Ketika kita sudah serius dengan seseorang, lebih baik kita menjalin komitmen untuk mengajaknya ke jenjang pernikahan yang sah dari segi agama dan negara. Terimakasih untuk kawan-kawan yang sudah mampir. Semoga artikel ini bermanfaat. 

Kopi dan Penulis


Kopi adalah teman terbaik bagi kebanyakan orang baik dalam berbagai keadaan. Suatu hal yang asik nan menentramkan ketika menyambut pagi atau menikmati sore dengan secangkir kopi. Di tengah obrolan satu meja yang cukup panas, kadangkala kopi berperan sebagai penengah sekaligus pelerai perdebatan. Ketika hujan, kopi pun dapat menghangatkan dingin yang menyeruak masuk ke dalam ruangan. Begitu pun ketika bekerja lembur hingga larut malam, tak ada yang lebih setia dari kopi sebagai teman kita begadang.

Eksistensi dari kopi itu sendiri sangat penting bagi kebanyakan penulis. Seperti yang kita tahu, menulis bukanlah pekerjaan yang mudah. Dalam menulis butuh kesabaran dan ketekunan untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Ketika memroses sebuah tulisan, penulis memerlukan fokus yang cukup tinggi demi merangkai kalimat yang epik serta enak dibaca oleh orang-orang. Kandungan kafein dalam segelas kopi terkadang sangat membantu penulis untuk tetap fokus terhadap tulisannya. Selain itu, efek kafein mampu mengusir rasa kantuk ketika menulis.
Salah satu kendala terbesar yang seringkali dihadapi oleh para penulis adalah macet inspirasi. Saya yakin hampir setiap penulis mengalami hal ini. Mereka sama sekali tidak dapat menemukan ide perihal apa yang akan mereka tulis. Sekeras apapun mereka berpikir, yang ada hanyalah jalan buntu. Kopi sedikit banyak memegang peran yang sangat penting di sini. Kopi dapat memberikan inspirasi secara otodidak. Contoh sederhana adalah saya yang seringkali menemukan ide-ide baru untuk menulis setelah meminum segelas kopi hitam. Selain itu, kopi dapat memberikan sebuah nyala semangat dalam benak kita untuk bergegas memulai tulisan yang masih sekadar ide. Seolah ada energi tersembunyi di balik pahitnya kopi yang mendorong diri kita. Barangkali itu merupakan sebuah keajaiban kecil dari kopi.


Maka dari itu, kopi dan penulis adalah sebuah satu kesatuan yang sulit untuk dipisahkan. Mereka seperti sepasang kekasih yang saling merindukan ketika tiada temu. Tanpa kopi, kadang menulis terasa sangat berat. Akhir kata, buat teman-teman yang tengah macet inspirasi untuk menulis jangan khawatir. Seduhlah segelas kopi, hiruplah aroma khasnya, seruput pelan-pelan, nikmatilah waktu ngopi kalian. Ketika inspirasi sudah datang, segera move untuk merealisasikannya. Jangan hanya diendapkan di kepala agar tidak hilang.

8 Penyebab Gagal Move On


Move on bagi sebagian orang memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Barangkali, kata move on  terdengar begitu berat untuk mereka yang baru patah hati dan masih menyimpan harap pada cinta yang telah berlalu. Mereka yang tidak mengerti bagaimana sulitnya terjebak dalam kenangan masa lalu mungkin akan mudah mengucapkan kata ini. Namun faktanya, move on itu tak semudah apa yang mereka bayangkan karena perlu perjuangan keras untuk itu.

Kita pasti pernah menemukan teman atau sahabat yang dia masih belum dapat move on dari mantan atau orang yang pernah disayanginya di masa lalu. Kadang hal itu membuat kita kasihan dengan dia yang tiap hari murung melulu. Nah, edisi kali ini saya pengen memaparkan apa-apa saja yang kadang membuat kita itu gagal move on.

1. Stalking

Hal pertama yang membuat orang itu susah move on adalah kebiasaan stalking tingkat akut. Setelah putus atau mungkin berpisah dari orang yang kita sayangi, salah satu kebiasaan buruk kita adalah selalu saja melihat sosial media si dia berulang-ulang. Sebenarnya nggak salah kalau kita ingin mengetahui kabarnya semenjak tidak bersama kita lagi. Akan tetapi, apakah dengan mengetahui kabar itu akan membuat kita bahagia? Jawabannya yang paling mungkin adalah tidak. Karena ketika dia sudah bahagia dengan orang lain, hal itu justru akan lebih membuat kita menderita.

2. Keseringan Melamun

Alasan selanjutnya mengapa orang itu sering gagal move on adalah mereka sering menghabiskan waktu untuk melamun. Mereka masih suka melamunkan kenangan-kenangan manis di masa lalu. Bagi orang yang baru putus cinta itu adalah hal yang wajar. Tetapi ingat, kita bisa menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang lebih positif.

3. Harapan Itu Masih Ada

Salah satu alasan mengapa kita tidak dapat lepas dari bayangan masa lalu kita adalah karena harapan itu masih ada. Harapan untuk bersamanya kembali beserta keinginan untuk mengulang kisah yang seharusnya sudah berakhir. Percaya atau tidak, harapan itulah yang memaksa hati kita untuk tinggal pada cinta yang lama. Kita tidak akan mungkin benar-benar melepas dia apabila harapan itu masih ada di dalam hati kecil kita.

Baca juga: Hukum Balikan Dengan Mantan

4. Terlalu Menutup Hati

Tak semua orang gampang membuka hati untuk cinta yang baru, terutama bagi mereka yang masih teringat sakit hati akan cinta yang lalu. Namun, sampai kapankah kita akan terus menutup hati kita? Apakah dengan menutup hati luka itu akan sembuh dengan sendirinya? Bukankah dengan menutup hati malah membuat kita melewatkan kesempatan-kesempatan atas benih-benih cinta yang baru? Kita seharusnya merenungkan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk menentukan pilihan yang lebih baik.

5. Masih Menyimpan Barang Kenangan

Kadang kita terlalu berat untuk membuang barang atau benda apapun yang menyimpan kenangan tentang dia. Contoh sederhana adalah foto kita berdua dengan dia pada masa lalu. Tak ada salahnya menyimpan benda-benda itu sebagai kenangan dari cerita yang sudah usai. Akan tetapi, kita lebih baik menjauhkan diri dari benda tersebut agar kita tidak gampang teringat dia lagi.

6. Efek Mendengarkan Lagu-Lagu Galau

Lagu-lagu galau sejujurnya memang enak untuk didengarkan ketika senggang. Namun buat orang yang baru patah hati, lagu-lagu semacam ini sebaiknya dihindari karena akan memperlambat proses move on. Ketika mendengarkan lagu galau, hati bukannya bahagia malah akan lebih sedih  karena teringat dia yang telah pergi.

7. Terlalu Sulit Untuk Memaafkan

Salah satu penghambat orang untuk bisa move on adalah karena mereka masih belum bisa berdamai dengan keadaan. Ada saja penyesalan yang masih tertinggal di belakang. Barangkali, ia belum bisa memaafkan dirinya sendiri atau mungkin orang yang pernah menyakitinya. Sederhana saja, ketika kita belum bisa berdamai dengan keadaan jangan pernah berharap kita akan bisa melupakan segala yang terjadi di masa lalu.

8. Kurang Berdoa

Pernah nggak kita berpikir mengapa kita harus mengalami yang namanya patah hati? Atau mengapa kita selalu saja galau dan tidak bisa bangkit dari keadaan? Kadang salah satu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu adalah kurangnya kedekatan kita dengan Tuhan. Kita seringkali lalai dan tanpa sadar kita telah jauh dari Tuhan. Barangkali, Tuhan rindu dengan kita dan Dia ingin kita mendekat kepada-Nya. Percayalah, ketika kita rajin berdoa dan ikhlas, akan ada kemudahan bagi kita untuk move on dan mendapat pengganti yang lebih baik dari dia di masa lalu.

***

Barangkali, itu saja teman-teman yang dapat saya share pada kesempatan kali ini. Minimal dengan tahu penyebab-penyebab gagalnya move on, kita bisa lebih bijak menata pilihan ke depan. Tentu hal ini saya tulis bukan hanya berdasarkan khayalan semata karena sejujurnya saya juga pernah mengalami fase dimana move on itu terasa sangat sulit. Namun, hidup masih terus berlanjut dan kita harus tetap bergerak meski dia sudah tidak lagi bersama kita. Akhir kata, saya berdoa semoga kalian bisa mengambil manfaat dari tulisan ini. Jika ada kesempatan, saya akan menulis artikel tentang kiat-kiat sukses move on.

Baca juga: Mantanologi


Mencintai Dalam Keputusasaan


Terkadang, cinta mampu menjebak kita dalam sebuah ruang hampa tak berpintu juga tak berjendela. Kita tak pernah bisa keluar atau sekadar menatap langit dari jendela. Apa yang kita lihat hanyalah dinding kosong. Tak ada suara yang dapat kita dengar karena dinding itu akan tetap menjadi penghalang.

Tak semua cinta dilalui dengan tawa bahagia. Kadangkala, mencintai membuat batin kita tersiksa. Ketika harapan sudah tidak berbanding lurus dengan kenyataan. Ketika semua perjuangan sudah menemui jalan buntu. Lantas, hati seringkali memaksa kita untuk tetap berlabuh pada satu cinta yang sama. Meskipun, konsekuensi dari hal itu tak jarang membuat kita putus asa dengan dia yang mungkin tak lagi memberikan rasa yang sama terhadap kita.

Baca juga: Sepasang Mata yang Jatuh Cinta

Kita seringkali menyangkal kenyataan meskipun hati kita sudah merasa jengah. Dalam pemikiran kita, dia masih menjadi orang yang paling berharga dalam hidup kita, meskipun secara tersirat itu adalah pemikiran yang salah. Memang, kebanyakan dari kita selalu mengalami hal tersebut ketika mereka belum berusaha untuk melepas sesuatu yang sudah selayaknya dilepas. Hal itu disebabkan karena hati masih memaksa kita untuk tinggal pada tempat yang salah. Seharusnya kita bisa keluar dari zona tersebut. Kita berhak bahagia, bukan malah terjebak dalam keputusasaan yang justru membuat kita menderita.

Kawan, mencintai dalam keputusasaan adalah sebuah kesia-siaan. Untuk apa bersikukuh mempertahankan, ketika melepas adalah pilihan yang lebih baik. Kita mungkin seringkali terlihat begitu bodoh karena mencintai orang yang salah. Kita menyia-nyiakan waktu kita yang berharga untuk sekadar cinta yang tak terarah.

Ikhlaskan dia untuk pergi meski itu akan menyisakan sebuah lubang di hati kita. Suatu saat nanti akan ada seseorang yang akan mengisi lubang di hati kita. Seseorang yang akan mengusir segala gundah dan rasa putus asa, yang juga akan membawa harapan-harapan baru sebagai pelipur lara atas luka di masa lalu.

Baca juga: Satu Momen Ketika Waktu Seolah Membeku

Cerpen - Senja dan Secangkir Kopi

sumber: suwalls.com

Aku selalu suka menikmati senja sendirian. Terutama ketika tidak ada kerjaan, hanya melamun serta menikmati secangkir kopi pahit tanpa gula. Duduk di teras sembari menatap langit yang mulai tersapu petang.

Senja memang selalu punya rahasia, punya cerita bagi setiap orang. Ketika mentari mulai tenggelam di horizon cakrawala, serta ketika langit mulai memudar birunya berganti merah kekuningan. Kenangan tentang senja, adalah kenangan yang tidak mudah dilupakan.

Begitupun sekarang, aku duduk di salah satu kafe. Memesan secangkir kopi tanpa gula kepada pelayan. Ia sudah biasa dengan pesananku, bisa dibilang aku adalah pelanggan tetap. Kopi tanpa gula punya filosofi yang cukup dalam, memang pahit tapi tak segetir pahitnya kehidupan. Kopi itu minimal mengerti rasa sakit yang kupeluk sendirian, teman setia yang paling bisa mengerti cintaku yang telah kandas dan hilang.
Dua bulan lalu, aku dan dia masih duduk hangat bercengkerama menikmati senja. Kala itu aku masih menyukai kopi dengan gula. Dia memang tak suka kopi, lebih senang memesan jus dingin. Kami tertawa, membicarakan masa depan. Hubungan kami memang berjalan cukup lama, sudah sepatutnya kami berlanjut ke jenjang yang lebih serius.

Aku sudah bertekad menikahinya, tapi aku masih perlu waktu. Kerjaku masih serabutan, terlebih orangtuanya menuntut lebih dariku. Dia masih sabar, dengan sabar menungguku mapan.

“Sejujurnya aku tidak takut miskin, asalkan bersamamu.” Katanya tempo lalu. Masih kuingat kuat. Tatapan mata penuh keyakinan itu menyemangatiku. Tentu aku tidak akan membiarkannya hidup menderita bersamaku. Aku ingin dia bahagia, dengan keluarga kecil yang nantinya kami rajut bersama.

“Aku janji akan membahagiakanmu.” Kala itu aku berkata manis, itu bukan dusta belaka. Itu janjiku. Penghasilanku mungkin tak seberapa, aku hanya seorang karyawan kantoran. Namun aku percaya jerih payahku pasti akan membuahkan hasil.

Sebagai seorang perempuan, dia memang sabar menunggu. Sayang, kata ‘menunggu’ tidak berlaku untuk kedua orangtuanya. Mereka memaksanya untuk segera menikah, ada banyak calon yang lebih baik. Orangtuanya sudah memilihkannya satu. Pria yang lebih mapan dan tentunya tampan. Ah, aku pun tidak kalah tampan dengan calon pilihan orangtuanya. Hanya saja kemapananku masih mereka pertanyakan, mereka menganggap bahwa aku masih tidak punya masa depan.

“Aku takut melawan orangtuaku. Aku mencintaimu. Sejujurnya, aku hanya ingin menikah denganmu.” Katanya waktu itu di kala senja. Aku tahu dia bersedih. Ini bukan lagi zamannya Siti Nurbaya dimana perjodohan masih lumrah. Dia seharusnya berhak memilih dengan siapa dia akan menikah. Namun keputusan orangtuanya tidak dapat diganggu gugat.

“Mengapa kamu tidak mengajakku kawin lari saja?” Dia merengek, meminta hal gila.

“Tidak.” Aku menggeleng. Itu bukan keputusan terbaik. Pikirannya sedang kacau, kawin lari itu sungguh melelahkan. Tidak semudah yang dibayangkan. Aku tidak bisa menikahinya tanpa restu kedua orangtuanya. Pernikahan kami nantinya tidak akan berkah.

“Menikahlah dengan pilihan orangtuamu. Aku yakin mereka ingin kamu bahagia. Bukan bersamaku.” Dengan sedikit terpaksa, aku melepas dia pergi. Aku tak punya kuasa apa-apa saat itu. Dia sedikit kesal denganku, bercampur sedih. Kemudian pergi, meninggalkanku di kafe tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Kejadian itu pun masih terjadi ketika senja. Senja selalu punya kenangan untuk kami berdua.

Dua hari sebelum pesta pernikahan berlangsung, dia mengajakku bertemu kembali di kafe. Dia menitipkan sebuah undangan bersampul merah muda berhiaskan pita. Disitu tertulis rapi kedua nama mempelai. Beserta foto pre-wedding. Dia tampak cantik dengan gaun pengantin. Ada sedikit kekecewaan, seharusnya aku yang ada di foto undangan tersebut.

“Aku harap kamu datang. Itu adalah keinginan terakhirku.” Pintanya. Matanya sembab, sepertinya ia baru saja menangis semalaman. Mungkin menangisiku, pikirku.

Aku diam tak menjawab permintaannya. Dia masih menatapku berkaca-kaca penuh harap. Dia tidak memiliki banyak waktu. Menjelang pesta pernikahan, ada banyak hal yang harus dia persiapkan.

Di dalam kamar aku masih terdiam, menatap undangan itu lamat-lamat. Aku tidak yakin. Sedikit segan jika harus menunjukkan wajah kekalahanku di pesta nanti. Terutama di depan kedua orangtuanya. Kehadiranku mungkin diharapkan olehnya, tapi tidak dengan mempelai pria beserta para undangan.

Baca juga: Cerpen - Radio Kenangan

Keputusanku bulat. Aku tidak datang di hari pernikahannya. Waktu itu aku hanya memutar lagu-lagu sedih di teras rumah. Menyeduh secangkir kopi tanpa gula. Awalnya aku tidak mampu menikmatinya, ingin rasanya cepat-cepat kubuang. Namun hal itu sedikit kupaksakan. Kuseruput pelan-pelan dan kuresapi pahit dalam secangkir kopi tersebut.

Bukankah patah hati juga demikian konsepnya? Rasa sakit itu memang tidak mengenakkan, akan tetapi ketika sakit itu dinikmati pelan-pelan, lama-lama akan terbiasa. Barangkali rasa sakit itu mampu membuat seseorang kecanduan.

Selepas pernikahan tersebut, aku bertekad untuk tidak lagi menghubunginya. Takut jika hal itu malah akan merusak hubungan harmonis mereka. Aku pun menyibukkan diri dengan pekerjaanku. Berkat usaha kerasku selama dua tahun, akhirnya aku memeroleh kenaikan jabatan. Aku juga merintis sebuah usaha waralaba sebagai bisnis sampingan. Lumayan, penghasilannya cukup menguntungkan. Keadaanku sekarang sudah jauh berbeda dengan dulu. Kini aku sudah mapan. Sayang, waktunya sangat tidak tepat.

Entah mengapa, aku sekarang tiba-tiba mengharapkan dia kembali. Rindu akan tawa dan senyumannya. Memang sedikit tidak tahu diri, tapi aku memberanikan diri untuk berkunjung ke rumah orangtuanya. Tak ada maksud apa-apa, hanya ingin menjalin tali silaturahmi. Ketika sampai di depan pintu rumah orangtuanya, aku menghela nafas. Kuketuk pelan sembari mengucap salam.

Ayahnya membukakan pintu. Sedikit pangling denganku yang berdiri gagah di hadapannya. Tanpa memperkenalkan diri, ayahnya dengan cepat mengingat siapa aku. Kemudian mempersilahkanku masuk ke dalam rumah. Rumah ini tampak sepi. Hanya ada kami berdua yang tengah berbasa-basi. Ayahnya tahu apa maksud kedatanganku kemari. Tak ada kemarahan, yang ada malah gurat wajah sedih bercampur pilu.

“Dia sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.” Kalimat singkat dari ayahnya  yang langsung mengejutkanku. Aku terhentak tidak percaya. Beliau bercerita bahwa dia meninggal dunia karena sebuah kecelakaan.

“Saya menyesal. Andai saja jika dulu saya mengizinkan kamu menikahi anak saya.” Ungkapnya terus terang. Aku sungguh tidak mengerti tentang apa yang terjadi.

Ternyata, dia tidak bahagia dengan pernikahannya. Suaminya adalah lelaki bangsat yang sukanya main wanita dan berjudi. Parahnya suaminya juga terlilit hutang, kekayaannya habis untuk melunasi hutang-hutang tersebut. Mereka pun hidup dalam kesusahan. Tak jarang, suaminya melakukan kekerasan rumah tangga terhadapnya. Ia tidak kuat dan memutuskan untuk kembali ke rumah orangtuanya yang berada di luar kota. Nahas, bus yang ia tumpangi mengalami tabrakan di perjalanan dengan sebuah truk. Ia sempat kritis sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Hatiku pilu mendengar cerita tragis itu. Kemudian, aku meminta ayahnya untuk mengantarkanku ke tempat persemayaman terakhirnya. Beliau berkenan. Meski terlambat, minimal aku bisa berkunjung ke pusaranya. Menabur bunga beserta mengirimkan sebuah doa. Aku sedikit meneteskan airmata sembari memegang lembut nisannya. Berharap jika aku bisa menemuinya meski sedetik saja.

Sekarang, menikmati secangkir kopi adalah hal rutin yang selalu aku lakukan ketika senja. Ini dalam rangka caraku mengenang dia. Belum ada satupun perempuan yang mampu menggantikan dia. Entahlah, aku tidak terlalu mengerti mengapa demikian. Rasanya aku ingin kembali ke masa lalu, mencegahnya untuk tidak menikah dengan lelaki bangsat itu. Andai saja jika aku berkenan membawanya lari dari orangtuanya, menikah diam-diam dan membangun keluarga kecil bersama, mungkin ia sekarang masih tertawa bersamaku.

Pada akhirnya satu hal yang paling kusesali, aku tidak bisa memenuhi keinginan terakhirnya untuk datang di pesta pernikahannya. Aku hanya bisa mendoakan, semoga ia tenang di alam sana.




Sebuah cerita fiksi tentang patah hati dan cinta yang tak harus bersatu
Malang, 31 Maret 2017 


Baca juga: Cerpen - Elegi Dongeng Sepasang Camar

Kumpulan Kata-Kata Puitis MogiMogy - 3

Selamat sore, gaes. Kali ini saya ingin membagikan beberapa kata-kata buatan saya sendiri yang mudah-mudahan menghibur dan memberikan inspirasi untuk kalian semua. Kata-kata ini saya tulis di kala senggang dan agak galau mungkin ketika teringat seseorang. Namun dengan menulis kata-kata, terkadang beban itu sedikit hilang. Baik, langsung saja ini dia beberapa kata-kata puitis karya MogiMogy.

1. Mungkin karena sakit itu terlalu membekas

2. Tak ada lagi kisah lama

3. Kau bukan yang tercantik lagi dalam hidupku

4. Karena kamu inspirasi terbesarku

5. Cinta bisa berubah menyakitkan

6. Karena kita sudah tak mungkin bersama

7. Curahanku tentang senja

8. Karena merpati tak pernah ingkar janji

9. Kau sama romantisnya dengan hujan

10. Kau tak akan pernah kulupakan

11. Iya, itu KAMU

12. Cinta itu tumbuh sesaat

13. Akhir dari cinta kadang selalu derita

14. Karena pungguk hanya bisa merindukan bulan

15. Tips cepat move on

16. Karena hidup adalah perjalanan

17. Aku terlalu buruk mungkin untukmu

18. Memikirkanmu kadang membuat sakit kepala

19. Adalah dongeng kelam menyedihkan

20. Anak ekonomi pasti ngerti

25 Kartun Jepang Hari Minggu Yang Membuat Nostalgia

Selamat malam gaes, kali ini saya sebagai anak 90’an pengen berbagi sedikit corat-coret yang akan membuat kita flashback ke masa kecil kita. Pada zaman dulu kartun anak yang beragam masih sering ditayangkan pada hari Minggu. Tayangan yang beragam itu yang membuat hari-hari Minggu anak zaman old terasa begitu berwarna dan bahagia. Nah, berikut adalah beberapa kartun Jepang yang dulu pernah menemani masa-masa kecil kita di hari Minggu.

1. Doraemon

sumber: brillio.net

Kartun yang satu ini merupakan salah satu kartun legend yang cukup ikonik dengan kantong ajaibnya. Semua pasti menunggu-nunggu, benda unik apa yang akan dikeluarkan Doraemon untuk membantu Nobita dalam menghadapi masalah-masalahnya. Contoh ketika ia tengah di-bully oleh Giant dan Suneo atau mungkin ia ingin mendapatkan perhatian dari Shizuka.

2. Nintama Rantarou (Ninja Boy)

sumber: cartoonloka.com

Kita tentu masih ingat tingkah konyol ninja-ninja cilik yang tengah menjalani hari di sekolah ninja. Mereka berada di kelas anak-anak nakal dan sering bertengkar dengan guru mereka. Entah saya lupa alur ceritanya, namun waktu kecil saya suka sekali menonton kartun ini.

3. Crayon Shincan

sumber: duniaku.net

Kartun ini menurut saya juga sangat populer di Indonesia. Mungkin anak-anak zaman old sampa hafal soundtrack dari kartun ini. Kita seringkali disuguhkan tingkah konyol Sinchan bersama teman-temannya baik di sekolah atau di lingkungan rumah. 

4. Chibi Maruko Chan


sumber: motionpic.com

Maruko merupakan gadis kecil yang manis yang menjalani hari-hari dengan ceria bersama keluarganya. Saya agak lupa dengan alur ceritanya, karena saya juga kurang mengikuti kartun yang satu ini. Mungkin anak-anak cewek waktu kecil suka kartun ini.

5. Pokemon

sumber: clubit.tv

Selanjutnya ada Pokemon yang dulu sering menemani hari Minggu pagi kita. Kita tentu masih ingat sosok Pikachu yang lucu dan memiliki kemampuan mengeluarkan listrik. Ada banyak lagi monster-monster lucu lainnya yang ketika bertarung membuat kita geregetan. Selain itu, salah satu yang paling ngangenin dari kartun ini adalah keberadaan Tim Rocket yang selalu gagal menangkap Pikachu dan pokemon-pokemon lain.


Baca juga: 37 Mainan Masa Kecil yang Membuat Nostalgia

6. Hamtaro

sumber: scratchpad.wikia.com

“Apa yang paling dia sukai? Biji bunga matahari..” saya masih ingat kalimat dalam soundtrack Hamtaro yang easy listening dan tentunya ngangenin. Kita pasti ingat petualangan Hamtaro bersama kawan-kawan hamsternya di pekarangan rumah atau kadang di roda berputar.

7. Ninja Hatori

sumber: amazon.com

Kartun ini juga masih bertemakan ninja yan mungkin masih pekat di ingatan kita. Kita mungkin juga masih inget soundtrack-nya yang khas yang bunyinya “mendaki gunung lewati lembah…”. Saya juga sedikit lupa gimana alur ceritanya. Tapi yang jelas kartun ini pun tak kalah kocak dan pastinya membekas di ingatan masa kecil kita.

8. Astro Boy

sumber: alchetron.com

Kartun ini menceritakan tentang robot yang hidup berdampingan dengan manusia. Astro Boy bertarung memiliki kekuatan yang luar biasa dan bertarung melawan para musuhnya yang juga merupakan robot atau alien. Ada banyak pelajaran yang juga dapat dipetik dari kartun ini semisal tentang tanggungjawab dan kepahlawanan.

9. Sailor Moon

sumber: animenewsnetwork.com

Jujur saja saya jarang menonton kartun yang satu ini, akan tetapi kartun ini termasuk salah satu kartun yang populer di Indonesia pada masanya. Sailor Moon bercerita tentang lima orang wanita yang memiliki kekuatan super untuk membasmi kejahatan. Mereka berpenampilan cantik-cantik dan tentu imut. Ketika berubah mereka akan mengeluarkan slogan yang khas yaitu “dengan kekuatan bulan aku akan menghukummu”
10. P-Man

sumber: jurnalotaku.com

Waktu kartun ini tayang mungkin saya masih belum lahir, tapi kartun ini termasuk kartun legend untuk anak 90’an. Kartun ini bercerita tentang seorang anak bernama Mitsuo yang dapat menjadi pahlawan super hanya dengan menggunakan jubah dan topeng. Ia harus membagi tugasnya antara menjadi P-Man dan kewajiban sekolahnya.

11. Captain Tsubasa

sumber: captaintsubasa.wikia.com

Kartun ini adalah salah satu kartun wajib yang harus ditonton ketika kecil. Saya dan teman-teman saya setiap di sekolah selalu membicarakan tentang Tsubasa yang keren dan sangat menginspirasi dalam sepak bola. Malah ada teman saya yang waktu itu coba-coba mempraktekkan salah satu teknik di kartun itu ketika bermain sepak bola di teras rumah tetangga.

12. Naruto

sumber: naruto.wikia.com

Siapa yang gak kenal dengan Naruto? Dia adalah seorang ninja yang bercita-cita menjadi seorang Hokage. Kepopulerannya di kalangan anak-anak Indonesia mungkin tak perlu dipertanyakan lagi. Pada waktu kecil pertempuran antara Naruto dan musuhnya sangat seru dan menegangkan. Akan tetapi jaman sekarang ada banyak sensor di beberapa adegan.

13. One Piece

sumber: toonami.wikia.com

One Piece pun juga tak kalah populer dengan Naruto. Saya masih ingat ketika pertama nonton kartun ini saya langsung suka dan tidak sabar menantikan kelanjutan dari petualangan Luffy dan kawan-kawan di Grand Line. Sampai sekarang pun saya masih tetap mengikuti perkembangan Luffy dan kawan-kawan.

14. The Law of Ueki

sumber: vsbattles.wikia.com

Mungkin beberapa dari kalian masih ingat dengan kartun ini. Ueki adalah seorang anak yang memiliki kemampuan untuk mengubah sampah menjadi pohon. Kekuatannya pun terbagi menjadi beberapa tingkat dan untuk naik ke tingkat berikutnya ia harus berusaha menjadi lebih kuat. Ada karakter-karakter lain yang juga memiliki kekuatan yang tak kalah ngeri dibandingkan dirinya.
15. Dragon Ball

sumber: d20crit.com

Dragon Ball menurut saya merupakan salah satu anime terbaik sepanjang. Banyak mangaka yang mengakui kehebatan dari anime ini. Tentu kita masih ingat dengan perjuangan Goku dan kawan-kawannya dalam melawan kejahatan. Lawan-lawan Goku pun terbilang tangguh dan sulit untuk dikalahkan. Selain itu, mereka juga saling memperebutkan ketujuh bola naga untuk dapat mewujudkan keingingan mereka.

16. Inuyasha

sumber: viz.com

Selanjutnya ada Inuyasha yang merupakan seorang manusia setengah siluman yang bertarung melawan para siluman. Ia bertemu dengan gadis bernama Kagome dan sahabat-sahabatnya yang lain. Cerita petualangan mereka dalam membasmi siluman dan mencari bola arwah sangat seru waktu itu ditonton.

17. Digimon

sumber: withthewill.net

Kartun ini mungkin masih hampir mirip dengan Pokemon, tetapi menurut saya monster-monsternya lebih greget di Digimon. Saya pun waktu itu menyukai berbagai serial digimon. Bagian yang paling saya suka adalah ketika salah satu Digimon itu berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi.


Baca juga: 15 Permainan Tradisional yang Hampir Punah

18. Samurai X 


sumber: fanpop.com

Samurai X menurut saya merupakan salah satu kartun tentang samurai yang sangat sukses dan populer di Indonesia. Kenshin Himura merupakan samurai yang berpenampilan cukup sangar dan keren menurut saya. Kehebatannya dalam bermain pedang tak perlu diperdebatkan lagi. Kalau ingat kartun ini jadi rindu masa-masa kecil.

19. Let’s And Go

sumber: kaskus.co.id

Anak jaman old sudah pasti tahu kartun yang satu ini. Kartun yang bercerita tentang anak-anak yang hobi balapan tamiya atau mobil-mobilan dengan gaya beraneka ragam. Akibat nonton ini, banyak anak-anak yang minta dibelikan tamiya di toko terdekat. Dan waktu itu punya tamiya pun rasanya sudah berasa anak orang kaya hehe.

20. Beyblade

sumber: kaskus.co.id

Selain tamiya, beyblade atau gasing pada jaman dulu pun cukup populer. Saya waktu kecil suka merengek pada orang tua untuk dibelikan beyblade karena terinspirasi setelah menonton kartun ini di televisi. Dan saya juga sangat suka dengan kartun ini waktu itu.

21. Crush Gear

sumber: galleriaguardia.blogspot.com

Kalau tamiya itu buat balapan, kalau beyblade itu gasing yang saling berbenturan, kalau crush gear itu merupakan mainan kayak mobil-mobilan tapi dengan bodi yang dirancang untuk saling bertubrukan. Saya pun waktu kecil karena juga punya koleksi dua crush gear yang saya beli dengan susah payah menabung dari uang jajan hehe.

22. Inazuma Eleven


sumber: vsbattles.wikia.com

Selanjutnya adalah kartun Inazuma Eleven yang bertemakan sepak bola dan mungkin hampir mirip dengan Tsubasa. Akan tetapi, pertandingan sepak bola di kartun ini tidak biasa karena para karakter di kartun ini memiliki jurus-jurus unik dan di luar akal. Saya suka banget nonton kartun ini pada hari Minggu.

23. Bakabon

sumber: jurnalotaku.com

Kartun ini ceritanya pun juga tak kalah kocak dengan kartun-kartun lain. Cerita dari kartun ini seputar keluarga Bakabon yang terbilang aneh. Contoh saja adalah adiknya Bakabon yang sudah bisa berbicara dalam waktu tiga hari, sedangkan bapaknya pun suka iseng dan agak bego.

24. Detective Conan

sumber: myanimelist.com

Masa kecil kita mungkin terasa kurang lengkap kalau gak nonton Conan si detektif. Saya waktu itu kurang begitu suka kartun ini karena jarang ada pertarungan super kayak kartun lain. Akan tetapi kartun ini menarik karena terdapat teka-teki yang harus dipecahkan dalam sebuah kasus pembunuhan.


Baca juga: 5 Gameshow Jepang yang Populer di Indonesia

25. Hachi The Bee

sumber: en.wikipedia.org

“Hachi anak yang sebatang kara, pergi mencari ibunya..” itu adalah salah satu penggalan lirik dari soundtrack Hachi. Ia adalah seekor lebah yang berpetualang mencari keberadaan ibunya. Jujur aja, menonton kartun ini waktu itu dapat membuat hati sedih dan gundah gulana karena terbawa suasana emosi si Hachi.

***


Mungkin itu saja gaes beberapa kartun Jepang di hari Minggu yang dapat membuat kita nostalgia. Kartun-kartun di atas adalah murni dari opini saya. Saya yakin kalian pasti memiliki pendapat yang berbeda karena ada banyak kartun yang dapat membuat kita nostalgia selain yang saya sebutkan di atas. Akhir kata, terimakasih karena telah mengunjungi artikel ini.