Review Sepasang Kaos Kaki Hitam: Sebuah Kisah Tentang Endless Love

novel SK2H

Pernahkah di suatu pagi yang cerah kalian duduk berselimutkan cahaya matahari, ditemani secangkir teh hangat tawar, lalu mendadak teh yang kalian minum terasa manis?

Untuk memulai tulisan kali ini, saya ingin mengutip kalimat di atas yang merupakan bagian pembuka dari kisah novel Sepasang Kaos Kaki Hitam (SK2H) yang menurut saya sangat menarik dan sulit untuk didefinisikan.

Sejujurnya, saya merasa sangat telat karena saya baru membaca cerita ini kemarin dan novel ini sudah sangat terkenal sejak lama, khususnya di kalangan para kaskuser. Ceritanya, beberapa waktu lalu saya melihat sebuah tweet dari seseorang yang nggak saya kenal. Intinya, dalam tweet itu dia bercerita bahwa novel SK2H membuat dia masih kepikiran saat ini.

Karena hal itulah, saya penasaran, sebagus apakah novel ini sampai mampu membuat dia seperti itu?

Saya pun secara otomatis langsung mencari novel itu di internet dan gak perlu waktu lama bagi saya untuk menemukan novel tersebut. Awalnya, saya pikir novel itu dikarang oleh seorang penulis yang udah terkenal, tetapi nyatanya saya salah. Cerita SK2H ditulis oleh seorang pria perantauan yang bernama Ariadi Ginting (Om Ari) dan pertama kali diterbitkan di Kaskus hingga ceritanya sangat fenomenal. Meskipun demikian, saya tidak mengurungkan niat saya untuk membaca cerita SK2H ini karena sudah terlanjur penasaran.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin mengulas gimana kesan saya setelah membaca novel ini dan akan saya bagi dalam beberapa poin sebagai berikut.

SINOPSIS SINGKAT CERITA SEPASANG KAOS KAKI HITAM
Novel ini bercerita tentang seorang pria bernama Ari yang berasal dari Kalimantan dan merantau ke Karawang untuk bekerja di salah satu perusahaan di kota tersebut. Pada awalnya, Ari tidak pernah berniat untuk bekerja di Karawang karena itu bukanlah tujuan utamanya. Namun, takdir membawa dia ke Karawang karena perusahaan di kota itulah yang menerima lamaran kerjanya.

Setelah wawancara kerja dan dia dinyatakan diterima, Ari tinggal di sebuah kos di Karawang, tepatnya di lantai tiga yang sunyi dan tidak seramai lantai satu dan dua. Dari situ, cerita Ari dimulai. Dia sempat bertemu dengan penghuni kos sebelah kamarnya, yakni seorang perempuan misterius dengan stoking warna hitam. Ari yang merupakan anak baru mencoba mengakrabkan diri dan menyapanya. Namun, bukannya respon hangat yang didapat, tetapi malah sikap cuek dan tatapan kosong. Bagi Ari, perempuan itu sangatlah misterius.

Selain perempuan misterius tersebut, Ari juga berkenalan dengan teman sebelah kamarnya yang bernama Indra yang kemudian dia panggil si Gundul karena model rambutnya. Ia pun kemudian bersahabat baik dengan Indra selama tinggal bareng di kos tersebut. Ari juga sempat bertanya ke Indra tentang sosok perempuan misterius tersebut dan Indra malah berpikir dia itu hantu karena dia tidak pernah bertemu sama sekali.

Hingga suatu ketika, mereka menyadari tentang keanehan sosok perempuan itu. Dia bernama Mevally dan dia memiliki hobi yang sangat aneh, yaitu melukai kakinya sendiri dengan pisau tajam. Ari dan Indra yang ngeri melihat darah yang mengalir dari kaki Mevally langsung berinisiatif menolongnya. Meskipun awalnya Mevally menolak dan berontak ketika ditolong mereka, Meva pun akhirnya luluh. Kemudian mereka pun bersahabat baik.

Setelah kejadian itu, Meva yang awalnya tertutup mulai terbuka dengan Ari dan mereka sering menghabiskan waktu mereka di beranda kos mereka. Selain itu, mereka juga saling mengunjungi kamar masing-masing tanpa rasa sungkan. Mereka kadang juga nyanyi bareng dengan gitar klasik milik Indra dan juga main catur bersama.

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh Ari adalah dia dan Meva memiliki keyakinan yang berbeda. Selain itu, Meva juga merupakan perempuan yang kompleks dengan segala kemisteriusannya, apalagi Meva memiliki masa lalu yang sangat kelam hingga membuatnya memiliki kebiasaan aneh dengan menyakiti dirinya sendiri.

Menjalani hari-hari bareng Mevally membuat Ari sadar bahwa perasaan cinta dan rasa sayang mulai tumbuh di benaknya. Ari bahkan menjadi orang kepercayaan Mevally hingga dia tahu rahasia dari Meva. Akan tetapi, Ari memilih untuk diam dan menunggu momen yang tepat untuk menyatakan cintanya ke Mevally.

Di samping itu, bagi Mevally, Ari merupakan sosok yang sangat berharga karena pria itulah yang telah mengubah hidupnya yang tadinya kelam menuju ke arah yang lebih baik. Mevally mulai bisa menerima dirinya sendiri dan optimis mengejar impiannya. Mevally sebenarnya juga menaruh rasa kepada Ari, tetapi seperti tipikal perempuan pada umumnya, dia nggak mau jujur dengan perasaannya sendiri.

Namun, yang menyedihkan adalah meskipun Ari berhasil mengutarakan perasaannya, ada aja alasan yang membuat dia tidak bisa bersama dengan Mevally. Hingga akhirnya mereka berpisah dan menjalani kehidupan baru mereka masing-masing.

PART-PART MENGESANKAN DALAM NOVEL SK2H

Momen saat Ari dan Meva nyanyi lagu “Pelangi di Matamu“
Menurut saya, ada banyak bagian keren dalam novel SK2H, seperti momen ketika Ari dan Meva nyanyi bareng lagu Jamrud yang berjudul Pelangi di Matamu. Lagu itu pas banget menggambarkan keadaan mereka berdua yang tengah duduk di beranda dan diam seribu bahasa selama beberapa menit.

Dua keyakinan yang berbeda
Selain itu, part lain yang cukup membuat saya terhenyak adalah ketika Ari tahu Meva menganut keyakinan yang berbeda ketika Meva menunjukkan kalung salibnya kepada Ari. Momen ini mungkin bagi sebagian pembaca yang lain, momen ini terasa biasa saja. Yang membuat momen ini menarik adalah saya jadi teringat seseorang yang bernama Mei yang pernah membekas di hati saya. Sosok Mei ini juga merupakan penganut Katolik.

Doa Meva di Malam Natal
Momen lain yang tak kalah mengharukan adalah momen ketika malam Natal. Mevally selalu melewatkan malam Natal sendirian karena dia tidak punya siapa-siapa. Keluarga terdekatnya sangat jauh dan ibunya memiliki gangguan kejiwaan sehingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Hal itulah yang membuat Meva selalu sedih ketika malam Natal tiba. Di malam Natal itu, Mevally berdoa kepada Tuhan agar Dia mendatangkan satu malaikat yang menemaninya melewatkan malam Natal saat itu.

Kebetulan, pesawat Ari saat itu mengalami kendala sehingga dia tidak jadi pulang ke Kalimantan. Dia memutuskan untuk balik ke kos. Saat itu, dia merasa merinding ketika mendengar Meva berdoa saat itu. Mungkin, dialah malaikat yang diminta oleh Meva untuk menemaninya.

Momen duduk di ayunan dan lagu Endless Love
Momen selanjutnya yang menarik adalah momen ketika Ari dan Meva duduk di ayunan di rumah tante Meva ketika Meva bercerita tentang masa lalunya dan keluarganya yang penuh lika-liku. Yang membuat momen ini sangat romantis adalah ketika lagu Endless Love terdengar dan menemani sesi curhat mereka berdua. Lagu itu sangat pas dengan momen tersebut dan lagu itulah yang selalu didengar Ari ketika dia kangen dengan Meva.

Tragedi headseet
Momen terngakak dan terkonyol sekaligus tak terlupakan bagi saya adalah momen ketika Ari menyatakan cintanya langsung ke Meva. Ari adalah tipikal cowok yang gak peka dan gak biasa mengungkapkan rasa cintanya ke cewek. Alhasil, dia sangat deg-degan dan berusaha sekuat tenaga menyusun kata-kata. Dia juga nggak berani menatap mata Meva langsung. Dia ngomong sayang ke Meva. Uniknya, Meva malah asyik mendengarkan headshet dan pura-pura nggak mendengarkan kata-kata Ari, padahal aslinya dia sadar betul bahwa Ari sedang menyatakan cintanya.

Selain momen-momen di atas, ada banyak momen lain yang sederhana tapi mengesankan, seperti momen persahabatan antara Ari dan Indra ketika si Indra mau pindah dan memutuskan memulai hidup baru dan momen ketika Ari membantu acara pernikahan Indra bersama dengan Meva yang tampak cantik dengan kebaya putih.

Dan tentu momen paling mengharukan ada di akhir cerita yang mengungkapkan bagaimana kisah mereka berakhir.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NOVEL SK2H
Menurut saya, kelebihan utama dari kisah novel SK2H terletak pada alur ceritanya yang nggak bisa disangka-sangka. Jujur, story dari novel ini nggak bisa saya definisikan karena sangat keren. Jarang-jarang, ada kisah nyata yang begitu menakjubkan seperti yang ada pada novel ini.

Selain itu, gaya bercerita Om Ari yang sangat jujur dan simple juga sangat mudah dinikmati. Ketika kalian membaca novel ini, kalian akan menemukan momen-momen yang bikin ngakak, tertawa, senang, sedih, dan sendu bercampur satu.

Untuk kekurangan dari novel ini, saya nggak bisa berkata banyak karena secara overall saya menikmati novel ini. Hanya saja, ada beberapa part yang membosankan dan lempeng-lempeng aja. Saya memaklumi karena setiap cerita novel pasti memiliki bagian semacam itu.

Karena saya membaca versi pdf yang beredar di internet, saya juga menemukan banyak typo dan kesalahan tanda baca, tetapi hal itu tidak terlalu mengganggu. Meskipun demikian, buat kalian yang ingin menikmati versi resmi dari buku ini, kalian bisa membelinya versi ebook di Playstore. Untuk versi cetaknya yang ori, saya belum tahu belinya di mana.

KESIMPULAN
Kesimpulan yang bisa saya sampaikan pada review kali ini adalah novel SK2H sangat recommended buat dibaca. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari novel ini, khususnya tentang keteguhan hati seseorang untuk mencintai dalam diam. Selain itu, saya merasa cerita dari novel ini akan sangat bagus apabila ada yang berminat mengangkatnya menjadi sebuah film.

Akhir kata, saya memohon maaf apabila ada kekurangan dalam penulisan artikel ini. Semoga artikel ini menghibur dan bermanfaat bagi kalian ya guys. Thanks atas kunjungannya.

“Kadang hidup hanya seperti sebuah perjalanan di atas kereta. Kita bertemu dengan orang tak dikenal, berbincang, dan sesekali tertawa bersamanya. Tapi cerita tidak pernah selesai di situ. Karena akan selalu ada kereta lain yang akan mengantar kita menuju perjalanan selanjutnya. Kita tidak benar-benar berpisah. Kita hanya sedang memilih kereta yang berbeda yang mempertemukan kita dengan orang yang berbeda.“ 
– Ariadi Ginting

0 Response to "Review Sepasang Kaos Kaki Hitam: Sebuah Kisah Tentang Endless Love"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel