Cinta Lama Bersemi Kembali

          

         
Pernah gak dengar seseorang yang balikan sama mantannya setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun udah gak saling komunikasi ? tentu pernah bahkan seringkali hal itu terjadi.

Cinta emang kadang aneh, meskipun gue orang yang gak terlalu percaya dan fanatik tentang cinta, tapi itu hal yang gak bisa gue sangkal kalau cinta itu memang aneh. Cinta hadir sesuka hati, tanpa memandang waktu tanpa tahu kapan dan dimana itu terjadi. Secara tiba-tiba cinta tlah hadir di hati seseorang.

Kadang juga cinta itu memadam, seperti api yang membara namun lama-kelamaan api itu akan meredup yang tersisa hanyalah bara kecil atau bahkan api itu akan padam dan gak akan menyala lagi. Kalau gue ibaratin perasaan terhadap mantan setelah putus itu kayak sebuah bara kecil, meskipun itu hanya kecil tapi bara api itu mampu menyala kembali seterang lampu-lampu jalanan di malam hari.

Itulah yang biasa orang sebut CLBK alias Cinta Lama Yang Bersemi Kembali. Dulunya cinta itu pernah padam, namun kali ini cinta itu mulai menyala lagi sama seperti pertama kali diawal bertemu. Dan kebanyakan hal ini terjadi karena mereka merasa sejauh apapun mereka berlari dan menjauh, meraka tahu bahwa perasaan itu tak akan bisa dipungkiri bahwa mereka masih menyayangi satu sama lain.

Mungkin juga seseorang merasa menyesal dengan keputusannya memutuskan mantannya dimasa lalu. Dan kini ia ingin memperbaiki semua itu, dia ingin membuka lembaran baru dan menghapus masa lalu. Tentu masih banyak hal lagi yang membuat seseorang itu CLBK dengan mantannya, bisa saja mantannya tambah cantik dan aduhai.

Dan pesen terakhir dari tulisan ini, kalau emang kita punya mantan dan perasaan yang dulu hilang mulai muncul lagi. Sekali lagi tanya diri kita sendiri, apakah itu jalan terbaik untuk kita dan dia atau malah hal itu akan menjadi jalan untuk mengulangi kesalahan di masa lalu. Yang jelas, semua tergantung pada diri kita masing-masing.

Apabila kita merasa belum ada orang yang lebih baik dia, mungkin kita terlalu terpaku dengan masa lalu antara kita dan dia. Perlahan hapus kenangan itu, mulailah lembaran baru dengan orang yang baru. Karena apabila kita mampu membuka hati dengan tulus, suatu saat nanti akan ada orang yang lebih baik dari mantan kita.

Tapi jika dengan balikan dengan mantan itu akan merubah keadaan menjadi lebih baik lagi, gak ada salahnya jika dicoba dan dijalani sepenuh hati. Itu....

Gadis Kecil di Pemukiman Kumuh

             

Sumber gambar: Google

              Diseluruh daerah yang ada didunia ini, keadilan sangatlah sulit dicari. Dunia memang tempat yang keras, yang kuatlah yang akan bertahan yang lemah tetaplah menderita. Kemiskinan merajalela sedangkan orang kaya semakin bertambah kaya tanpa perduli nasib anak-anak yang terlantar kelaparan tanpa tempat tinggal, tanpa kesejahteraan. Inikah yang mereka sebut hidup di negara merdeka.
            Jika memang telah merdeka, kenapa mereka harus mengemis dan memohon hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Gadis kecil yang harusnya duduk manis mendengarkan penjelasan dari bapak ibu guru, memakai seragam merah putih dengan membawa tas dan juga buku-buku pelajaran. Sayang, gadis kecil itu harus rela berjalan kaki tanpa sendal untuk memunguti satu persatu sampah yang terbuang. Rela memakai baju kumuh, penuh debu dan noda, tempat kuman dan virus bersemayam. Rela makan sehari sekali atau bahkan berhari-hari berpuasa.
            Tatapan penuh harap, mencari keadilan didunia ini namun ia belum menyerah untuk mendapatkan keadilan tersebut. Memang kenyataan itulah yang terjadi, namun ia punya keyakinan jika memang keadilan itu tidak ada di dunia ini maka akan ia ciptakan keadilan itu sendiri. Bermodalkan karung dan juga tongkat besi untuk memungut sampah yang berserakan dijalan,ia pasrah menjalani nasibnya sebagai seorang pemulung. Lebih baik daripada harus meminta-minta.
            Pendidikan yang harusnya merata diseluruh pelosok negeri, nyatanya itu belum terlaksana sepenuhnya. Pendidikan yang katanya gratis, ternyata sekedar ucapan saja tanpa ada bukti yang nyata. Jika memang semua itu benar-benar terwujud, harusnya tak ada satupun anak kecil yang sudi menggunakan tangannya untuk menyentuh sampah-sampah kotor tersebut.
            Gadis kecil itu tahu bahwa negeri ini belumlah sejahtera jika masih banyak anak yang senasib dengan dia. Dia juga tahu bahwa hanya ada segelintir orang yang mau mengerti dan memahami tentang penderitaannya. Gadis yang hanya bisa menghitung satu sampai tiga, tanpa bisa menjumlahkan apalagi mengalikan. Dan dengan mudahnya ia dapat menjadi korban dari kecurangan dari orang-orang licik yang peduli akan dirinya sendiri.
            Di usianya yang masih belia, rona penderitaan tlah tergambar di wajahnya. Seakan bercerita bahwa ia tak ingin ada lagi orang yang memiliki nasib sepertinya. Ia mengharapkan kesejahteraan bukanlah kekayaan ataupun mobil mewah. Kesejahteraan, itulah yang ia harapkan.
Seiring langkah kakinya berjalan pulang, setelah apa yang ia kumpulkan terasa cukup untuk menghidupinya hari ini. Ia menuju kawasan kumuh, tercium bau busuk dari sampah yang menumpuk berhari-hari. Mungkin dalam hatinya menangis kecil, tapi sekali lagi ia mencoba untuk tetap tegar menerima keadaannya saat ini.
Pesan, bangsa ini seharusnya belajar untuk lebih peduli terhadap kaum-kaum yang terbelakang dan tertindas. Jangan diam dan tak mau perduli jika mampu untuk meringankan penderitaan mereka. Gadis kecil sebuah kiasan untuk anak-anak yang masih tertinggal di republik ini.

Keyakinan dan Prinsip


Kita hidup dengan keyakinan yang terdapat didalam diri kita masing-masing. Tanpa keyakinan kita tak akan mampu berdiri sendiri, kita akan terombang-ambing searah dengan hembusan angin dan hanya akan pasrah kemanakah kita akan berhenti.
Keyakinan adalah dasar dari diri kita sendiri, alasan untuk kita melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Memang keyakinan tak dapat dilihat namun tergambar jelas oleh seluruh tingkah laku dan pola kehidupan seseorang. Tinggal bagaimana kita mampu membaca keyakinan seseorang itu.

Jika orang itu memiliki keyakinan yang cukup kuat, orang itu tak akan mudah tergoda dengan hal-hal yang bersimpangan dengan keyakinannya. Misalkan ia yakin bahwa pacaran itu haram, dengan segenap hatinya ia menyakini hal tersebut. Apabila ada orang lain yang berpendapat bahwa pacaran itu hal wajar, ia tidak akan terpengaruh oleh hal tersebut. Sebaliknya orang yang berkeyakinan lemah, dia akan mudah berubah arah sesuai arus gelombang kehidupan. Itu bukanlah keyakinan tapi hanyalah anggapan semu yang datang karena suatu hal yang terjadi di kehidupan kita. 

Keyakinan yang tertanam kuat didalam diri seseorang, tidak akan mudah untuk dihilangkan. Keyakinan juga berkaitan dengan prinsip seseorang dalam menjalani kehidupan. Prinsip terbuat dari keyakinan seseorang, jika orang itu menyakini sesuatu orang itu akan membuat prinsip agar keyakinan itu tidak hilang.

Misalkan kita yakin bahwa suatu hari nanti kita akan sukses. Kita akan berfikir ulang bagaimana cara kita meraih kesuksesan tersebut. Cepat atau lambat kita akan menemukan sebuah jawaban atas pertanyaan tersebut. Kita akan membuat prinsip untuk diri kita sendiri agar itu semua tercapai. Prinsip agar kita sukses misalkan disiplin, bekerja keras, dan juga tekun dalam hal apapun.

Selanjutnya kita akan menentukan langkah yang sesuai dengan prinsip kita. Kita berusaha untuk datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, berusaha semaksimal mungkin agar mencapai hasil yang maksimal.

Kesimpulan, keyakinan dan prinsip yang telah dibuat oleh seseorang mempengaruhi cara seseorang untuk menjalani kehidupannya. Begitupun juga orang yang tidak memiliki kedua hal tersebut, ia akan berbuat seenaknya saja tanpa aturan dan tanpa tujuan.


Oleh sebab itu, marilah kita yakinkan diri kita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan itu kita tentukan prinsip untuk diri kita sendiri, dan kita gapai tujuan-tujuan kita dalam hidup. Semoga tulisan ini mampu memotivasi diri kita sendiri dan orang lain. Thanks

Cerpen - Penyesalan Terdalam




Dari semua wanita yang hadir dalam hidup Harris, hanya ada satu yang mampu membuatnya jatuh dan luluh hati yaitu Elda. Perempuan manis dan polos yang memikat hati setiap orang yang memandangnya, Harris adalah salah satu orang yang beruntung dari sekian banyak pria yang mencoba mendapatkan hatinya Elda.

Hampir setahun menjalin hubungan, mereka masih tampak akrab dan akur. Perkenalan mereka berawal dari bangku SMA, Harris dan Elda mempunyai hobi yang sama yaitu fotografi. Mereka membentuk sebuah komunitas fotografi disekolahnya. Seluruh tempat-tempat di kota mereka, hampir semuanya pernah mereka jadikan objek fotografi.

Objek yang paling menarik untuk Harris adalah Elda, walaupun sebenernya Harris tertarik dengan objek yang lebih universal, seperti panorama alam, dan juga kehidupan perkotaan. Namun semenjak ia berpacaran dengan Elda, perlahan dia lebih suka memotret Elda daripada objek lainnya.

Awalnya Harris memotret Elda untuk ia abadikan di album kenangannya selama ia menghabiskan waktu bersamanya. Ketika pamannya sedang berkunjung ke rumahnya, tanpa sengaja ia melihat hasil pemotretan Harris di ruangannya. Pamannya adalah seorang manajer disebuah percetakan majalah fashion dan model. Ia begitu terpukau dengan kemampuan Harris di bidang fotografi.

“Eh Ris, hasil potretanmu lumayan bagus juga ya?” ucap paman Harris

“Ah masak Om, Harris kayaknya masih perlu belajar lebih banyak lagi nih”. Jawab Harris

“Om serius, bagaimana kalau nanti setelah kamu lulus SMA kamu saya kenalkan sama temen Om. Dia itu sedang mencari fotografer yang handal untuk bergabung bersamannya”

“Beneran ? Harris minder Om” ucap Harris sedikit ragu

“Dicoba dulu saja, orangnya baik kok. Kalau kamu beruntung kamu bisa pergi ke luar negeri sekaligus bekerja sebagai fotografer, gajinya lumayan gede juga” jelas paman Harris

“Baik Om, aku pengen mengikuti apa yang Om saranin”

“Ngomong-ngomong, siapa cewek ini ?” tanya paman Harris penasaran

“Oh, itu Elda pacarku Om” ucap Harris

“Dia itu cocok buat jadi model, dia cantik dan tubuhnya ramping. Om bisa kasih dia job untuk jadi model fashion di majalah yang Om kerjakan”

Mendengar tawaran dari pamannya, Harris begitu bahagia. Ia segera menghubungi Elda dan mengajaknya bertemu dikafe tempat mereka biasa minum kopi. Baginya tawaran ini cukup menarik, ia yakin kalau Elda akan menyetujuinya.

Sesampainya dikafe, Elda yang begitu polos bertanya kepada Harris

“Tumben, kamu tiba-tiba ngajak aku kesini ris?’

“Ada yang pengen aku omongin ke kamu say, Om aku pengen menawarkan kamu untuk
menjadi model majalah fashion. Kalau kamu pengen aku bakal langsung bilang ke Omku ?” tutur Harris

“Kamu serius, gila aku gak percaya aku bisa jadi model. Aku mau banget, ngomong-ngomong kapan bisa mulai ?” tanya Elda kegirangan

“Sebentar lagi kan kita udah mau lulus SMA. Rencananya nih, sehabis ini” jawab Harris.

Elda pun menyetujuinya, dia sudah tidak sabar memulai karirnya menjadi seorang model. Walaupun pada dasarnya ia seorang fotografer. Harris juga ikut senang melihat hal itu.

Hari kelulusan masih kurang satu bulan lagi, meskipun Ujian Nasional telah usai. Libur setelah UN, mereka habiskan dengan berjalan-jalan. Menyusuri tempat-tempat yang bagus untuk dijadikan objek pemotretan. Kenangan mereka tersimpan dalam hati mereka layaknya disket kecil yang tak terlihat namun tak mungkin mudah terformat oleh virus ganas sekalipun.

Di kafe tempat biasa bertemu, mereka berdua menghabiskan berjam-jam hanya untuk bercerita dan mengenang apa yang telah mereka lalui.

“Ris, kita udah jalan setahun nih, perasaan kamu ke aku masih sama atau udah berbeda ?” tanya Elda memastikan

“Ya masihlah, ngapain juga kamu tanya hal itu. Aku malah takut kalau kamu yang berubah” tanya Harris ke Elda

“Aku gak akan berubah sampai kapanpun, aku mencintaimu Ris. Aku gak bisa melupakan apa yang udah terjalin diantara kita berdua. Kamu begitu berharga buat aku”

“Kalau gitu perasaan kita sama, aku juga sayang banget sama kamu”

Setelah wisuda kelulusan, Harris menemui Pak Bambang teman pamannya. Sedangkan Elda memenuhi tawatan dari pamannya Harris untuk menjadi seorang model.

Harris menunjukkan beberapa karya terbaiknya kepada Pak Bambang. Begitu mengejutkan reaksi Pak Bambang melihat karya yang sebagus itu, proporsi warna yang begitu pas, titik terang dan juga bayangan yang sesuai proporsinya. Pak Bambang begitu tertarik untuk segera merekrut Harris ke dalam bisnisnya.

Menjadi model perlu usaha yang sedikit mengeluarkan biaya, bagi Elda itu bukan masalah yang begitu besar. Ia mulai merubah penampilannya mulai dari yang terkecil hingga sedetil mungkin agar saat pemotretan ia dalam kondisi tanpa ada kekurangan sedikit pun. Ini adalah langkah awal baginya dan juga seterusnya, dengan menggeluti dunia fashion dan modelling Elda yakin bahwa ia akan sukses suatu hari nanti.

Ditengah kesibukan mereka berdua, mereka masih menyempatkan diri untuk bertemu dan berbagi cerita. Hidup mereka perlahan juga berubah, tak sama seperti kehidupan anak SMA seperti dulu. Mereka mulai berfokus pada karir mereka masing-masing.


~

Beberapa bulan telah berlalu, karir mereka berdua mulai melejit naik. Harris berhasil membuat pameran tunggal untuk karya-karyanya, tentu itu dengan bantuan dari Pak Bambang dan juga krunya. Gambar-gambar tangkapan Harris berhasil membuat penikmat fotografi terpukau dan terpesona. Karyanya juga dinikmati oleh para kolektor, dan bernilai tinggi.

Begitupun Elda, karena kegigihan dan usaha kerasnya ia yang tadinya hanya model majalah fashion di kotanya. Kini ia dikontrak untuk menjadi model di sebuah majalah yang lebih terkenal dan berkelas. Tentu saja Elda tidak menolak tawaran yang menggiurkan tersebut.

Meski jadwal mereka cukup padat, Harris menyempatkan diri untuk menelpon Elda. Ia bertanya kabar Elda, dan segala hal sambil bercerita kesana kemari. Ia ingin mengajak Elda untuk bertemu ditempat biasa.

“Eh udah lama nungguin aku, maaf ya aku telat” ucap Elda, di tempat yang dijanjikan

“Gak apa-apa kok, selamat ya karir kamu udah besar sekarang” jawab Harris tersenyum

“Hahahahaha, ini semua juga berkat kamu ris. Kamu yang ada dibalik kesuksesanku ini. Aku bingung harus bagaimana ngucapin rasa terimakasihku yang begitu besarku ini ke kamu”

“Hemm, asalkan kamu bahagia aku udah seneng kok. Lagian, itu juga hasil dari kerja keras kamu selama ini. Aku pengen ngomong sesuatu deh ke kamu ?” ucap Harris

“Ngomong apaan sih Ris ? serius amat kayaknya” tanya Elda penasaran

Harris menjelaskan panjang lebar kepada Elda. Dia akan pergi ke Amerika, dia terikat kontrak dengan salah satu majalah fashion di sana. Job itu terlanjur Harris setujui, meskipun banyak hal yang ia korbankan. Ia berfikit bahwa kesempatan itu gak akan datang dua kali.

Mendengar penjelasan dari Harris, Elda terdiam dan bingung harus berkata apa. Namun dia menyembunyikan kesedihannya, dia menyakinkan Harris bahwa itu keputusan yang terbaik untuk dia. Harris bingung, dia mencoba bertanya kepada Elda tentang kelanjutan hubungan mereka. Perasaan Harris masih tetap sama ke Elda, namun dia tidak tahu apakah Elda akan mempunyai perasaan yang sama apabila mereka nanti berpisah.

Dengan senyuman manis Elda hanya bisa menjawab bahwa ia akan tetap setia kepada Harris. Keyakinan Harris yang mulai merapuh, mulai terbangun kembali oleh kata-kata manis Elda. Kemudian Harris pergi dan terdengar ucapan selamat jalan dari bibir Elda.

Kini Harris telah sampai di bandara New York. Terlihat suasana asing yang membuat Harris berdebar-debar. Suasananya akan tentu berbeda dengan yang ada di Indonesia. Ia merasa tertantang untuk mengambil gambar dari setiap sudut jalanan kota New York. Tak lupa juga gambar dari ikon terkenal dari New York, patung Liberty.

Sesampainya dirumah sewaannya, Harris langsung menelpon Elda untuk memberitahukan keadaannya. Ia juga menanyakan seputar pekerjaan Elda ke depannya. Dengan polosnya Elda menjawab kalau ia akan bekerjasama dengan salah satu model laki-laki yang namanya mulai melejit di dunia fashion. Rencananya mereka akan mengadakan sesi pemotretan bersama.

Harris sedikit terkejut, tapi ia tahu itu sudah konsekuensi dari pekerjaannya Elda. Meski terdapat sedikit kekhawatiran didalam hatinya, ia percaya bahwa Elda tetap dengan perasaannya dan tak akan berpaling dari Harris.

Esok harinya, Harris bertemu dengan bos barunya. Mr.Stuart Keyes, salah satu manajer percetakan majalah terbesar di kota New York. Ia berbicara seputar kontrak dan planning ke depannya. Honor yang ditawarkan oleh Mr Stuart cukup membuat Harris terkejut, karena berbeda dengan honor yang ia terima sebelumnya. Untuk satu sesi pemotretan ia bisa mendapatkan $100, atau kira-kira sejuta rupiah. Bayangkan kalau sehari terdapat beberapa job pemotretan.

Hari demi hari, Harris bekerja begitu keras dan gigih. Uang demi uang mengalir di saldo rekeningnya, kekayaannya bertambah seiring dengan kesuksesannya di bidang fotografi. Karena kesibukannya menyelesaikan job demi job, ia jarang sekali menghubungi Elda. Demikian pula dengan Elda, karena perbedaan waktu membuat mereka sulit sekali untuk berbicara lewat telepon. Mereka hanya bertukar email, itupun jika sempat.

Kehidupan di Amerika kadang tak semudah yang difikirkan, seks bebas dan minuman keras bisa dijumpai dimana-mana. Memang Harris mampu membeli semua itu dengan harta yang ia miliki. Jika pertama kali melangkahkan kaki di Amerika dia hanya menyewa rumah kecil, kini ia tinggal di apartemen yang cukup mewah. Ia bisa saja pergi ke bar termahal, serta membeli pelacur tingkat atas untuk memenuhi hasratnya yang terpendam. Namun ia masih mampu menahan semua godaan itu, ia masih tetap bertahan dengan perasaannya terhadap Elda.

Harris tak tahu apakah Elda masih mempunyai perasaan yang sama atau sudah berbeda dengan yang dulu. Ia seringkali mencoba menghubungi Elda, namun tak pernah sekalipun diangkat. Ia mengirimkan email, tak ada satupun balasan. Perasaannya kian kacau. Ingin dia menghilangkan pikiran negatifnya dan tetap berfikir positif. Jika tidak begitu dia akan dengan mudahnya terjerumus ke dalam godaan-godaan yang akan menghancurkan karirnya.

Suatu saat, Mr Stuart memberikan cuti beberapa minggu kepada Harris sebagai imbalan atas kerja kerasnya. Waktu itu ia manfaatkan sebaik mungkin untuk menemui Elda. Dia kemudian memesan tiket pesawat terbang kelas eksekutif, agar bisa secepat mungkin bertemu Elda.

Sesampainya di Indonesia, ia pergi ke tempat dimana Elda berada. Namun sayang semuanya sudah terlambat. Elda yang ia kenal sekarang berbeda dengan Elda yang dulu. Elda yang tadinya polos berubah menjadi nakal, ia sering berhubungan dengan banyak lelaki terutama yang seprofesi dengan dia. Elda juga sering terkena gosip-gosip panas yang mendongkrak karirnya.

Dalam hati Harris menangis, ia ingin berteriak sekeras mungkin untuk meluapkan emosinya. Ia bertanya kenapa hal ini bisa terjadi, kenapa gadis sepolos Elda berubah total menjadi gadis yang tidak bermoral seperti itu. Ia merasa usahanya selama ini tidak ada hasilnya sama sekali. Padahal ia berencana untuk melamar Elda dan menjadikannya ibu untuk anak-anaknya kelak.

Cintanya berubah seketika menjadi kebencian yang teramat dalam. Ia menghapus segala kenangan yang membekas, dan berkeyakinan untuk melihat ke depan. Niatnya untuk menemui Elda purna seketika, lalu ia kembali lagi ke Amerika.

Semenjak kejadian itu lima tahun telah berlalu, ia tidak terlalu tertarik lagi menjalani karirnya Amerika. Ia memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Mr. Stuart, lalu ia kembali ke Indonesia.

Harris mendirikan sebuah studio yang menampilkan hasil karya terbaiknya untuk dinikmati orang yang datang ke studionya. Tempat itulah yang kini menjadi tempat terbaik untuk menenangkan hati Harris.

Suatu hari ada sebuah pameran nasional yang memamerkan karya terbaik dari seluruh fotografer diseluruh negeri. Banyak karya-karya bagus dan bernilai mahal yang ditampilkan di pameran tersebut.

Pameran tersebut juga dihadiri oleh banyak orang, dari kalangan menengah ke atas. Para kolektor, fotografer, dan penikmat fotografi berkumpul disitu. Harris ingin berpartisipasi dalam pameran itu, namun ia bingung karya manakah yang akan ia kirimkan. Setelah berfikir panjang, ia memutuskan untuk mengirimkan karyanya yang terbaik dan yang paling berkesan untuknya.

Hal yang tidak pernah ia sangka yaitu karyanya menjadi yang terfavorit diantara para pengunjung. Banyak sekali yang terkesima dengan karyanya, gerombolan orang berdiri didepan karyanya untuk melihatnya lebih dekat.

Ketika kerumunan itu pergi, ada seorang wanita yang belum beranjak dari tempat ia berdiri. Hal itu membuat Harris penasaran untuk mendekati wanita itu.

“Permisi mbak, ada yang bisa saya bantu ?” tanya Harris, tetapi saat wanita itu berbalik alangkah terkejutnya bahwa wanita itu adalah Elda. Spontan Harris mulai pergi meninggalkannya, namun Elda meraih tangan Harris dan menahannya.

Harris sedikit kesal atas apa yang ia alami di masa lalu. Elda tahu bahwa itu adalah kesalahan terbesar di hidupnya. Harris tetap saja kecewa, Elda berusaha menjelaskan semuanya dan merubah keyakinan Harris. Waktu itu Elda dalam kondisi yang kritis, Ayahnya sedang dalam kondisi sakit parah dan terlilit hutang dengan bank dalam jumlah yang besar untuk pengobatannya.

Dia bingung dengan apa ia harus membantu membiayai dan melunasi hutang kedua orangtuanya. Sedangkan honor dari menjadi seorang model biasa hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari mereka dan adiknya yang masih sekolah. Lalu Frans teman kerjanya yang juga seorang model datang menawarkan bantuan. Tanpa pikir panjang Elda menerima bantuan itu karena ia tahu bahwa Frans orangnya baik.

Namun hal yang tak diduga oleh Elda adalah ketika Frans memberikan syarat yang harus ia penuhi. Syarat itu adalah sesuatu yang paling berharga untuk Elda, yaitu kesuciannya. Ia benar-benar dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Dengan terpaksa ia memberikan harta yang paling berharga itu kepada Frans lelaki busuk tersebut.

Hidup Elda, perlahan mulai hancur setelah kejadian tersebut. Ia dipaksa Frans untuk menjadi model dimajalah dewasa, dan juga menjadi budaknya Frans dengan ancaman jika ia tidak menuruti apa yang dikatakan Frans, keluarganya akan ia buat terlilit hutang lebih banyak lagi. Ironisnya, mengetahui pekerjaan Elda saat itu keluarganya menolak dan mengusir Elda dari rumahnya. Orangtuanya tidak mengakuinya lagi sebagai anak. Beban Elda kini kian bertambah, hidupnya sengsara dan menderita. Ia tidak punya muka lagi untuk bertemu Harris saat itu, oleh sebab itu ia tidak mau menghubungi Harris lagi. Seiring waktu berlalu, Frans ditangkap oleh polisi karena sering melecehkan wanita.

Harris diambang kebimbangan, ia menangis dan marah kepada Elda. Kenapa selama ini ia tidak memberitahu Harris bahwa orangtuanya sakit parah, padahal Harris mampu meringankan beban yang Elda bawa. Elda hanya menangis mendengar ucapan Harris, tapi semuanya sudah terlambat. Waktu tak bisa lagi diulang kembali.

Penyesalan muncul didalam diri Harris, andai saat itu ia tidak menawarkan Elda untuk menjadi seorang model. Pasti hal ini tidak akan pernah terjadi di kehidupannya, mungkin saja saat ini mereka bisa tertawa dan menimang seorang anak. Sekali lagi semuanya sudah terlambat.

“Apakah kamu masih mencintaiku Ris ?” tanya Elda diiringi tetesan airmata yang menetes dipipinya

“Kamu tak perlu bertanya lagi, karya ini adalah bukti jika aku masih mempunyai perasaan terhadapmu. Gadis polos yang tersenyum tanpa ada penderitaan yang terlihat diwajahnya, yang membuatku mencintainya sepenuh hati melebihi cintaku terhadap fotografi. Tentu aku masih mencintaimu, lantas bagaimana denganmu?” tanya Harris

“Jujur aku masih mencintaimu, tapi kini semuanya sudah tak ada artinya lagi......”

Perkataan dari Elda terpotong disaat ada pria yang menggendong seorang bayi datang menghampiri Elda. Pria itulah yang melepaskan Elda dari segala belenggu dihidupnya. Harris tak tahu lagi harus bagaimana, hatinya kini hancur sehancur-hancurnya.

“Selamat tinggal Harris, semoga kamu bisa mendapatkan orang yang pantes buat menjadi ibu untuk anak-anakmu nanti’ ucapan terakhir dari Elda, perlahan butiran airmata jatuh  dari kedua matanya

“Selamat tinggal, semoga kamu bahagia dengan kehidupanmu saat ini. Aku minta maaf untuk segalanya” ucap Harris.

Lalu Elda pergi meninggalkan Harris. Langkah kakinya perlahan menjauh, air matanya menetes pelan namun ia usap dengan sapu tangannya. Ia mencoba tegar, di detik terakhir ia ingin mengabadikan moment terakhirnya bertemu Elda. Ia mengambil sebuah handphone dari sakunya dan memotret kepergian Elda dari kejauhan.

Kebetulan dan Takdir

Quizalert.com

Di dunia ini kadang orang bertanya-tanya tentang hal yang tidak pernah ia sangka terjadi pada dirinya. Misalkan orang itu mendapatkan sebuah hadiah dan juga beberapa kejutan. Orang itu akan berfikir mungkin kalau itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
            
Pemikiran seperti itu mungkin wajar dikalangan masyarakat. Hal yang paling sering terjadi adalah ketika kita tidak pernah berharap untuk bertemu seseorang yang kita suka/spesial namun suatu ketika di suatu tempat tanpa kita duga orang itu hadir didekat kita. Anehnya orang itu tidak pernah membuat janji dengan kita. Mungkin itu yang biasa disebut “kalau jodoh pasti gak kemana”.
            
Namun apakah itu sekedar kebetulan ? jika memang begitu, terlalu banyak kebetulan yang terjadi di dunia ini. Mungkin saja itu bukanlah suatu kebetulan, karena semua yang ada di dunia ini sudah ada yang mengatur dan merencanakan. Tuhan itu ada, apa yang terjadi didalam kehidupan bukanlah sebuah kebetulan, itu adalah takdir yang Tuhan tetapkan pada seseorang.

Kebetulan sebenarnya tidak pernah ada, itu hanyalah pemikiran sempit dari kebanyakan orang. Orang yang percaya adanya Tuhan mereka tidak akan pernah berfikir kalau semua hal di dunia ini terjadi secara kebetulan. Mereka percaya bahwa segala yang ada didunia ini sudah diatur dan sudah ditakdirkan oleh-Nya.
Tiga Karakter Manusia Secara Umum

Tiga Karakter Manusia Secara Umum

       Di dunia ini, banyak sekali orang yang memiliki beraneka macam sifat dan karakter. Namun menurut gue, secara garis besar di dunia ini ada tiga tipe atau karakter orang.
     
Tipe pertama, orang yang baik. Kebaikannya lebih banyak ketimbang keburukannya, ia senantiasa berbuat kebaikan dan menyebarkannya didalam kehidupan. Kebaikannya hadir dari rasa tulus yang tersimpan didalam hatinya tanpa berharap suatu balasan atau imbalan dari orang lain.

Tipe kedua, orang yang buruk. Ia lebih sering melakukan keburukan terhadap orang lain. Keburukan didunia ini bermacam-macam, dimulai dari hal terkecil hingga ke hal terbesar. Jika keburukan terus berlanjut, maka hal itu bisa berubah menjadi kejahatan. Mungkin juga akan menjadi suatu tindak kriminalitas. Orang tipe ini biasanya tidak disegani banyak orang.        

Tipe ketiga, orang munafik. Tipe yang paling berbahaya,karena dia dalam diam membahayakan. Dari luar kelihatannya dia orang yang baik, namun dibalik kebaikannya tersimpan niat yang buruk. Kebaikannya datang bukan dari hatinya, namun karena sandiwara untuk mendapatkan apa yang ia mau. Jika orang itu sedang membutuhkan sesuatu maka ia datang kepada orang lain dengan senyum manis, namun jika dia tak memerlukannya lagi maka dia akan berubah menjadi angkuh dan apatis.
           


Jangan Menyerah Untuk Menggapai Sesuatu

         

         
          Tulisan kali ini, gue tujukan buat diri gue sendiri, buat orang lain, buat semua orang yang masih memiliki harapan. Hidup itu keras, kadang gak semuanya bisa digapai dengan mudah. Ada jalan yang perlu dilalui untuk mendapatkan semua itu, kita hanya perlu melaluinya dengan segenap keyakinan yang ada didalam diri kita.
            Kita pernah mengalami kegagalan, seakan itu menjadi tembok penghalang untuk langkah kita maju ke depan. Jangan beranggapan bahwa kita adalah kegagalan itu sendiri, kita harus percaya bahwa dibalik kegagalan tersimpan berjuta langkah untuk kita menuju keberhasilan. Anggap saja kegagalan sebagai batu loncatan ke depannya.
            Orang hebat yang terkenal dan memberikan pengaruh besar di kehidupan dan industri dunia saat ini, mereka adalah orang-orang yang pernah mengalami kegagalan, namun hal itu tidak menyurutkan tekad dan langkah orang tersebut. Lihat saja, Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Albert Einstein, Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan banyak tokoh lainnya. Mereka adalah penemu-penemu hebat dalam sejarah dunia, Alva Edison berhasil menemukan lampu pijar, ia melakukan bermacam-macam eksperimen hanya untuk menciptakan benda yang manfaatnya begitu luar biasa dikehidupan.
            Lampu pijar, tanpa adanya itu kita masih hidup di dalam kegelapan yang hanya mengandalkan cahaya lilin. Bisa kita bayangkan, dia mencoba lalu gagal sampai ke percobaan ke sembilan puluh sembilan dia masih gagal. Lalu dia memutuskan untuk menyerah, mungkin saat ini lampu pijar tidak pernah ada. Namun sebaliknya, dia masih terus mencoba dan di percobaan yang ke seratus dia berhasil dan eksperimennya selama ini telah membuahkan hasil.
            Kesimpulannya, kita jangan mudah menyerah dalam menghadapi sesuatu. Kita harus tetap yakin dan yakin bahwa kita mampu mewujudkan semua itu. Jika kita menyerah sekarang, kita mungkin bakalan menyesal karena apa yang kita perjuangkan hanya tinggal satu langkah saja kita berhasil mendapatkannya.
Kita analogikan kayak gini kita mencari koin emas diantara tumpukan koin-koin usang yang tak bernilai dalam dalam sebuah kardus besar, kita terus mencarinya namun karena kita lelah dan tak kunjung menemukannya kita menyerah dan pergi begitu saja. Barangkali apabila kita terus berusaha mencarinya, bukan hal yang gak mungkin koin emas itu akan kita temukan. Thanks.....

Cinta Dan Hukum Gossen I

           

Hukum Gossen I atau dikenal sebagai the law of diminishing marginal utility , menyatakan bahwa “Jika jumlah barang yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu terus ditambah, maka kepuasan total yang diperoleh juga bertambah. Akan tetapi, kepuasan marginal akan semakin berkurang. Bahkan bila konsumsi terus dilakukan, pada akhirnya tambahan kepuasan yang diperoeh akan menjadi negatif dan kepuasan total menjadi berkurang”. Sumber: LKS Ekonomi gue pas kelas satu dulu

Kali ini kita bahas tentang cinta, orang punya persepsi sendiri-sendiri tentang kata tersebut. Lalu apa kaitannya dengan hukum Gossen I ? begini, menurut gue hukum tersebut berlaku didalam cara kita mencintai seseorang. Kalau misalkan kita mencintai seseorang secara berlebihan maka adakalanya cinta itu akan sampai ke titik dimana kita akan merasa jenuh, sampai ke titik dimana cinta itu akan terasa hambar dan gak ada artinya lagi.
   
Sama halnya kayak kita menggunakan/mengkonsumsi (menghabiskan nilai guna suatu barang), misal kita menggunakan sebuah handphone. Bila kita menggunakannya secara terus menerus, diawal mungkin kita akan merasa senang dan juga bahagia. Namun pasti ada saat-saat dimana kita pasti akan merasa jenuh lalu kita ingin mencari kegiatan lain yang lebih seru. Atau kalau enggak gitu rasa suka kita yang berlebihan itu akan menghancurkan handphone itu sendiri, karena sudah mencapai batas maksimum/heat over.

Kalau kita mencintai seseorang, lebih baik kita mencintai dia sepantasnya saja. Adakalanya kita punya waktu untuk dunia kita sendiri, adakalanya  waktu tertentu dimana hanya ada kita dan orang yang kita cintai. Dengan cara itu, kemungkinan kita gak bakalan cepat jenuh dengan orang yang kita cintai, berbeda jika kita terus menerus memikirkan dia tanpa ada jeda waktu sedetikpun. Pasti bakal cepat jenuh dan juga akan muncul pemikiran untuk mencari seseorang yang lebih dari dia yang saat ini ada disisi kita.

Maaf kalau ada yang gak setuju dengan pendapat gue kali ini, tiap orang punya pendapat sendiri-sendiri. Tapi gue yakin tulisan ini bisa diambil sedikit pelajaran untuk kita, dan juga ini hasil pemikiran gue sendiri gak ada istilah copas atau mencuri ide orang lain. Jadi kalau ada yang membahas topik yang sama, mungkin gue dan dia punya pemikiran yang sama dan juga latar belakang yang sama yaitu anak sosial.

Thanks, sudah menyempatkan waktu sejenak untuk membaca tulisan ini......

Faktor Yang Melatarbelakangi Terbentuknya Jomblo

          

          Jomblo bukanlah fenomena yang asing dimata kita, keberadaannya kini menyebar diseantero republik Indonesia. Mereka menginvasi seluruh kalangan masyarakat, entah itu muda ataupun tua.
Tapi jangan khawatir mereka tidak berbahaya asalkan kita tidak macam-macam, mereka bisa berubah buas ketika keberadaannya terancam seperti dikatakan ngenes lah, kagak punya gebetan lah, macem-macem. Perlu diketahui, jomblo terbentuk karena faktor-faktor tertentu, bukan tanpa alasan.
Berikut beberapa faktor yang melatarbelakangi jomblo itu ada:

1.Faktor Sejarah
            Sejarah berkaitan dengan masa lalu, semua orang pasti punya masa lalu masing-masing. Jomblo terkadang mempunyai masa lalu yang pahit, seperti dia dikhianati, dan disakiti. Dia pernah setia, pernah juga berjuang, namun semua itu sia-sia. Karena masa lalu itu yang terus membayangi kehidupan seseorang, ia lebih memilih untuk menjadi jomblo daripada harus mengalami kejadian itu berulang kali.

2.Faktor Ekonomi
            Kalau kita bicara tentang ekonomi, satu hal yang paling berkaitan dengan hal tersebut yaitu materi/keuangan. Salah satu faktor terpenting dibalik kehidupan para jomblo adalah faktor ekonomi. Mereka buat kehidupan sehari-hari aja pas-pasan, apalagi harus punya pacar yang tiap malem minggu paling enggak ngeluarin dompet buat sang pacar. Karena merasa belum mapan, jomblo yang satu ini lebih terfokus ke urusan karir dan pekerjaan.

3.Faktor Geografis
            Untuk yang satu ini mungkin gak terlalu berkaitan, Tapi secara gak langsung juga mempengaruhi kehidupan jomblo. Kita misalkan aja, dia hidup disebuah kota ataupun desa, tapi dikota itu gak ada satupun orang yang sesuai dengan apa yang ia harapkan. Atau kalau enggak gitu, dia tinggal di luar negeri sedangkan ia takut kalau LDR’an nanti diselingkuhin, so dia lebih memilih menjadi seorang jomblo.

4.Faktor Sosiologis
            Sosial berkaitan dengan sosialisasi seseorang. Biasanya ini terjadi dengan anak yang terlalu fokus dengan pelajaran. Dia kurang bergaul sama cewek seumurannya, sehingga cenderung dia itu tertutup sama cewek. Pas deket-deket mungkin dia sering grogi dan mati gaya.

5.Faktor Selera
            Ini faktor yang paling mempengaruhi kenapa orang itu jomblo. Dia belum menemukan seseorang yang sesuai dengan kriteria/selera dia. Misalkan dia itu selera sama cewek yang putih seksi kayak luna maya. Nah cari yang begituan lumayan sulit, jadi dia sementara memilih menyandang status jomblo hingga dia menemukan apa yang dia cari.

6.Faktor Biologis
            Yang satu ini maaf, munngkin karena fisiknya itu kurang menarik. Dia minder deket-deket cewek, dan juga gak semua cewek mau dekat dengan dia. Tapi kalau dia berusaha dengan segala kelebihan yang dia punya, mungkin suatu saat dia bisa menemukan orang yang cocok buat dia. Inget, kadang cinta itu gak memandang fisik.

7.Faktor Religius
            Ini biasanya dimiliki oleh anak pesantren yang bener-bener kuat imannya. Dia menjomblo karena dia yakin kalau pacaran itu jalan yang haram. Dia berpegang teguh dengan keyakinannya, memandang saja takut apalagi memegang,. Dia berkomitmen apabila dia menyukai seseorang dia lebih memilih taaruf’an yang sesuai dengan ajaran agama. Dan jika suatu hari dia sudah siap lahir batin, maka menikah adalah jalan terbaik untuk dia dan orang yang dia sukai.

8.Faktor Campuran
            Terdiri dari beberapa faktor yang telah saya paparkan diatas. Kemungkinan dari faktor ekonomi, sejarah, dll.

*****

        Mungkin itu saja hasil pengamatan saya tentang faktor yang melatarbelakangi seseorang untuk menjadi seorang jomblo. Tentu banyak hal lain yang membuat orang itu memilih untuk jomblo daripada pacaran.
   Terakhir, inget jomblo bukan berarti homo, hahahah ngaco. Jomblo bukan berarti kagak laku, karena gue yakin kalau kita udah ketemu jodoh kita,status jomblo yang melekat pada diri kita akan hilang seketika.

Quotes: “Gue jomblo dan gue bangga akan hal itu !!!” 

Motivasi - Kisah Tukang Cukur Atheis

sumber ilustrasi : www.dakwatuna.com

Pernah terjadi di Rusia di sebuah negeri yang terkenal atheis, seorang pria pergi ke tukang cukur. Saat rambutnya dicukur, ia terserang kantuk. Kepalanya mulai mengangguk-angguk karena kantuk. Tukang cukur merasa kesal, namun untuk membangunkan pelanggannya, si tukang cukur mulai bicara:


Pak, apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?
Pelanggan menjawab, Ya, saya percaya adanya Tuhan!
Agar pembicaraan tak terhenti, si tukang cukur menimpali,
Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!
Apa alasanmu? pelanggan melempar tanya.

Kalau benar di dunia ini ada Tuhan, dan sifat-Nya adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menurut saya tidak mungkin di dunia ada orang yang punya banyak masalah, terlilit hutang, terserang penyakit, kelaparan, kemiskinan dan lain-lain. Ini khan bukti sederhana bahwa di dunia ini tidak ada Tuhan! tukang cukur berbicara dengan cukup lantang.

Si pelanggan terdiam. Dalam hati, ia berpikir keras mencari jawaban. Namun sayang, sampai cukuran selesai pun ia tetap tidak menemukan jawaban. Maka pembicaraan pun terhenti. Sementara si tukang cukur tersenyum sinis, seolah ia telah memenangkan perdebatan.

Akhirnya, saat cukuran itu selesai, si pelanggan bangkit dari kursi dan ia berikan ongkos yang cukup atas jasa cukuran. Tak lupa, ia berterima kasih dan pamit untuk meninggalkan tempat. Namun dalam langkahnya, ia masih tetap mencari jawaban atas perdebatan kecil yang baru ia jalani.

Saat berdiri di depan pintu barber shop, ia tarik tungkai pintu kemudian hendak melangkahkan kakinya keluar. saat itu Allah Swt mengirimkan jawaban padanya. Matanya tertumbuk pada seorang pria gila yang berparas awut-awutan. Rambut panjang tak terurus, janggut lebat berantakan.

Demi melihat hal sedemikian, pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup kembali. Ia pun datang lagi kepada tukang cukur dan berkata, Pak, menurut saya yang tidak ada di dunia ini adalah TUKANG CUKUR! Merasa aneh dengan pernyataan itu, tukang cukur balik bertanya,

Bagaimana bisa Anda berkata demikian. Padahal baru saja rambut Anda saya pangkas!
Begini pak, di jalan saya dapati ada orang yang kurang waras. Rambutnya panjang tak terurus, janggutnya pun lebat berantakan. Kalau benar di dunia ini ada tukang cukur, rasanya tidak mungkin ada pria yang berperawakan seperti itu! si pelanggan menyampaikan penjelasannya.

Tukang cukur tersenyum, sejenak kemudian dengan enteng ia berkata,

Pak bukan Tukang Cukur yang tidak ada di dunia ini. Masalah sebenarnya adalah pria gila yang Anda ceritakan tidak mau hadir dan datang ke sini, ke tempat saya Andai dia datang, maka rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak berperawakan sedemikian!
Tiba-tiba si pelanggan meledakkan suara, Naaaahhhh. itu dia jawabannya.
Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang Anda lontarkan! Apa maksudmu? si tukang cukur tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya.


Anda khan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya masalah. Kalau saja mereka datang kepada Tuhan, pastilah masalah mereka akan terselesaikan. Persis sama kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!’”

Cerpen - Puisi Untuk Seseorang




Pagi yang cerah, seperti halnya suasana hati Shila yang senantiasa ceria. Dia mengawali pagi ini dengan setitik senyuman, dengan harapan akan ada hal baik menantinya didepan.

            
Pagi itu, dia berangkat ke sekolah seperti biasa dengan sepada kayuhnya. Menyusuri setiap jalanan kota yang masih tampak segar bersama embun-embun yang masih membekas disetiap sudut jalanan. Tanpa terasa dia telah memasuki tahun ajaran baru, setelah kenaikan kelas.
            
Kini dia duduk dikelas dua belas, tahun terakhirnya di SMA. Sesampainya disekolah, dia memarkirkan sepeda itu ditempat parkir dekat kantin sekolah. Setelah itu dia langsung menuju ke kelasnya.
            
“Pagi semuanya” sahutnya kepada seluruh teman yang hadir dikelasnya
            
Semua yang hadir disana menyambut ucapan hangat dari Shila. Dia duduk dibangku depan disisi bagian kanan. Dia menaruh tas yang berisi buku-buku pelajarannya yang berharga.
            
Dia duduk bersama Regita, sahabat terbaiknya di saat ini.
            
“Git, gak terasa ya kita udah di kelas dua belas. Bentar lagi kita lulus nih” ucap Shila
            
“Iya nih Shil, aku harus rajin-rajin belajar saat ini buat Ujian Nasional nanti” jawab Gita
            
Hari ini memang belum ada yang spesial, karena awal masuk sekolah kesannya hanya perkenalan sama wali kelas. Tapi ada satu hal yang sampai saat bikin Shila penasaran, ada seorang cowok misterius dikelasnya. Dia selalu menyendiri, dari dulu dia tidak pernah berbicara sama teman sekelasnya, namanya Dev.
            
Keesokan harinya, disaat dia menuju ke ruang kelas di halaman sekolah dia bertemu dengan Dev. Shila mencoba menyapanya “Hai Dev!”, namun tak ada jawaban. Tatapan dingin dari Dev, dan dia berlalu begitu saja
            
“Dasar cowok aneh“ fikir Shila
            
Ketika Shila sampai di ruang kelas, dia menggeladah kolong mejanya karena dia merasa kalau kemarin bukunya ketinggalan disana. Tapi tak disangka, ada selembar kertas aneh yang ada dikolong mejanya.
            
“Eh apaan tuh ?” tanya Gita
            
“Gak tau nih, mungkin surat dari seseorang” jawab Shila heran
            
“Coba buka dulu, siapa tau ada yang suka sama kamu” ucap Gita
            
Pelan Shila membuka kertas tersebut, tertulis sebuah kalimat disitu “Pena kan selalu membekas dalam lembaran putih”.
            
“Hah, aku kira. Ini hanya sekedar tulisan iseng doang gak ada maknanya” fikir Shila
            
“Kamu seirus, sini aku lihat” ucap Gita sambil mebaca kertas tersebut
            
Shila membuang kertas tersebut, baginya itu hanyalah sampah yang gak ada nilainya. Namun Gita yang masih penasaran, menyimpan kertas yang telah dibuang oleh Shila.
            
Beberapa hari pun berlalu, kertas misterius datang kembali menghampiri Shila. Dia membuka kertas itu
            
“Kebisuan, kelemahan yang tak terungkapkan”
            
Shila masih cuek aja dengan kertas misterius itu. Dia masih belum percaya kalau dibalik lembaran misterius itu tersimpan pesan untuknya. Sampai suatu ketika dia teringat temen sekelasnya yang suka mengirim surat sama temen ceweknya
            
“Eh Ton, kamu ya yang suka mengirimkan kertas ini ke aku ?” tanya Shila penasaran
            
“Apaan sih Shil ? aku gak pernah kok mengirimkan kertas itu. Lagian aku udah punya pacar, jadi gak mungkin aku mengkhianati pacarku” ucap Tony
            
Rasa penasaran Shila semakin hari semakin bertambah tidak karuan. Satu persatu kertas menghampirinya
            
“Terdiam, terpaku, terpana melihatmu. Keindahanmu yang tak pernah mampu terlukis didalam imajinasiku. Diamku mencintaimu”
            
Disela kebingungan Shila, Gita menghampirinya sambil membawa sebingkis makanan ringan.
            
“Nih makan dulu, daripada bingung. Emang belum ketemu, siapa yang mengirim surat itu?” tanya Gita
            
“Yaelah, kalau udah ketemu gak mungkin aku bingung kayak gini. Udah ah, males bahas itu” jawab Shila sedikit sinis
            
Dua bulan semenjak kertas-kertas itu datang menghampiri Shila. Dia masih belum menemukan pelaku dibalik kertas-kertas misterius itu. Memang, akhir-akhir ini dia udah tidak menerima kertas itu lagi. Apalagi diantara teman-teman cowoknya, kelihatannya gak ada satupun yang berusaha mendekati apalagi bermain mata dengan Shila.

Hari ini, ada tugas kelompok dari guru Sejarah. Masing-masing kelompok terdiri dari tiga orang. Sialnya, Shila satu kelompok sama Dev
            
“Sial, kenapa juga gue harus satu kelompok sama dia “ fikir shila.

Sepulang sekolah, mereka memutuskan untuk mengerjakan tugas kelompok. Bagi Shila, susah sekali satu kelompok sama orang kayak Dev yang hampa ekspresi dan juga dingin sedingin es di kutub selatan. Tapi dia mencoba untuk bersabar.

“Eh Dev, ini gimana materinya ?” tanya Shila pelan.

Namun ucapannya tak ada jawaban sama sekali, tak ada suara yang keluar satupun dari Dev. Dia hanya diam, tanpa berekspresi apapun. Hal itu membuat Shila marah.

“Eh Dev, lo itu bisu ha ? gue bicara baik-baik kenapa gak lo hargain ? lo bilang apa kek ? gue selama ini heran sama lo?” ucap kesal Shila.

Tanpa jawaban apapun, Dev menyodorkan secarik kertas “F*ck You”. Lalu dia langsung pergi. Emosi Shila kian bertambah, dia menganggap bahwa Dev sombongnya kelewatan.

Keesokan harinya, di kelas seperti biasa. Satu persatu kelompok maju mengumpulkan tugas yang diberikan kemarin.

“Shila mana tugas kamu ?” sentak Guru sejarah.

“Hemm, anu pak....” jawab Shila kebingungan.

Tiba-tiba, dari belakang Dev maju sambil membawa tugas yang kemarin belum diselesaikan. Tanpa berbicara dia langsung menaruh tugas itu dimeja guru. Melihat hal itu, Shila semakin benci sama Dev.

Berbeda dengan kemarin-kemarin, kali ini sepucuk surat dalam sebuah amplop bersama sebuah bunga ditemukan Shila di kolong mejanya. Setelah sekian lama, kini identitas dari pengirim kertas misterius itu terungkap.

“Hai kak, maaf aku adek kelas kakak. Namaku Raffi, semenjak pertama kali lihat kakak diparkiran sekolah aku mulai suka sama kakak. Memang aku adek kelas kakak, dan aku tahu aku mungkin emang gak pantes buat kakak. Tapi biarkan aku terus mengagumi kakak, dan selalu mengirimkan puisi untuk kakak. Salam” .

Sepulang sekolah Shila mencoba menemui pengirim surat tersebut diparkiran sekolah.

“Jadi kamu yang suka mengirimkan surat ini ke aku ?” tanya Shila.

“Iya kak, ehm gimana kak ? perasaan kakak ke aku?” tanya Raffi malu-malu.

“Kita mending temenan dulu saja deh”

Mendengar hal itu, Raffi langsung pergi. Shila belum yakin untuk menjalin hubungan dengan adek kelas. Tapi dia lega setelah tau siapa pengirim kertas misterius itu.

Hari-hari pun terus berlalu, kata-kata puitis selalu menghampiri Shila. Perlahan Shila jatuh hati dengan kata-kata manis tersebut.

Pergi, namun kau selalu hadir dalam fikiranku. Termenung, kesendirian tanpamu. Ingin kudekap erat dirimu. Dinding ini tak kan mampu ku hancurkan. Karena kau terlalu jauh.

Perlahan Shila mulai tertarik sama Raffi, dia mencoba menemui Raffi sepulang sekolah.

“Eh Raf, entah kenapa aku jadi luluh sama puisi yang selalu kamu kirimkan ke aku ” ucap Shila.

“Beneran kak?” tanya Rafii penasaran

"Iya, bagus kok puisi kamu” ucap Shila tersenyum.

Mereka memutuskan untuk menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. Puisi-puisi itu terus dikirimkan Raffi ke Shila. Mereka juga kadang-kadang bertemu ditaman sekolah, di kantin, diparkiran sekolah.

Setengah tahun, tanpa Shila sadari telah berlalu. Memasuki semester akhir, ujian-ujian mulai bermunculan. Hari itu, Pak Ary selaku guru bahasa Indonesia memberikan tugas untuk mengarang puisi untuk nilai ujian praktek.

“Anak-anak hari ini ini bapak ingin memberikan tugas untuk kalian. Selama satu jam ini, kalian harus mengarang puisi untuk seseorang. Nanti dikumpulkan, minggu depan kalian bacakan didepan satu persatu”

Selama satu jam penuh, mereka mengarang puisi sesuai dengan perasaan mereka. Begitupun Shila, dia sedang merasa bahagia. Baginya ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya. Setelah waktu yang ditentukan habis, kini tugas-tugas itu dikumpulkan di meja guru.

Seminggu kemudian, mereka membacakan puisi yang telah mereka buat satu persatu. Sampai tiba saatnya giliran Dev,

“Selanjutnya Dev, silahkan maju !” ucap Pak Ary.

“Dia gak masuk sekolah pak, lagian kalau dia masuk dia mana mungkin mau berbicara didepan kelas” ucap salah satu murid, seluruh kelas tertawa termasu Shila.

“Diam, gak baik membicarakan keburukan orang lain. Ya udah saya bacakan puisi karangan Dev, menurut bapak puisinya adalah salah karya terbaik diantara karya yang lain” ucap Pak Ary dengan nada sedikit kesal.

Dalam sekejap suasana hening ketika guru Pak Ary membacakan bait demi bait puisi karya Dev.

Pena kan selalu membekas dalam lembaran putih
Kebisuan, kelemahan yang tak terungkapkan
Terdiam, terpaku, terpana melihatmu.
Keindahanmu yang tak pernah mampu terlukis didalam imajinasiku. Diamku mencintaimu
Pergi, namun kau selalu hadir dalam fikiranku. Termenung, kesendirian tanpamu. Ingin kudekap erat dirimu. Dinding ini tak kan mampu ku hancurkan. Karena kau terlalu jauh
Gemerlap malam sinar bintang kejora lukiskan binar dikedua kelopak matamu
Bulan sabit, terlihat manja seolah melukiskan senyummu
Dibelakangmu aku mencintaimu, didepanmu aku bersandiwara
Karena kutahu kau hanya akan pergi jika nanti kau tahu aku sesungguhnya
Tiga tahun, waktu yang singkat aku mengagumimu
Ungkapanku untukmu, meski kau tak pernah mengenalku.......

Mendengar puisi itu, Shila sungguh terkejut. Dia berfikir kenapa puisi yang ia kirimkan sama dengan puisi yang Raffi kirimkan kepadanya. Bingung, kesal, amarah, bercampur jadi satu dibenak Shila. Pertanyaan mulai bermunculan difikirannya, siapakah pengarang sesungguhnya puisi tersebut ? ataukah Raffi hanya berpura-pura dekat denganku ?

Hari itu dan seterusnya, Dev tidak pernah hadir disekolah. Shila juga jarang sekali melihat Raffi. Kebingungannya tak kunjung usai. Dia mencoba mencari tahu tentang Dev dari orang-orang.

Setelah berusaha kesana kemari, dia akhirnya menemukan alamat rumah Dev. Dia berkunjung kesana, namun disana dia malah bertemu Raffi.

“Ini rumahnya Dev kan, kamu kok ada disini ?” tanya Shila keheranan

Raffi menjelaskan semuanya kepada Shila. Dia adalah adiknya Dev, selama ini dia disuruh kakaknya untuk mengirimkan lembaran-lembaran karya kakaknya untuk Shila. Dev tidak bisa bicara dari kecil, dia mengalami gangguan pernafasan , pita suaranya ikut terinfeksi oleh bakteri, pita suaranya rusak dan dia tidak bisa berbicara lagi.

“Trus saat ini dimana kakakmu ?” tanya Shila

“Percuma kak, dia udah pergi jauh, penyakitnya udah stadium akhir. Dia sengaja menyembunyikan ini dari semuanya termasuk kakak karena dia gak ingin orang lain melihatnya seperti ini” jelas Raffi

Bagi Shila, semuanya udah terlambat untuk minta maaf atas perlakuan kasarnya dimasa lalu. Yang ada kini hanyalah penyesalan karena dia tidak pernah mencoba untuk mengenal Dev lebih jauh lagi.

Sebelum Shila pergi, Raffi menitipkan sepusuk surat untuk Shila. Dia membuka surat itu tertulis:

“Maaf untuk segalanya, Dev”