Cerita Motivasi - Guru Bijak dan Sebuah Toples


Sumber: fiazku.wordpress.com
Pada suatu waktu, terdapat seorang guru yang bijak. Banyak murid yang datang dari tempat jauh untuk mendengarkan petuah bijaknya. Pada suatu hari, seperti biasa para murid berkumpul untuk mendengarkan pelajaran dari sang guru. Banyak murid mulai memenuhi ruang pengajaran. Mereka datang dan duduk dengan tenang dan rapi, memandang ke depan, siap untuk mendengar apa yang akan disampaikan oleh sang guru.

Akhirnya guru itupun datang, kemudian duduk didepan para muridnya. Sang guru membawa sebuah toples besar, disampingnya terdapat setumpuk batu kehitam-hitaman seukuran genggaman tangan. Tanpa bicara sepatah katapun, sang guru mengambil batu-batu tersebut satu persatu kedalam toples tersebut. Ketika toples tersebut sudah penuh dengan batu-batu hitam tadi, sang guru berbalik kepada para murid, lalu bertanya

“Apakah toplesnya sudah penuh?”
“Ya guru. Benar, toplesnya sudah penuh” jawab para murid.

Kemudian tanpa berkata apa-apa, sang guru mulai memasukkan kerikil-kerikil kecil bulat berwarna merah kedalam toples itu. Kerikil-kerikil itu cukup kecil sehingga jatuh disela-sela batu hitam besar tadi. Setelah semua kerikil masuk kedalam toples, sang guru kembali berbalik dan bertanya kepada para muridnya.

“Apakah toplesnya sudah penuh?”
“Ya guru. Benar, sekarang toples itu sudah penuh” jawab para murid.

Masih tanpa kata apa-apa lagi, kini sang guru mengambil satu wadah pasir halus, lalu memasukkannya ke dalam toples. Dengan mudah pasir-pasir tersebut pun memenuhi sela-sela kerikil merah dan batu hitam besar tadi.  Setelah itu, guru tersebut berbalik dan bertanya lagi.

“Apakah toplesnya sudah penuh?”

Sekarang para murid tak terlalu percaya diri menjawab pertanyaan gurunya. Namun terlihat bahwa pasir tersebut sudah jelas memenuhi sela-sela kerikil dan batu didalam toples tersebut, sehingga membuatnya terlihat sudah penuh. Kali ini hanya sedikit mengangguk, lalu menjawab “Ya guru” jawab beberapa murid, “ Sekarang toples ini telah penuh”

Tetap tanpa berkata-kata lagi , sang guru berbalik mengambil sebuah tempayan berisi air, lalu menuangkannya dengan hati-hati ke dalam toples besar tersebut. Ketika air sudah mencapai bibir toples, kini sang guru berbalik kepada para murid, lalu bertanya lagi.

“Apakah toplesnya sudah penuh?”

Kali ini kebanyakan murid memilih diam, namun ada dua hingga tiga yang memberanikan diri menjawab, “Ya guru, sekarang toples itu sudah penuh”

Dan lagi, tanpa berkata apapun, sang guru mengambil satu kantong berisi garam halus. Ditaburkannya sedikit-sedikit dan hati-hati dari atas permukaan air, garam pun larut, lalu ditambahkan lagi sedikit, demikian seterusnya hingga seluruh garam tersebut habis larut dalam air. Kini sang guru menghadap para murid, dan sekali lagi bertanya,

“Apakah toplesnya sekarang sudah penuh?” Kali ini semua murid benar-benar diam. Hingga akhirnya seorang murd yang berani menjawab, “Ya guru, toples itu sekarang sudah penuh.” Sang guru kemudian melanjutkan perkataannya,

“Sebuah cerita selalu memiliki banyak makna, dan setiap dari kalian telah memahami banyak hal dari demonstrasi ini. Diskusikan dengan tenang dengan teman kalian, apa hikmah yang bisa kalian dapatkan. Berapa banyak hikmah berbeda yang dapat kalian ambil darinya.”

Para murid pun memandang sang guru, dan ke arah toples berisi batu hitam, kerikil, pasir, air, dan garam. Lalu dengan tenang mereka mendiskusikan dengan murid lainnya. Setelah beberapa menit kemudian sang guru mengangkat tangannya, seluruh ruangan pun diam. Sang guru lalu berkata,

“Selalu ingatlah bahwa segala sesuatu yang terjadi didepan kita itu bukanlah sebuah KESIMPULAN AKHIR, masih banyak HIKMAH-HIKMAH lain yang belum terdeteksi oleh diri kita terhadap apa-apa yang terjadi yang kita alami”

-Semoga bermanfaat-

(Sumber: Facebook/Cerita-Cerita Motivasi)


EmoticonEmoticon