Lika-Liku Melupakan Mantan


Melupakan mantan adalah salah satu cara yang kadang tidak mudah untuk ditempuh bagi kebanyakan orang. Apalagi ketika kenangan-kenangan indah itu masih membeku dalam ingatan kita. Kenangan bukanlah daun yang gampang kabur tertiup angin. Bisa dianalogikan bahwa kenangan itu seperti lem alteko yang melekat di dinding hati kita dan sangat sulit untuk dihilangkan.

Akan tetapi, kita tidak perlu khawatir dengan hal tersebut. Meskipun sangat sulit, bukan berarti kenangan itu tidak mungkin untuk dihilangkan dan dilupakan. Selalu ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi itu semua. Dan kali ini saya ingin membagikan sebuah pengalaman tentang bagaimana lika dan liku saya dalam melupakan mantan (khususnya mantan terindah).

Saya tidak tahu sejak kapan saya benar-benar mampu melupakan bayangan mantan saya. Yang saya tahu adalah hampir bertahun-tahun lamanya kenangan tentang dia itu terputar-putar di ingatan saya. Saya jadi menyakini sebuah teori ngasal di sebuah meme yang berbunyi “masa pacaran hanya beberapa bulan, tetapi move on butuh bertahun-tahun.”  Dan mungkin teori ini memiliki tingkat kebenaran hampir 99,9%. Saya yakin banyak orang yang mengalami hal demikian. Khususnya bagi mereka yang diputusin pas lagi sayang-sayangnya atau mereka yang berjalan dengan penuh penyesalan karena pernah menyakiti mantannya. Dan saya ada di opsi yang kedua.

Saya sempat merenung di sebuah warung kopi dan kadang di malam hari menjelang tidur. Saya mempertanyakan kepada diri saya sendiri terkait alasan kesulitan saya dalam melupakan mantan. Dari sekian banyak kemungkinan, saya menemukan satu jawaban yang paling menyakinkan. Saya masih belum bisa memaafkan diri saya sendiri dan penyesalan itu masih membekas di dalam hati.

Memang masa-masa itu mungkin saya masih belum dewasa dan cenderung kekanak-kanakkan. Ego waktu itu sedang tinggi-tingginya dan saya masih suka seenak sendiri tanpa pernah memperhatikan perasaan mantan saya. Alhasil, dia tidak betah dengan saya. Hubungan pun berjalan putus nyambung dan kami tersiksa dengan perasaan kami masing-masing. Kami pun memutuskan untuk berpisah dengan cara yang tidak baik-baik dan meninggalkan luka di benak masing-masing.

Saya ingat, betapa dia sangat membenci saya semenjak berpisah. Saya pun enggan pada mulanya meminta maaf karena saya merasa tak ada yang salah. Namun pada suatu titik, saya mencoba mmeinta maaf dengan dia dengan cara yang mungkin kurang berkenan. Dia menjawab biasa dan sedikit angkuh. Lantas hal itu membuat bara yang dulu lekas padam kembali menyala. Hingga akhirnya masa damai itupun datang. Kami telah bisa memaafkan kesalahan masing-masing. 

Akan tetapi, hal itu tidak serta merta merubah keadaan. Dia masih tetap membekas di benak saya. Meskipun dia telah memaafkan saya, saya merasa bahwa saya belum bisa memaafkan diri saya sendiri. Mungkin salah satu alasan lain mengapa saya sangat susah melupakan dia adalah karena dia mantan pertama saya. Kau tahu maknanya kan, Sobat? Sebuah cerita yang sangat sulit untuk dilupakan.

Ketika menjalani rutinitas normal mungkin perasaan saya biasa saja. Namun ketika momen-momen tertentu seperti hujan turun atau melamun, dia tiba-tiba hadir lagi. Perasaan itu pun diperkuat ketika salah satu lagu kenangan kami berdua kembali terngiang di telinga. Lagu itu mampu membangkitkan kenangan-kenangan lama serta serpihan-serpihan luka. Kadang saya sering memikirkan dia dan ingin tahu bagaimana kabarnya. Dan rindu itu sontak datang tiba-tiba,

Namun, perasaan melankoli itu akhirnya saya tepis perlahan-lahan. Saya sadar bahwa terlalu mengenang masa lalu itu tidak ada kontribusi yang signifikan di masa sekarang. Yang ada kita malah dirapuhkan oleh kenangan dan bersedih hati untuk sesuatu yang telah pergi. Saya mulai menyibukkan diri dengan rutinitas serta melakukan hobi yang saya gemari. Saya juga menemukan orang-orang baru yang perlahan mampu menepis segala bayangan dari masa lalu.

Hingga pada akhirnya saya benar-benar mampu terlepas dari jeratan tersebut. Bayangan mantan perlahan mulai menghilang dari pikiran saya. Saya akhirnya mampu berdamai dengan keadaan dan melupakan segala hal yang sudah semestinya dilupakan serta menyimpan hal-hal yang sepatutnya dikenang. 

Jadi, jika definisi melupakan bagi kalian adalah melupakan dia, maka hal itu salah karena kita tidak akan benar-benar mampu melupakan dia seutuhnya, kecuali kalau tiba-tiba amnesia. Akan tetapi, jika definisi melupakan itu adalah tentang melupakan kenangan bersamanya, maka itu mungkin. Dan semua itu butuh proses yang tidak mudah. Seperti saya yang butuh waktu untuk benar-benar melupakan kenangan pahit serta penyesalan terhadap mantan.

Akhir kata, semoga tulisan ini menginspirasi kalian dan membangkitkan semangat kalian untuk move on dari mantan-mantan kalian.


EmoticonEmoticon