Writer’s Block



Menulis merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Kita dapat mengembangkan imajinasi serta kreatifitas kita dengan bebas. Namun sebagai seorang penulis, kadangkala kita akan berada pada sebuah fase ketika pikiran buntu dan tak ada satupun inspirasi yang ingin ditulis. Hal itu membuat kita malas untuk menulis dan bengong di depan layar monitor berjam-jam. Inilah yang biasa disebut dengani writer’s block.

Writer’s block adalah musuh utama bagi para penulis. Ketika penulis mengalami fase ini, kebanyakan mereka memilih untuk tidak menulis karena mereka tidak memiliki ide atau inspirasi apapun untuk ditulis. Apabila kondisi ini berlanjut, maka hal itu akan berimbas pada turunnya produktivitas mereka. Mereka menjadi enggan untuk menulis.

Keadaan semacam ini saya yakin hampir dialami oleh setiap penulis. Saya sendiri pun kerapkali mengalami writer’s block. Keinginan untuk menulis ada, tetapi kepala serasa kosong karena tak ada ide satupun yang mampir. Kalaupun ada ide yang mampir, menulis sepatah atau dua patah kata pun rasanya sangat susah. Alhasil, saya menutup microsoft word saya dan beralih menjalankan aktivitas lain seperti menonton anime atau mendengar lagu dangdut Nella Kharisma di laptop. Hal itu biasa saya lakukan sembari menunggu inspirasi itu datang. Meskipun faktanya, inspirasi itu tidak kunjung datang kalau saya hanya diam saja.

Sebagai penulis yang baik, kita seharusnya bisa melawan writer’s block agar tetap bisa produktif. Caranya adalah dengan tetap menulis semampu kita meskipun apa yang kita tulis itu hanya sedikit atau bahkan buruk. Hal itu masih lebih baik dibandingkan kita tidak menulis sama sekali. Selama kita mau menulis, saya yakin lambat laun inspirasi itu akan datang menghampiri kita.

Selain itu, ada dua cara yang menurut saya ampuh untuk mengatasi writer’s block yaitu sebagai berikut:

Membaca
Membaca adalah salah satu cara yang ampuh untuk mendapatkan inspirasi. Dengan membaca, kita membuka wawasan baru kita. Bisa jadi penyebab kita mengalami writer’s block adalah kita kurang membaca dan kurang referensi. Oleh sebab itu, kita butuh asupan bacaan yang baru untuk menambah referensi. Dengan itu, pikiran kita yang awalnya buntu perlahan-lahan akan mulai tercerahkan dan inspirasi-inspirasi baru akan muncul. Kita jadi tahu apa yang akan kita tulis dan bagaimana cara kita mengolah ide tersebut menjadi sebuah tulisan.

Ngopi
Ngopi adalah cara kedua yang dapat dilakukan untuk mengatasi writer’s block. Mungkin ini terdengar konyol, tapi konon banyak inspirasi yang lahir dari secangkir kopi. Dengan ngopi, kita bisa lebih fokus untuk menulis. Kopi mengandung kafein yang bisa membuat kita lebih berkonsentrasi. Selain itu, kopi adalah sahabat terbaik kita dalam menulis. Kalau kalian nggak suka kopi, mungkin kalian bisa minum teh atau minuman lain yang sesuai dengan selera kalian. Namun buat saya, kopi tetap jadi yang nomor satu.

Nah, mungkin itu beberapa cara ampuh dari saya untuk mengatasi writer’s block. Saya yakin setiap penulis memiliki cara masing-masing untuk mengatasi writer’s block. Entah apapun itu, yang harus kita perhatikan adalah jangan sampai kita membiarkan writer’s block mengganggu produktivitas kita dalam menulis.

Barangkali, itu saja yang bisa saya sampaikan dalam artikel ini. Mohon maaf apabila tulisan kali ini terlalu singkat. Meskipun demikian, saya berharap semoga tulisan ini menginspirasi sobat. Thanks.

“Yang penting tetap nulis walau hati sedang tergiris.” -MogiMogy 


EmoticonEmoticon