Menulis di Blog Sendiri atau Platform Lain?



Halo sobat, pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat datang di blog saya. Akhir-akhir ini saya vakum nulis karena tengah galau memikirkan seseorang. Hampir dua minggu ini, pikiran dan waktu saya teralihkan untuk mengingat dia sembari mencoba membunuh pelan-pelan perasaan yang saya miliki. Selain itu, saya juga cukup sibuk dengan tugas-tugas kuliah. Namun, kali ini saya mencoba menyempatkan diri untuk menulis lagi.

Tema yang akan saya bahas dengan sobat kali ini adalah tentang menulis di blog sendiri dan di platform atau media lain seperti Hipwee, IDN Times, Vebma dll. Masing-masing platform pasti memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri dan saya ingin sharing mengenai pengalaman-pengalaman menulis saya di platform tersebut.

Sebenarnya, menulis di mana saja itu sah-sah aja selama karya sobat bisa dibaca oleh orang lain. Permasalahannya mungkin sobat kadang bingung dan berpikir enakan mana ya nulis di blog sendiri atau di platform lain? Jawabannya adalah relatif tergantung sobat sendiri.

Kalau saya pribadi, saya merasa lebih senang menulis di blog sendiri. Ketika saya menulis di blog saya sendiri, saya merasa bebas nulis sesuka hati saya tanpa perlu berpikir apakah itu tulisan bagus atau layak dibaca oleh orang lain. Menulis di blog sendiri juga dapat melatih kepercayaan diri serta mengasah keterampilan nulis kalian. Mungkin banyak dari sobat masih takut untuk nulis di platform lain atau mungkin sobat merasa tulisan sobat masih jelek. Maka, menulis di blog sendiri bisa menjadi salah satu solusi yang tepat.

Namun, salah satu kelemahan nulis di blog sendiri adalah tidak banyak orang yang tahu karya kita jika kita tidak rajin membagikannya di media sosial. Hal ini berbeda cerita jika sobat sudah lama ngeblog dan sudah memili pembaca setia.  

Lalu kalau menulis di platform lain seperti Hipwee dan IDN Times itu gimana, Mas Bro?

Menulis di platform lain yang udah gede dan punya pamor tentu tidak semudah menulis di blog sendiri, Sobat. Seringkali, kita juga harus menunggu sembari berharap cemas apakah tulisan-tulisan kita diterbitkan atau tidak. Berhubung ada banyak naskah yang masuk setiap harinya.  Tentu hanya tulisan-tulisan tertentu yang sudah diseleksi oleh pihak Editor dan sudah memiliki kriteria yang bagus untuk bisa di-publish.

Selain itu, pemilihan tema juga sangat berpengaruh terhadap peluang naskah sobat agar bisa di-publish. Tema-tema yang viral atau trending serta yang berkaitan dengan relationship cenderung laku di pasaran. Oleh sebab itu, Sobat harus pintar-pintar melihat peluang dan menyesuaikan diri dengan gaya tulisan yang sesuai dengan selera pasar.

Ketika naskah kita di-publish, ada rasa senang dan bangga yang ada di hati kita. Tulisan kita bisa dibaca oleh ribuan orang yang mengunjungi platform tersebut. Dan kita pun bisa mengambil keuntungan berupa uang jika tulisan tersebut ramai dikunjungi. Beberapa platform seperti IDN Times dan Vebma memberikan poin kepada penulis berdasarkan view artikel dan jika poin tersebut sudah terkumpul banyak, maka poin itu bisa dicairkan ke rupiah. Menarik kan.

Namun, kesampingkan dulu masalah uang. Terkadang menulis itu tidak hanya selalu tentang uang. Ketika karya kita sudah dibaca oleh banyak orang, itu merupakan suatu hal yang sangat berharga dan tak ternilai bagi kita.

Nah, berikut adalah beberapa tulisan saya yang sudah di-publish di platform lain:


Akhir Kata

Tidak masalah kalian mau menulis di blog sendiri atau platform lain, selama kalian nyaman dengan apa yang kalian tulis. Dan jangan pernah berhenti untuk mengembangkan keterampilan kalian dalam menulis ya sobat. Sekian dari saya, semoga artikel ini bermanfaat. Thanks.

2 comments

Beemanfaat bgt mas buat sy yg msh belajar... Cm sy kdg ga pede dengan tulisan sy setelah artikel di publish apalg ke grup 😟

Semangat mbak. Menulis itu proses.


EmoticonEmoticon