6 Masalah Utama yang Sering Dihadapi Penulis Ketika Berkarya


source: pexels.com

Halo, gaes. Jumpa lagi bersama saya MogiMogy di sini. Pada kesempatan kali ini, saya pengen mengulas beberapa permasalahan utama yang seringkali ditemui oleh para penulis, khususnya penulis pemula yang baru merintis perjalanannya dalam berkarya.

Mungkin, kita sering berkhayal yang indah-indah, seperti tulisan kita bakal booming dan dibaca banyak orang atau kita dapat banyak uang dari menulis. Akan tetapi, realitas kadang terlalu kejam untuk kita hadapi dan khayalan seringkali hanya tinggal khayalan.

Memang, saya akui bahwa menulis adalah sebuah proses yang panjang dan dibutuhkan kesabaran. Kita tidak bisa menciptakan sebuah karya yang dapat dinikmati semua orang secara instan. Kita butuh proses yang panjang serta dedikasi yang maksimal. Bahkan, kegiatan menulis itu seringkali menguras tenaga dan pikiran. Apalagi, kalau kita menghadapi masalah-masalah, baik masalah internal maupun eksternal.

Kali ini, saya ingin membahas permasalahan-permasalahan tersebut. Permasalahan ini saya yakin hampir semua penulis pernah mengalaminya. Oleh sebab itu, jika kalian mengalami permasalahan berikut ini, itu adalah hal yang lumrah dan kalian tidak perlu bersedih berlarut-larut. Langsung saja yuk kita bahas apa saja permasalahan utama yang sering dihadapi penulis ketika berkarya.

1. Mendapat Kritikan Pedas dari Orang Lain

Masalah pertama yang seringkali muncul adalah karya kita dikritik pedas oleh orang lain. Hal ini merupakan hal yang lumrah karena tidak ada sebuah karya yang sempurna di dunia ini, pasti ada celah untuk dikritik oleh orang lain.

Saya pun pernah mendapatkan komentar dan kritik yang pedas dari teman saya waktu awal-awal menulis. Katanya, karya saya kurang inilah, kurang itulah, gak menariklah. Sejujurnya, saya sangat depresi ketika mendengar komentar tersebut karena saya menulis karya saya waktu itu dengan susah payah dan segenap pikiran saya. Meskipun demikian, saya mencoba menerima kritikan itu dengan lapang dada. Saya pun juga mencoba berpikir positif bahwa karya saya memang belum layak dan masih butuh diperbaiki.

Tetapi, ingat-ingatlah satu hal ini sobat. Sebagus apapun karya seseorang, pasti ada aja orang yang tidak suka entah karena dia iri atau julid. Sebaliknya, sejelek apapun karya seseorang, pasti ada satu atau dua orang yang menyukainya. Intinya, berkaryalah sebisa sobat dan jangan pernah berhenti belajar. Anggap segala kritikan itu sebagai hal positif yang dapat membuat kita lebih baik dalam berkarya.

2. Writer’s Block

Writer’s block ialah sebuah keadaan ketika kita para penulis merasa buntu inspirasi. Kita bingung mau menulis tentang apa karena tidak ide yang muncul sama sekali. Alhasil, kita memilih diam dan malas untuk menulis.

Permasalahan ini merupakan permasalahan yang seringkali dialami oleh penulis. Kadang, hal ini sering kita temui ketika kita berada pada titik jenuh dan kehabisan ide. Kita perlu ide segar dan juga refreshing sejenak untuk menenangkan pikiran. Yang paling penting, kita tidak boleh membiarkan diri kita terjebak dalam writer’s block terus menerus karena hal itu akan membuat kita tidak produktif.

3. Tulisan Mangkrak di Meja Editor

Buat kita yang nulis di platform lain, hal ini mungkin adalah masalah yang cukup menjengkelkan. Kita mungkin sudah berusaha menghasilkan tulisan terbaik kita dan mencoba peruntungan kita dengan cara mengirim tulisan kita ke platform yang udah terkenal, seperti Mojok, Hipwee, Basabasi, IDNTimes, dll.

Mengirim tulisan ke platform gede seperti situs tersebut itu butuh kesabaran karena tulisan kita tidak bisa langsung di-publish. Kalau proses penyeleksian artikel itu cepat, mungkin kita hanya butuh satu sampai dua hari untuk mendapatkan jawaban apakah tulisan kita diterbitkan atau tidak. Namun, kadangkala kita harus menunggu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tanpa keputusan. Saya sudah sering mengalami pengalaman semacam ini. Hal ini pun juga berlaku ketika kita ingin mengirim naskah ke salah satu penerbit.

4. Tulisan Gagal Terbit

Masalah serupa yang sering dialami penulis adalah tulisan yang gagal terbit. Saya yakin, banyak dari kita yang merasa depresi ketika tulisan kita gagal diterbitkan. Kita merasa sangat down dan depresi. Kemudian, kita memandang rendah diri kita sendiri dan menganggap bahwa kita adalah penulis yang gagal dan tidak berbakat.

Gagal itu lumrah dalam berproses. Semakin kita sering gagal, maka kita akan semakin banyak belajar dari kegagalan. Tidak ada kesuksesan yang lahir hanya sekali percobaan. J.K Rowling, penulis Herry Poter pun naskahnya pernah ditolak berkali-kali oleh penerbit sebelum best seller. Maka dari itu, jangan pernah takut gagal.

5.  Ikut Lomba Nulis Tapi Gagal

Hampir sama dengan kasus sebelumnya, seringkali kita pun mencoba mengikutsertakan tulisan kita pada sebuah lomba, semisal lomba menulis esai atau lomba menulis cerpen. Kita kadang sudah sangat berharap bahwa karya kita bisa menang dan kita akan mendapatkan hadiah dari lomba tersebut, tetapi tetap saja realita kadang terlalu kejam untuk dihadapi. Karya kita gagal memenangi lomba tersebut.

Masalah ini pun seringkali menghantui kita para penulis. Kegagalan itu bukan menandakan bahwa karya kita ini buruk, melainkan masih ada karya yang lebih baik di luar sana dibandingkan karya kita. Ingatlah pepatah lama bahwa di atas langit masih ada langit.

6. Minim Pembaca

Masalah terakhir yang seringkali dihadapi oleh penulis adalah minimnya pembaca yang membaca karya kita. Hal ini kadang menjadi salah satu alasan yang membuat penulis itu kecewa. Menurut saya, kebahagiaan utama seorang penulis adalah ketika karya kita dibaca oleh banyak orang lain dan mereka mengapresiasi karya kita.

Dulu, saya pun sangat susah menemukan pembaca ketika saya menulis sesuatu. Namun, saya tidak menyerah dan terus fight dalam menulis. Hingga pada akhirnya waktupun berbaik hati terhadap saya. Sebagian dari karya saya sudah dibaca oleh banyak orang dan mereka pun memberikan apresiasi yang positif bagi saya. Bagi saya, hal itu adalah hal yang sangat luar biasa.
*****

Nah, mungkin itu saja ya sobat beberapa permasalahan utama yang sering dialami oleh para penulis. Saya menulis artikel ini berdasarkan pengalaman saya sendiri dengan tambahan opini saya sebagai pemanis. Semoga artikel ini bermanfaat bagi soba sekalian. Thanks.


EmoticonEmoticon