Tragedi Penendangan Otong pada Lomba Agustusan


Belakangan ini saya baru saja melihat sebuah video yang tengah viral di media sosial. Sebuah video yang membuat saya sangat terpukul sebagai seorang lelaki. 

Awalnya video tersebut tampak biasa-biasa saja. Anak-anak kecil tengah bermain bola di lapangan yang kemungkinan dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan Indonesia. Mereka bermain dengan sangat ceria, atraktif dan penuh semangat. Sebut saja pemain utama dalam video tersebut si Budi dan si Jono yang merupakan musuh di lapangan.

Pertandingan yang awalnya penuh sengit berubah menjadi sebuah tragedi memilukan di pertengahan. Si Jono yang sangat bersemangat setengah khilaf tiba-tiba menendang Otong si Budi sekuat tendangan macan milik Hyuga di anime Tsubasa. Pada saat itulah saya merasakan ngilu sembari menahan tawa sekuat tenaga. Pasalnya lagu Nisa Sabyan yang Dududidadidadam menjadi backsong utama ketika momen tersebut berlangsung.

Saya sekuat tenaga menahan tawa, walaupun nyatanya itu gagal. Di satu sisi saya merasa sangat kasihan dengan si Budi yang tersungkur kesakitan setelah mendapatkan tendangan tepat di otongnya yang mungkin masih belum dikhitan. Bagaimana tidak? Saya sendiri tidak mampu membayangkan apabila berada di posisi si Budi. Rasanya ketika Otong kejepit aja sudah menyakitkan. Apalagi ketika Otong itu ditendang. Ah, seakan-akan dunia telah berputar. Masa depan si Otong saat ini sedang dipertaruhkan.

Kejadian ini juga mengingatkan saya kembali akan beberapa waktu yang lalu. Sebuah tragedi serupa yang menimpa seorang guru yang tengah mencoba merayu salah satu muridnya untuk diimunisasi. Namun apesnya, niat baik guru itu malah dibalas oleh muridnya tendangan super kuat tepat di otongnya. Sontak guru tersebut menunjukkan ekspresi penuh kesakitan.

Oleh sebab itu, pada kesempatan ini saya ingin mengungkapkan rasa belasungkawa saya terhadap tragedi penendangan Otong tersebut. Semoga si Budi saat ini kondisinya baik-baik saja dan saya doakan semoga nanti menjadi pemain bola profesional. Saya juga berharap semoga tragedi semacam ini tidak lagi terulang karena pertaruhannya adalah masa depan. Sekian dari saya. Salam Olahraga!
Previous Post Next Post

Contact Form