Review Film Eternal Sunshine of Spotless Mind (2004): Ingatan Terlalu Berharga untuk Dihapuskan


Buat kalian yang suka dengan Jim Carrey, kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan film Eternal Sunshine of Spotless Mind yang dirilis pada tahun 2004 dan disutradarai oleh Michel Gondry.


Dalam film bernuansa komedi dan fiksi ilmiah ini, Jim Carrey beradu akting dengan Kate Winslet yang berperan sebagai pacarnya. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh aktor-aktor ternama, seperti Mark Ruffalo dan Kristen Dunst.


Film ini sangat menarik untuk diulas karena jalan ceritanya yang seru dan mengesankan. Untuk lebih jelasnya, yuk cek aja ulasannya berikut ini!


Sinopsis


Setelah Joel Barish (Jim Carrey) dan Clementine Kruczynski (Kate Winslet) mengalami pertengkaran yang hebat, mereka berdua memutuskan untuk berpisah. Tanpa disangka, Clementine mengambil keputusan yang tak terduga karena dia ingin menghapus seluruh ingatannya tentang Joel. Ia pergi ke sebuah firma di New York bernama Lacuna yang menawarkan jasa penghapusan ingatan.


Pasca ingatannya terhapus, Clementine sama sekali tidak mengingat apapun tentang Joel. Hal itu membuat Joel sangat tertekan karena dia tidak menduga bahwa Clementine telah melupakannya. Dia sempat bingung dengan semua itu hingga dia mendapatkan surat dari Lacuna yang selama ini disembunyikan oleh kedua sahabatnya, Rob dan Carrie. Joel yang frustasi pun memutuskan untuk pergi ke Lacuna dan melakukan prosedur yang sama untuk menghapus seluruh ingatannya tentang Clementine.


Sebagai persiapan dalam proses penghapusan ingatan, Joel harus menyerahkan seluruh benda dan apapun yang berkaitan dengan Clementine. Selain itu, dia juga perlu merekam curahan hatinya tentang Clementine melalui tape recorder.


Setelah semua peta ingatan tentang Clementine dalam otak Joel terekam, Lacuna akan menyuruh kedua pegawainya Stan (Mark Ruffalo) dan Patrick (Elijah Wood) untuk melakukan prosedur tersebut di apartemen Joel saat dia sedang tidur. Lucunya, mereka berdua malah terlihat bercanda dan kurang serius dengan pekerjaannya.


Patrick ijin untuk meninggalkan tugas karena dia harus menemui Clementine yang sedang marah. Setelah putus dengan Joel, Patrick jatuh cinta dan mulai mendekati Clementine. Liciknya, dia menggunakan memori Joel selama dia bersama Clementine. Selain itu, Stan malah asik bermain-main dengan Mary (Kristen Dunst) yang datang ke tempatnya bekerja.


Saat penghapusan memori dilakukan, Joel memang tertidur di dunia nyara, tetapi dia bisa bergerak bebas ketika ia berada di dalam otak alias ingatannya. Ia kembali mengalami adegan-adegan yang telah berlalu, mulai dari pertengkaran terakhirnya dengan Clementine hingga saat ia pertama kali bertemu Clementine. Joel mulai ragu ketika dia mengingat kenangan-kenangan indah yang dia lalui bersama Clementine. Ia pun berubah pikiran karena dia tidak ingin melupakan semua itu.


Untuk itulah, Joel dan Clementine yang ada di ingatannya harus melarikan diri dan pergi ke tempat yang tidak terjangkau oleh peta yang telah dibuat oleh Lacuna. Hal itu bisa mencegah prosedur penghapusan memorinya tentang Clementine. Namun, mimpi buruk masih belum berakhir. Stan yang mengetahui ada yang janggal pun menghubungi bosnya, Dr. Hogwart, untuk mengatasi masalah tersebut.


Pada akhirnya, Joel tidak bisa lari dari semua itu. Ia sampai pada ingatan terakhirnya tentang Clementine saat mereka bertemu di sebuah pantai di Montauk. Ketika seluruh memori tentang Clementine memudar, sosok Clementine memberitah Joel untuk menemuinya di Montauk.


Saat terbangun esok harinya, seluruh ingatan Joel tentang Clementine telah terhapus dan ia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Ia bukannya pergi bekerja, ia pergi ke Montauk sesuai kata hatinya. Di sana, dia bertemu Clementine sekali lagi dan kembali memulai semuanya kembali sebagai orang asing. Akankah mereka bisa bersama lagi?


Review


Film ini dibuka dengan adegan pertemuan antara Joel dan Clementine yang cukup menarik dan bikin penasaran. Jim Carrey yang berperan sebagai Joel terlihat seperti pria kikuk yang canggung saat bertemu perempuan. Di satu sisi, Kate Winslet alias Clementine memiliki karakteristik yang liar dan cukup hiperaktif sebagai cewek. Keduanya pun cepat akrab hingga mereka sempat menghabiskan momen yang cukup so sweet


Adegan yang indah itu berlangsung singkat dan kemudian berpindah ke scene lain yang jauh bertolak belakang. Joel tiba-tiba menangis di dalam mobil dan dia diceritakan baru saja putus dari Clementine. Hal itu tentu saja menimbulkan tanda tanya yang besar. 


Mengapa mereka putus?


Pada awalnya, saya sempat bingung dengan adegan film tersebut karena saya pikir adegan Joel menangis itu adalah lanjutan dari adegan mereka saat di Montauk. Ternyata saya salah, permasalahan Joel yang baru putus dari Clementine adalah awal mula konflik dari film ini. Permasalahan itulah yang memaksa mereka berdua untuk melakukan prosedur penghapusan memori.


Adegan terus bergulir hingga sampai di momen penghapusan memori Joel di apartemennya. Pada adegan itu, alur cerita terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu momen Joel dan Clementine saat berada di dalam ingatannya dan momen di dunia nyata saat Stan dan Patrick menghapus ingatannya. Karena itulah, pada bagian tersebut banyak adegan yang loncat-loncat dari satu scene ke scene yang lain. Bagian tersebut sempat membuat saya agak bingung saat menontonnya, tetapi lambat laun saya mulai bisa menikmatinya.


Bagian saat Joel mengenang kembali ingatannya bersama Clementine adalah salah satu momen yang paling menarik dalam film ini karena satu demi satu misteri pun mulai terkuak. Perkembangan emosi Joel pun cukup mengharukan. Ia yang sempat ingin melupakan Clementine menjadi berubah pikiran. Dia merasa bahwa momen-momen indah yang mereka lewatkan itu terlalu indah untuk dilupakan. Karena itulah, dia berusaha keras agar ingatan tentang Clementine masih tetap ada dalam dirinya. 


Setelah ingatan Joel terhapus, mereka akhirnya bertemu kembali di Montauk sebagai orang asing. Pertemuan mereka itu harusnya menjadi bagian dari adegan puncak jika kita merunut alur film ini secara kronologis, tetapi potongan adegan itu sepertinya sengaja ditampilkan di awal sebagai pembuka dalam film agar bisa menambah rasa penasaran penonton. 


Selain konflik yang dihadapi Joel dan Clementine, ada satu lagi konflik selingan yang cukup mengejutkan, yaitu hubungan rahasia antara Mary dan bosnya, Dr. Hogwart. Mereka berdua sempat menjalin cinta rahasia di masa lalu hingga Mary memutuskan untuk menghapus seluruh ingatannya tentang Dr. Hogwart. Semua itu terungkap pada malam ketika mereka berada di tempat Joel. 


Peran Mary yang awalnya terkesan sebagai karakter pendukung ternyata dia memegang peran penting dalam konflik puncak antara Joel dan Clementine di film. Setelah mengetahui kebenaran pahit tentang dirinya, Mary mengembalikan semua rekaman tape recorder kepada para client, tak terkecuali Joel dan Clementine.


Mendengar rekaman yang pernah diucapkan oleh keduanya, Joel dan Clementine sempat terlibat emosi satu sama lain karena rekaman tersebut berisi kekesalan sekaligus unek-unek mereka tentang keburukan masing-masing. Momen itu sangatlah emosional dan sempat membuat mereka berseteru dan nyaris berpisah sekali lagi.


Konklusi


Secara keseluruhan, film ini sangatlah bagus dan recommended buat ditonton. Ada banyak momen emosional yang disuguhkan dalam film sekaligus momen-momen receh antara Jim Carrey dan Kate Winslet.


Selain itu, film ini juga mengajarkan kita untuk menghargai setiap kenangan yang telah kita lalui bersama seseorang. Meski kita memiliki kenangan pahit tentang seseorang dan ingin melupakannya, setidaknya kita bisa menyimpan satu atau dua momdn kenangan indah orang yang pernah menjadi bagian dari hidup kita.

0 Response to "Review Film Eternal Sunshine of Spotless Mind (2004): Ingatan Terlalu Berharga untuk Dihapuskan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel