Tips Ampuh Rajin Ngeblog dengan Membuat Target 100 Artikel dalam Setahun


source: pixabay.com

Buat kalian yang saat ini berkecimpung di dunia blogging, khususnya kalian yang masih pemula, saya yakin kalian seringkali mengalami stuck dan malas menulis artikel. Rasa malas itu membuat kalian kurang produktif sehingga kalian jarang update artikel di blog kalian.

Nah, sebagai blogger yang bermartabat, tentu rasa malas adalah hal utama yang harus kita singkirkan jauh-jauh. Saya sudah mempunyai tips yang bisa Sobat coba untuk mengatasi rasa malas itu dan membuat kalian lebih produktif, yaitu dengan cara membuat target 100 artikel dalam satu tahun.

Percaya atau enggak, ketika kalian menentukan target yang harus kalian capai, secara nggak langsung kalian akan lebih bersemangat untuk menulis artikel, jika dibandingkan dengan kalian yang tak punya target apapun dan menulis ala kadarnya.

Apakah metode ini terbukti ampuh bagi seorang blogger?

Jujur, saya dulu pun suka malas nulis dan buat artikel. Saya seringkali ngeblog ala kadarnya tanpa ada target yang harus saya capai. Sampai suatu ketika, saya membuat inisiatif untuk menantang diri saya sendiri dengan cara membuat 100 artikel dalam satu tahun.

Awalnya, memang agak berat karena itu berarti saya harus memaksa diri saya sendiri untuk menulis secara kontinu agar target tersebut terpenuh. Namun, saya merasakan hal yang berbeda selama menerapkan metode ini. Percaya atau enggak, saya mampu membuat 100 artikel dalam satu tahun. Kalian bisa melihat jumlah artikel pada arsip blog saya selama tahun 2018 dan juga tahun 2019.

Meskipun saya dulu sempat pesimis karena bagi saya hal itu mustahil, ternyata saya mampu membuktikannya.

Bagaimana cara menerapkan metode ini? Apakah kita harus menulis terus menerus selama satu hari?

Kita tidak perlu menulis setiap hari untuk menerapkan metode ini. Saya yakin, kalian pasti akan merasa jenuh jika menulis terus menerus tiada henti. Sesenang apapun kalian menulis, pasti akan jenuh juga. Akan ada suatu fase ketika kita harus mengambil jeda untuk rehat dari menulis dan me-refresh otak kita agar bisa rileks.

Nah, jika dibandingkan dengan metode One Day One Article, cara ini menurut saya lebih memungkinkan untuk kita terapkan. Kok bisa? Ya, bisa karena kita tidak perlu setiap hari menulis. Kita bisa membagi waktu sebaik mungkin kapan kita harus menulis dan kapan kita harus mengambil jeda.

Untuk menerapkan metode ini, kita perlu membuat estimasi atau perencanaan target artikel yang kita buat per bulan. Dalam satu tahun itu terdapat 12 bulan. Kita perlu membuat target terlebih dahulu, berapa artikel yang harus kita buat dalam satu bulan.

Caranya simpel, yaitu dengan membuat kalkulasi. Apabila 100 artikel itu kita bagi dengan angka 12, kita akan mendapatkan hasil sekitar 8-9. Dari situ, kita bisa membuat target untuk menghasilkan minimal 8-9 artikel per bulan.  

Angka ini tersebut hanyalah batas minimal. Kalian juga bisa membuat rencana yang lain, misalkan bulan Januari 10 artikel, bulan Februari 5 artikel, dst. Hal itu tergantung keinginan kalian dan sesuaikan dengan kesibukan kalian juga.

Nanti, tinggal kita kalkulasikan di akhir tahun, apakah jumlah artikel dalam blog kita memenuhi. Setelah itu, kita tinggal mengatur jadwal menulis kita saja. Kita bisa menulis dua sampai tiga kali dalam satu minggu untuk memenuhi target tersebut.

Bagaimana jika target per bulan tidak mencapai angka tersebut? Tentu, hal itu akan menjadi tanggungan yang harus kita selesaikan di bulan berikutnya. Semakin kita malas menulis, maka tanggungan kita akan semakin menumpuk di belakang. Saran saya, lebih baik sering-sering menulis di awal apabila kalian sedang bersemangat.


Baca juga: Tips Penyembuhan Luka Bakar Akibat Kena Knalpot dengan Bahan Alami

Apa saja yang harus kita tulis? Bagaimana mendapatkan ide untuk 100 artikel tersebut?

Buat para blogger yang mengelola blog gado-gado, saya rasa hal ini bukan menjadi masalah besar karena ada banyak tema atau topik yang bisa kita tulis dan tidak terbatas sesuai keinginan kita. Namun, bagi blogger yang fokus ke satu niche atau konten saya rasa perlu usaha ekstra.

Jadi, kalian bisa menampung ide-ide yang melintas di kepala kalian dan mencatatnya dalam sebuah buku atau notes di ponsel kalian. Selama satu tahun, saya rasa ada banyak topik-topik hangat yang bisa kita angkat. Kita pun juga bisa mengangkat topik lama dan mengemasnya dengan lebih baru sesuai gaya menulis kita masing-masing.

Setelah itu, buatlah ide-ide tersebut menjadi list judul yang akan kalian tulis ke depan hingga jumlahnya memenuhi angka seratus.

Apakah metode ini menjamin kualitas sebuah artikel? Atau hanya menonjolkan kuantitas?

Ketika kita dihadapkan dengan kuantitas dan kualitas, saya rasa kualitas tetap menjadi yang utama dan perlu kita kedepankan terlebih dahulu. Namun, metode ini saya rasa lebih cenderung mementingkan kuantitas jika dibandingkan dengan kualitas. Meskipun demikian, jika kualitas itu bisa berbanding lurus dengan kuantitas, saya rasa itu akan menjadi hal yang sangat bagus.

Masalah kualitas itu tergantung bagaimana kita mengeksekusi ide tersebut. Kadangkala, ketika kita bosan dan jenuh, artikel yang kita hasilkan kurang bagus. Namun, ketika kita sedang bersemangat menulis, biasanya kita akan menghasilkan tulisan yang bagus. Sekali lagi, masalah kualitas tergantung effort yang kita berikan.

Saya yakin, jika kita mau meluangkan waktu dua sampai tiga jam untuk menulis, kita akan bisa menghasilkan tulisan yang layak untuk dibaca oleh orang lain.
***
Barangkali, hanya itu saja yang bisa saya bagikan dalam tulisan saya kali ini. Semoga artikel ini mampu membangkitkan semangat dan gairah sobat agar lebih produktif. Akhir kata, saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata atau pendapat dalam penulisan artikel ini.


EmoticonEmoticon