Review Anime Boku no Hero Academia

bokunoheroacademia.wikia.com

Boku no Hero Academia merupakan sebuah anime yang diadaptasi dari manga karya Kohei Horikoshi yang bertemakan petualangan dan pahlawan. Manga ini pertama kali diterbitkan di Majalah Mingguan Shounen Jump pada bulan Juli 2014 dan saat ini telah mencapai 15 volume.

Cerita dari anime ini berpusat pada seorang anak yang bernama Izuku Midoriya. Ia merupakan seorang pemuda yang tidak memiliki quirks atau bakat sejak lahir. Padahal, hampir semua orang di dunia anime ini memiliki bakat spesial masing-masing seperti mengeluarkan api, kecepatan super, dsb. Meskipun tidak memiliki quirks, Midoriya memiliki tekad kuat untuk menjadi seorang pahlawan. Hal ini dikarenakan Midoriya mengagumi salah satu pahlawan hebat yaitu All Might.

Kehidupan Midoriya pada awalnya sangat kelabu. Ia sering mendapatkan cacian dan komentar buruk terutama dari kawan-kawannya karena tidak memiliki quirks. Salah satu teman yang sering membully-nya adalah Bakugou yang merupakan teman sejak kecil. Bakugou memiliki quirks yang sangat potensial yaitu ledakan. Ia dan Midoriya sama-sama berkeinginan untuk melanjutkan sekolah ke SMA pahlawan paling terkenal di Jepang yaitu SMA U.A.

Pada mulanya, Midoriya sempat pesimis karena dia tidak memenuhi syarat untuk menjadi seorang pahlawan. Hingga pada suatu titik, kehidupan Midoriya berubah setelah bertemu dengan All Might secara langsung. Saat itu, Midoriya tengah diserang oleh salah satu penjahat dan All Might datang untuk menyelamatkannya. Saat itulah, Midoriya baru menyadari bahwa All Might memiliki sebuah rahasia yang tidak diketahui banyak orang. All Might ternyata seorang pria berperawakan kecil yang kini sudah sakit-sakitan. Ia memiliki waktu yang terbatas dalam menggunakan quirks-nya. Pada kesempatan itu, Midoriya bertanya kepada All Might apakah ia mampu menjadi pahlawan meskipun tidak memiliki bakat. Dengan sangat berat hati, All Might berkata bahwa itu tidak mungkin dan seketika itu pula semangat Midoriya terpatahkan.

Namun suatu ketika, terjadi sebuah insiden penyerangan di kota. Bakugou ditawan oleh penjahat tersebut. Para pahlawan pro saling bekerja sama untuk mengalahkan penjahat yang lumayan kuat. Midoriya dan All Might kebetulan ada di tempat kejadian. Akan tetapi, All Might memiliki keraguan untuk mengalahkan musuh tersebut berhubung tubuhnya tengah mencapai batas. Spontan, Midoriya berlari tanpa rasa takut untuk menyelamatkan Bakugou. Seketika itu, All Might baru menyadari tentang syarat utama menjadi pahlawan serta ia pun menepis segala keraguannya.

Setelah insiden tersebut, All Might menemui kembali Midoriya dan mengatakan sebuah kalimat yang langsung membangkitkan semangat Midoriya yang hampir padam. Meskipun tidak memiliki bakat, All Might mengatakan bahwa seseorang itu masih berkesempatan untuk menjadi seorang pahlawan. Ia pun memutuskan untuk melatih Midoriya sebelum memasuki masa ujian masuk di SMA U.A.

Midoriya pun menjalankan latihan yang sangat berat di bawah bimbingan All Might. Ia berlatih di sebuah pantai yang kumuh dan penuh sampah. All Might memintanya untuk membersihkan pantai tersebut. Midoriya memindahkan sampah-sampah seperti ban bekas serta benda berat lainnya dengan segenap tekad dan kemampuannya. Namun, Midoriya juga memaksa batas yang ada pada dirinya. Ia melakukan latihan di luar jadwal yang telah ditetapkan All Might. Latihan ini dilakukan untuk membuat tubuh Midoriya kuat dan matang untuk dijadikan wadah bakat selanjutnya.

Hingga di akhir latihan, All Might menjelaskan kepada Midoriya bahwa bakat yang dia miliki bernama All for One. Bakat itu merupakan sebuah warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi yang lain. All Might pun memberikan sehelai rambutnya kemudian menyuruh Midoriya memakannya. Dengan itu, DNA milik All Might telah diwariskan kepada Midoriya.

Pada saat sesi ujian masuk ke SMA U.A, Midoriya mengalami sedikit kesulitan dalam bersaing melawan peserta lain. Para peserta lainnya telah mengalahkan beberapa robot untuk mendapatkan poin. Sementara, Midoriya belum mendapatkan poin sama sekali karena ia gugup dan tidak tahu cara menggunakan bakatnya. Akan tetapi semua itu berubah ketika ia mampu menghancurkan sebuah robot raksasa yang hampir saja melukai salah satu peserta bernama Uraraka. Midoriya memukul robot itu dengan pukulan super yang berakibat sangat fatal. Karena belum mampu mengendalikannya, tangan Midoriya pun langsung patah karena tidak mampu menahan beban serangan tersebut. Namun berkat itu, Midoriya mendapatkan poin yang sangat besar dan diterima di sekolah U.A.

Perjalanan Midoriya untuk menjadi seorang pahlawan masih baru dimulai. Ia berada di sebuah kelas yang dipenuhi siswa-siswa berbakat. Selain itu, Midoriya juga mendapatkan wali kelas yang sangat ketat dalam mengajar. Midoriya pun juga harus berlatih dengan sangat keras untuk menggunakan quirks-nya hingga dapat digunakan dalam pertarungan.

Mungkin di atas beberapa sinopsis atau lebih tepatnya prolog dari anime Boku no Hero Academia. Kesan pertama saya menonton anime ini cukup bagus. Saya tipikal orang yang tidak terlalu suka dengan berbagai anime. Hanya anime-anime yang mengusung konsep unik dan menarik yang mampu menarik hati saya. Dan Boku no Hero Academia memenuhi syarat tersebut sebagai sebuah anime yang reccomended untuk ditonton.

Konsep tentang kepahlawanan dan tokoh utama yang memiliki tekad kuat menjadi poin plus dalam anime ini. Kita akan melihat perjuangan keras Midoriya dan tekad untuk tidak menyerah dalam segala situasi. Ia juga termasuk karakter yang sangat cerdas dalam mengambil keputusan untuk dirinya serta untuk teman-temannya. Terbukti ketika dia mengalami konfrontasi dengan sebuah organisasi kejahatan ketika tengah latihan bersama teman-temannya. Midoriya mampu menjadi pemantik semangat serta melakukan kerja sama tim dengan sangat baik.

Salah satu sisi positif lain dari Midoriya adalah ia mampu mempengaruhi orang lain dengan pemikirannya. Contoh paling konkrit adalah ketika dia membuat Todoroki mau menggunakan kekuatan api di tangan kirinya dan menerima dirinya secara utuh. Ia merubah sikap Todoroki yang awalnya kaku dan sangat angkuh. Tidak hanya itu, Midoriya juga mampu mengimbangi kekuatan Todoroki meskipun pada akhirnya tubuhnya hancur karena serangannya sendiri.

Anime ini sekarang telah memasuki musim ketiga. Alur dari cerita dari musim ke musim menurut saya sangat asik untuk diikuti. Kehidupan para siswa tidak hanya berlangsung di kelas saja, tetapi juga di tempat-tempat lain. Dalam beberapa kesempatan, Midoriya dan teman-temannya dihadapkan pada situasi nyata melawan para penjahat. Mereka sempat mengalami pertarungan yang mempertaruhkan nyawa. Selain itu, sepak terjang para penjahat utama di anime ini juga perlahan dijelaskan terutama bos utama sekaligus musuh utama All Might.

Yang tidak kalah penting adalah progres Midoriya dari waktu ke waktu sangat asik untuk dinantikan. Ia yang pada mulanya tidak berbakat perlahan mampu menggunakan quirks-nya serta memiliki cara bertarung sendiri.

Baiklah, mungkin itu saja review singkat saya kali ini. Catatan terakhir saya, dengan menonton anime ini kalian akan mendapatkan sebuah inspirasi bahkan motivasi untuk pantang menyerah. Sekian dan terimakasih. 


EmoticonEmoticon