6 Alasan Mahasiswa Memiliki Rambut Gondrong



Dalam dunia perkuliahan, ada banyak tipe-tipe mahasiswa dengan beragam gaya serta ciri khas masing-masing. Salah satu tren yang paling khas bagi mahasiswa khususnya anak laki-laki adalah rambut gondrong.

Fenomena rambut gondrong sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa laki-laki. Malah itu kadang menjadi ciri khas atau tradisi tersendiri di fakultas atau jurusan tertentu. Hampir rata-rata mahasiswa pasti pernah memiliki rambut gondrong karena rasanya kuliah kurang greget kalau belum merasakan gondrong.

Nah, kali ini MogiMogy ingin mengulik beberapa alasan khusus yang mendasari fenomena tersebut. Langsung saja mari kita bahas bersama-sama.

1. Gaya

Bagi para lelaki, memiliki rambut gondrong memiliki estetika tersendiri. Rambut gondrong konon dianggap mampu menambah ketampanan si pemiliknya. Oleh sebab itu, banyak mahasiswa yang merasa keren dan menjadikan rambut gondrong sebaga style atau gaya dalam berpenampilan. Mahasiswa berambut gondrong kebanyakan juga merasa lebih keren di hadapan para maba-maba cewek. Walaupun faktanya, penampilannya biasa-biasa saja hehe.

2. Pelampiasan

Aturan rambut gondrong ketika di SMA memang sangat ketat dan sangat dilarang keras oleh pihak sekolah. Apabila terdapat siswa yang ketahuan berambut panjang, sudah pasti akan dipopol oleh guru keamanan dan kadang berujung pada hukuman. Berbeda dengan dunia kampus yang cenderung membebaskan penampilan mahasiswa. Oleh sebab itu, dunia kampus menjadi pelampiasan bagi para mahasiswa yang dulu tidak sempat gondrong ketika masa SMA.

3. Kebebasan Berekspresi

Poin ini masih berkaitan erat dengan poin sebelumnya. Rambut gondrong merupakan salah satu simbol kebebasan berekspresi bagi kaum lelaki. Apalagi bagi para lelaki yang berjiwa seni dan para jiwa-jiwa pencipta karya. Rambut gondrong merupakan bukti eksistensi mereka bahwa mereka adalah lelaki yang bebas dan tidak terkekang oleh apapun.

4. Malas Cukur

Malas cukur juga dapat dijadikan sebagai alasan bagi para mahasiswa untuk mencukur rambutnya. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh sibuknya rutinitas perkuliahan hingga tidak sempat untuk bercukur. Bisa jadi, mereka juga malas mengantri ketika pergi ke tukang cukur.

5. Menghemat Pengeluaran

Fakta membuktikan bahwa dengan memelihara rambut gondrong maka akan mampu menurunkan tingkat pengeluaran tiap bulan. Apabila mahasiswa menggondrongkan rambutnya dalam waktu enam bulan dengan asumsi orang normal dua kali cukur per tiga bulan sekali dengan harga cukur sekitar Rp. 10.000, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa berambut gondrong mampu menghemat pengeluaran sekitar Rp. 40.000 dalam enam bulan. Lumayan untuk ditabung dan dimanfaatkan ke arah yang lebih benar.

6. Kenyamanan

Alasan terakhir mahasiswa senang memiliki rambut gondrong disebabkan oleh faktor kenyamanan. Mereka sangat percaya diri ketika rambut mereka gondrong dan mereka sangat nyaman dengan itu. Setiap hari mereka keramas dan merawat rambutnya dengan sangat teratur. Apabila mereka memiliki rambut cepak, mereka sangat merasa tidak percaya diri ketika bergaul dengan orang lain.
****
Nah, mungkin itu saja sobat beberapa alasan mahasiswa memiliki rambut gondrong. Semoga artikel ini menghibur dan mampu menginspirasi sobat semua. Salam gondrong!



EmoticonEmoticon